config

2019, Balitbangda Prov. NTT Hasilkan Enam Penelitian.

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Nusa Tenggara Timur (NTT) hasilkan enam penelitian pada 2019. Itu belum termasuk kerjasama dengan sejumlah kabupaten.

“Ada enam penelitian yang dihasilkan Bapelitbangda NTT, namun itu belum termasuk kerjasama dengan kabupaten,” kata Kepala Bappeda NTT, Lecky Frederich Koli kepada media ini, Selasa, 10 Desember 2019.

Enam penelitian yang dihasilkan Bapelitbangda NTT itu yakni pertama, Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Mewujudkan Wisata Berbasis Masyarakat 7 Kawasan Destinasi Pengembangan Pariwisata Provinsi NTT Tahun 2019.

Penelitian itu dilakukan di Kabupaten Kupang, TTS, Alor, Manggarai, Sumba Timur, dan Rote Ndao.

Kedua, Dokumentasi Folklor di Nusa Tenggara Timur (Studi Pada Masyarakat Atoinmeto, Sumba, Lembata dan Lio. Penelitian dilakukan di Kabupaten TTS, Lembata, Ende dan Sumba Timur.

Ketiga, kajian terhadap pengetahuan (knowledge), perilaku (attitude) dan praktek (practice) diantara rumah tangga sasaran program aksi konvergensi pemerintah provinsi NTT.

Penelitian dilakukan di Kabupaten TTS, Sabu Raijua,  Alor, Sumba Barat, Manggarai dan Manggarai Timur.

Keempat, Sistem Pemasaran Unggulan Pertanian di Kawasan Perbatasan Provinsi NTT (Studi Kab. TTU, Kab. Belu dan Kab. Malaka Kasus Kab TTU, Belu dan Malaka).

Kelima, Kajian Literasi Budaya dan Rantai Nilai Minuman beralkohol Tradisional di Nusa Tenggara Timur (Studi Kasus di Kabupaten Sikka, Ende, Sabu Raijua dan Kota Kupang).

Keenam, Evaluasi Keijakan Pertambangan di Provinsi NTT. Penelitian dilakukan di Sumba Barat, Belu dan dab Sikka.

Selain enam penelitian itu, Balitbabgda juga bekerjasama dengan sejumlah kabupaten untuk melakukan penelitian, dinataranya kerjasama dengan kabupaten Belu yang meneliti tentang


Analisis Filosofi Motif Tenun Ikat Desa Faturika Kecamatan Raimanus Kabupaten Bel dan Analisis Pengembangan Usaha Tani Kopi Rakyat di Belu.

Kerjasama dengan Kabupaten TTS tentang Deskripsi Perang Kolbano dan Pengembangan Pariwisata Sejarah di Kolbano Kabupaten TTS.

Adapun kerjasama dengan Kabupaten Nagekeo tentang Pemetaan dan Kajian Potensi Kawasan Budidaya Air Payau (Pengkajian Strategis).
Di Kabupaten Flores Timur terkait Pemetaan dan Kajian Potensi Kawasan Pertanian dan Perkebunan Tanaman Pangan (Pengkajian Strategis).

Terakhir kerjasama dengan Griffith University UNDANA, Udayana, dan ITb tentang Air dan Sanitasi di Kawasan Pariwisata di Labuan Bajo.

Selain hasil penelitian, Kepala Bidang Penelitian Bappelitbangda NTT, Hendry Donald Izaac membeberkan tentang Si Abang Bagaya yang merupakan Media elektronik yang memberikan informasi 1958 produk / produk kelitbangan yang dihasilkan oleh Badan Perencanaan, Pengembangan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Kami juga memiliki jurnal Flobamor dan e journal,” katanya.

Sementara itu, Anggota Majelis pertimbangan, Mikael Rajamuda Bataona mengaku bidang  kelitbangan punya progres kerja yang luar biasa maju. Dan spiritnya sesuai filosofi kerja Gubernur yang “keluar dari kotak”.

“Kepemimpinan Pak Donal Izak didukung para staf yang umumnya berjiwa muda menjadi pembedanya,” kata dia.

Beberapa program, lanjut dia, sudah memberi dampak yang nyata dalam rangka menunjukan adanya kemajuan dari kerja- kerja kelitbangan. Dari beberapa target agenda kerja selama 2019, hampir smuanya tercapai. “Termasuk yang baik adalah diterbitkannya jurnal fisik dan jurnal online.Padahal program ini direncanakan masuk dalam agenda 2020,” katanya.

Soal mutu dan kualitas riset kelitbangan, katanya, sudah ada beberapa terobosan. Misalnya yang direncanakan kali ini adalah kajian tentang makanan alternatif bagi bayi penderita stunting dengan bahan dasar rumput laut, marungga dan ikan teri.

Dia menambahkan kedepan yang dibutuhkan adalah keberanian untuk menata kebutuhan riset yang sejalan dengan visi dan misi Gubernur yaitu NTT bangkit dn NTT sejahtera.

Artinya sebagimana visi Gubernur an Wagub maka  Kelitbangan bisa mengembangkan riset yang muaranya adalah untuk mendukung kerja-kerja pemerintah dalam rangka NTT bangkit, juga kerja-kerja pemerintah dalam rangka NTT sejahtra. Terutama riset-riset yang berkaitan dengan bagaimana inovasi-inovasi untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan yang sedang menjadi fokus Gubernur dan wagub.

“Hal ini saya lihat sudah mulai dilakukan oleh bidang Litbang, dimana kedepannya akan ada riset baik yang kuantitif maupun kualitatif atau gabungan atau mixe method, dalam rangka menghasilkan riset-riset inovatif yang bertujuan mendukung kerja pemerintah yang sedang memprakarsai masyarakat ekonomi NTT,” ujarnya.

Dia mengatakan Litbang sedang berusaha untuk membantu pemerintah menemukan akar-akar masalah juga solusi alternatif yang berakitan dengan program-program unggulan pemerintah. Kedepannya Litbang akan memperkuat peneliti-penelitinya dengan merekrut peneliti sains dan ilmu teknis lainnya. “Karena out put penelitian dan kajian nantinya diharapkan bisa langsung digunakan pemerintah,” katanya.

Saat ini Litbang mengalami kendala karena sumber daya peneliti di litbang belum cukup seimbang antara peneliti ilmu sosial dan peneliti sains. Artinya dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, juga kerjasama dengan semua perguruan tinggi di NTT, litbang NTT bisa menjadi penopang utama inovasi-inovasi yang dibutuhkan untuk mendukung visi NTT bangkit dan sejahtera.

Selain itu litbang bisa menjdi dapur yang meramu program-program pemerintah kedepannya. Terutama bagi suksesnya pariwisata dan masyarakat ekonomi NTT. “Jadi  yang diharapkan adalah penelitian nanti arahnya adalah problem solving soal kemiskinan, pengangguran juga stunting dan lainnya,” tutup Mikael. (Ado)

Sumber berita : NTT TERKINI.COM