config

22 Kabupaten/Kota hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Komunikasi dan informatika Provinsi NTT

Perwakilan Pemerintah dari 22 Kabupaten/Kota di Provinsi NTT, Kamis (27/2) pagi menghadiri Rapat Koordinasi Bidang Komunikasi dan Informatika Tingkat Provinsi yang dipusatkan di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kegiatan dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Florianus Mekeng dan dihadiri Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, Kapolres SBD, AKBP. Yosef P. F Mandagi, Ketua DPRD SBD, Rudolf Radu Holo, Para Asisten Sekda se NTT, para Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika masing-masing Kabupaten dan sejumlah staf dinas terkait.

Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka mengaku senang dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang mempercayakan Kabupaten Sumba Barat Daya sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakor Kominfo se NTT. Bagi pelaksanaan Rakor ini menjadi momentum yang baik dan bermanfaat untuk membangkitkan motivasi daerah berbenah diri lebih baik sehingga nantinya mampu bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat dalam setiap program yang dicanangkan.

“Secara khusus kami juga mau berbenah dalam di bidang komunikasi dan informatika sebagai salah satu leading sektor dalam menggerakkan ekonomi masyarakat ada,”katanya.

Sebagai sebuah wilayah dengan luas yang cukup besar dan jumlah penduduk terbesar di Pulau Sumba, katanya Kabupaten SBD sejauh ini belum memiliki akses telekomunikasi yang bagus sebagaimana daerah lainnya di NTT. Dari 173 desa baru 104 desa yang sudah mendapatkan akses internet sedang 69 desa lainnya belum terjangkau internet.

“Kondisi ini menggambarkan bahwa masih banyak wilayah yang belum terjangkau akses internet. Oleh karena itu, kami dalam waktu dekat akan mendapatkan bantuan BTS dari Kementerian Kominfo melalui Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informatika sehingga bantuan ini kita harapkan bisa menambah jangkauan internet sebagai penunjang pelaksanaan program unggulan kabupaten yakni 7 Jembatan Emas. Kami juga berharap dengan kegiatan rakor ini kita semua bisa mendapatkan solusi dan pencerahan atas segala permasalahan yang ada dan serta meningkatkan peran fungsi komunikasi dan informatika di daerah sebagai pusat data dan informasi dalam upaya meningkatkan pelayanan publik lebih baik lagi,” katanya.

Sementara Florianus Mekeng mengatakan tujuan pembangunan aparatur negara adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatan kualitas penyelenggaran pemerintahan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Kesiapan aparatur negara sangat penting untuk mengantisipasi perubahan globalisasi dan demokratisasi di era revolusi industri seperti ini agar pemerintah dapat melakukan perubahan mendasar pada sistem dan mekanisme pemerintahan, penyusunan kebijakan dan penyusunan pembangunan yang membuka ruang partisipasi publik dan pelayanan publik yang memenuhi aspek transparansi, akuntabilitas, dan bekinerja tinggi.

Revolusi industri 4.0 telah memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan inovasi pembangunan aparatur Negara melalui penerapan pemerintahan berbasis elektronik yaitu sistem pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan pelayanan digital antar pemerintahan, pelaku usaha, pelayan masyarakat dan pelayanan ASN,”katanya.

Rapat di bidang komunikasi dan informatika yang digelar ini pun nantinya akan bermuara kepada peningkatan kinerja kerja para ASN untuk mencapai tujuan bersama sehingga harapan visi pemerintah provinsi NTT Bangkit dan NTT sejahtera dapat terwujud.
Kegiatan ini sendiri akan berlangsung hingga Sabtu mendatang dengan beberapa kegiatan diantaranya launching desa internet di Malata-Tanarighu esok harinya. (kbn/S-1)

Sumber Berita : VICTORY NEWS.