BENIH EMAS HIJAU DARI NEGERI SERIBU MOKO ( VANILI ALOR )

Oleh :

Neliyanti P. Donuata, SP

Pengawas Benih Tanaman Muda

UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur

PENDAHULUAN

Emas Hijau merupakan sebutan bagi tanaman Vanili (Vanilla planifolia) yang sangat terkenal. Tanaman vanili merupakan tanaman perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi dengan harga yang relatif mahal dan stabil. Vanili merupakan tanaman penghasil bubuk vanili dari buah yang berbentuk polong, yang seringkali dimanfaatkan sebagai pengharum makanan. Vanili Indonesia banyak digemari konsumen karena kualitas vanili Indonesia lebih unggul.

Tanaman vanili tampil dengan baik di beberapa sentra produksi karena daya adaptasi yang tinggi di berbagai ekosistem. Hal ini mungkin menyebabkan terjadinya perubahan fenotipe dan tumbuh sebagai spesifikasi lokasi. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai daerah tropis sesuai untuk pengembangan tanaman vanili dan terbukti telah menjadi salah satu komoditias ekspor Indonesia (Supriadi, H., dkk, 2008).

 
  Pada tahun 1990-an bubidaya vanili mulai berkembang kearah timur Indonesia yaitu Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur dan hingga saat ini terus berkembang menjadi sentra produksi vanili. Di Nusa Tenggara Timur, sentra produksi vanili tersebar di beberapa Kabupaten yaitu Manggarai, Ngada, Alor, Ende, Sikka, Flores Timur, Sumba dan pulau Timor. Luas pengembangan vanili di daerah NTT adalah Ngada 691 Ha dengan tanaman menghasilkan (TM) 331 Ha, produksi 304 ton polong basah dan produktivitas 918 kg/ha polong basah; Kabupaten Manggarai 737 Ha dengan TM sebanyak 689 Ha dan produksi 79 ton polong basah; Kabupaten Alor 298 Ha dengan produksi 16 ton polong basah dan produktivitas 400 kh/ha polong basah (Supriadi, H. ,dkk., 2008).

Khusus di Kabupaten Alor, sampai saat ini telah berkembang budidaya vanili seluas 260 Ha dengan tanaman menghasilkan sebanyak 132 pohon, produksi 70,30 ton dan produktivitas 533 kg/ha yang menyebar di hampir seluruh wilayah kabupaten Alor. (Angka Tetap Tanaman Perkebunan, 2018)

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran potensi dan produksi benih vanili varietas vanili Alor yang telah ditetapkan sebagai benih unggul sesuai SK Menteri Pertanian Republik Indonesia, No. 1372/Kpts/SR.120/10/2008, tanggal 8 Oktober 2008 tentang Pelepasan Vanili Klon Alor Sebagai Varietas Unggul Dengan Nama Vanili Alor dan telah dilakukan penilaian dan penetapan ulang sebagai kebun benih sumber pada tanggal 3 – 4 Mei 2018, dengan SK Menteri Pertanian No. 54/Kpts/KB.020/5/2018, tanggal 31 Mei 2018 dan pada tanggal 1 – 2 Agustus 2018, dengan SK Menteri Pertanian No. 83/Kpts/KB.020/9/2018, tanggal 7 September 2018.

Deskripsi Vanili Varietas Vanili Alor

         Adapun karakteristik dan deskripsi Vanili Varietas Vanili Alor  sebagai berikur :

Asal varietas

:

Landras dari populasi vanili Bali

Batang/sulur

Warna sulur

:

Hijau muda

Bentuk sulur

:

Bulat

Panjang ruas sulur (cm)

:

11,56 – 12,68

Diameter sulur (cm)

:

0,86 – 0,99

Daun

Warna daun tua

:

Hijau tua

Bentuk daun

:

Oblongus

Panjang daun (cm)

:

16,86 – 18,39

Lebar daun (cm)

:

5,38 – 5,65

Tebal daun (mm)

:

0,15 – 0,18

Bunga

Karangan bunga

:

Tandan, bercabang

Warna mahkota bunga

:

Putih kekuningan

Jumlah tandan bunga/pohon

:

11,90 – 15,60

Jumlah bunga/tandan

:

28 – 40

Panjang tangkai bunga (cm)

:

5,40

Jumlah cabang tangkai bunga

:

1 – 4

Panjang mahkota bunga

:

6,10 – 6,18

Umur mulai berbunga (bulan)

:

28

Umur bunga matang persilangan (jam)

:

5

Buah/polong

Jumlah tandan buah/pohon

:

8,67 – 11,20

Jumlah buah (polong)/tandan

:

11 -28

Panjang polong basah (cm)

:

23,01 – 27,10

Warna buah (polong) basah

:

Hijau tua

     

Warna buah (polong) kering

:

Hitam mengkilat

Berat polong basah/100 polong (kg)

:

1,90 – 2,30

Berat polong kering/100 polong (g)

:

0,38 – 0,46

Bentuk polong vanili basah

:

Segitiga

Elastisitas polong kering

:

Lentur

Diameter polong basah (cm)

:

1,30 – 1,55

Panjang tangkai tandan buah (cm)

:

2

Jumlah cabang tangkai buah

:

1 – 4

Umur buah matang petik (bulan)

:

9

Produktivitas/pohon/tahun, umur 6 tahun (kg)

:

2,65 – 3,18

Produksi/Ha/tahun, umur 6 tahun (ton)

:

3,55 – 4,81

Kadar vanillin (%)

:

2,32 – 2,85

Pembibitan (hari)

:

40

Ketrahanan terhadap penyakit BBP (F. Oxysporum f.sp. Vanilla)

:

Toleran

Rekomendasi wilayah pengembangan

:

Pulau Alor

Nama Peneliti

:

M. Hadad EA, N. R. Ahmadi, M. Syakir,

H. Supriyadi, M. Herman, Gaspar Gaa,

A. Nurbaty, K. TH. Lalangpuling, M. Suyuti,

M. Nodrotunaim, S. Sidok, C. Firman,

U. Rasiman, O. Setiawan dan W. Lukman

Pemilik varietas

:

Pemerintah Daerah Kabupaten Alor Provinsi NTT

Penetapan Kebun Benih Sumber Vanili

Penetapan Kebun Benih Sumber Vanili di Kabupaten Alor dilaksanakan oleh  tim yang terdiri dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Bogor, Direktorat Jenderal Perkebunan, Pengawas Benih Tanaman Provinsi NTT serta Dinas Pertanian dan Perkebunan (Bidang Perkebunan) Kabupaten Alor.

Adapun tolak ukur penetapan Kebun Benih Sumber Vanili berdasarkan pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 08/Kpts/KB.020/1/2018 tanggal 08 Januari 2018 tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Vanili.

Tabel 1. Standar Teknis Kebun Benih Sumber Tanaman Vanili

HASIL PENILAIAN DAN PENETAPAN KEBUN

Hasil penilaian dan penetapan ulang kebun benih sumber vanili dilakukan pada beberapa lokasi penanaman vanili yang tersebar di Kabupaten Alor dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 2. Laporan Hasil Pemeriksaan Kebun Benih Sumber Vanili di Desa Kelaisi Timur dan Kelaisi Barat, Kecamatan Alor Selatan

KRITERIA

STÁNDAR

HASIL

1

2

3

Lokasi

-   Daerah yang memiliki akses sarana transportasi secara baik, sehingga produk bahan tanaman yang dihasilkan akan mudah didistribusikan ke lokasi-lokasi pengembangan secara cepat;

-   Dekat dengan sumber air (alami atau buatan)

-   Lokasi kebun induk hendaknya memperhatikan faktor ketersediaan air. Kebutuhan air untuk tanaman vanili relatif tinggi dan peka terhadap kondisi kering relatif lama, karena sistem perakaran tanaman ini relatif dangkal

-   Lokasi bebas dari endemic serangan hama dan penyakit

Sesuai

pH Tanah

5,5 s.d 7

Sesuai

Drainase

Baik (tidak tergenang air bila musim hujan dan tidak pecah di musim kemarau)

Sesuai

Kemiringan lahan

3 – 15 %

Sesuai

Luas

Minimal 0,5 Ha

1 Ha (2 orang petani)

Ketinggian tempat

100 – 700 m dpl

789 mdpl

Curah hujan

1.500 – 3.000 mm/th

Sesuai

Bulan kering

3 – 4 bulan

Sesuai

Bahan tanam

Klonal dari varietas unggul yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian

Sesuai

Komposisi tanaman

Disesuaikan dengan desain

Sesuai

Populasi

Minimal 2.500 tanaman/ha (tergantung jarak tanam)

Sesuai

Kemurnian varietas

≥ 98 %

Sesuai

Penyiraman

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Penyiangan

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Pemangkasan pohon panjat, pemangkasan tanaman vanili dan perambatan

Sesuai standar

Sesuai

     

Jenis naungan pohon panjat

a. Pohon panjat hidup :

- Gamal (Gliricidia maculata)

- Lamtoro (Leucaena glauca)

b. Pohon panjat mati harus ada naungan

Pohon panjat hidup menggunakan Dadap (Erythrina variegate) dan Gamal (Gliricidia maculata)

Pemupukan

Sesuai rekomendasi

Tidak ada pemupukan

Kesehatan tanaman

Bebas hama dan penyakit utama

Sesuai

Umur tanaman

Minimal satu tahun

2 tahun

Asal pengambilan benih

Ruas ke ≥ 4 dari pucuk

Sesuai

Jumlah ruas yang diambil sebagai benih

·   Setek panjang 5 – 7 ruas

·   Setek pendek satu ruas berdaun tunggal

Setek pendek satu buku berdaun tunggal

 Hasil penilaian dan penetapan ulang kebun benih sumber vanili di Kecamatan Alor Selatan dapat diketahui bahwa terdapat 524 pohon yang layak dengan total potensi benih sebanyak 27.858 setek satu buku berdaun tunggal milik petani an. Yesaya Laubila dan Amos Mabilehi.

Tabel 3. Laporan Hasil Pemeriksaan Kebun Benih Sumber Vanili di Desa Kamafui dan Taman Mataru, Kecamatan Mataru

KRITERIA

STÁNDAR

HASIL

1

2

3

Lokasi

-   Daerah yang memiliki akses sarana transportasi secara baik, sehingga produk bahan tanaman yang dihasilkan akan mudah didistribusikan ke lokasi-lokasi pengembangan secara cepat;

-   Dekat dengan sumber air (alami atau buatan)

-   Lokasi kebun induk hendaknya memperhatikan faktor ketersediaan air. Kebutuhan air untuk tanaman vanili relatif tinggi dan peka terhadap kondisi kering relatif lama, karena sistem perakaran tanaman ini relatif dangkal

-   Lokasi bebas dari endemic serangan hama dan penyakit

Sesuai

pH Tanah

5,5 s.d 7

Sesuai

Drainase

Baik (tidak tergenang air bila musim hujan dan tidak pecah di musim kemarau)

Sesuai

Kemiringan lahan

3 – 15 %

Sesuai

Luas

Minimal 0,5 Ha

1 Ha (2 orang petani)

Ketinggian tempat

100 – 700 m dpl

498 dan 547 mdpl

Curah hujan

1.500 – 3.000 mm/th

Sesuai

Bulan kering

3 – 4 bulan

Sesuai

Bahan tanam

Klonal dari varietas unggul yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian

Sesuai

Komposisi tanaman

Disesuaikan dengan desain

Sesuai

Populasi

Minimal 2.500 tanaman/ha (tergantung jarak tanam)

Sesuai

(jarak tanam 2x2 m)

     

Kemurnian varietas

≥ 98 %

Sesuai

Penyiraman

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Penyiangan

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Pemangkasan pohon panjat, pemangkasan tanaman vanili dan perambatan

Sesuai standar

Sesuai

Jenis naungan pohon panjat

a. Pohon panjat hidup :

- Gamal (Gliricidia maculata)

- Lamtoro (Leucaena glauca)

b. Pohon panjat mati harus ada naungan

Pohon panjat hidup menggunakan Dadap (Erythrina variegate) dan Gamal (Gliricidia maculata)

Pemupukan

Sesuai rekomendasi

Tidak ada pemupukan

Kesehatan tanaman

Bebas hama dan penyakit utama

Sesuai

Umur tanaman

Minimal satu tahun

3 tahun

Asal pengambilan benih

Ruas ke ≥ 4 dari pucuk

Sesuai

Jumlah ruas yang diambil sebagai benih

·   Setek panjang 5 – 7 ruas

·   Setek pendek satu ruas berdaun tunggal

Setek pendek satu buku berdaun tunggal

 Hasil penilaian dan penetapan ulang kebun benih sumber vanili di Kecamatan Mataru dapat diketahui bahwa terdapat 584 pohon yang layak dengan total potensi benih sebanyak 49.640 setek satu buku berdaun tunggal milik petani an. Agripa Banlegi dan Imanuel Senlau.

Tabel 4. Laporan Hasil Pemeriksaan Kebun Benih Sumber Vanili di Desa Luba, Kecamatan Lembur

KRITERIA

STANDAR

HASIL

1

2

3

Lokasi

-   Daerah yang memiliki akses sarana transportasi secara baik, sehingga produk bahan tanaman yang dihasilkan akan mudah didistribusikan ke lokasi-lokasi pengembangan secara cepat;

-   Dekat dengan sumber air (alami atau buatan)

-   Lokasi kebun induk hendaknya memperhatikan faktor ketersediaan air. Kebutuhan air untuk tanaman vanili relatif tinggi dan peka terhadap kondisi kering relatif lama, karena sistem perakaran tanaman ini relatif dangkal

-   Lokasi bebas dari endemic serangan hama dan penyakit

Sesuai

pH Tanah

5,5 s.d 7

Sesuai

Drainase

Baik (tidak tergenang air bila musim hujan dan tidak pecah di musim kemarau)

Sesuai

Kemiringan lahan

3 – 15 %

Sesuai

Luas

Minimal 0,5 Ha

0,5 Ha

Ketinggian tempat

100 – 700 m dpl

673 mdpl

     

Curah hujan

1.500 – 3.000 mm/th

Sesuai

Bulan kering

3 – 4 bulan

Sesuai

Bahan tanam

Klonal dari varietas unggul yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian

Sesuai

Komposisi tanaman

Disesuaikan dengan desain

Sesuai

Populasi

Minimal 2.500 tanaman/ha (tergantung jarak tanam)

Sesuai

(jarak tanam 2x2 m)

Kemurnian varietas

≥ 98 %

Sesuai

Penyiraman

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Penyiangan

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Pemangkasan pohon panjat, pemangkasan tanaman vanili dan perambatan

Sesuai standar

Sesuai

Jenis naungan pohon panjat

a. Pohon panjat hidup :

- Gamal (Gliricidia maculata)

- Lamtoro (Leucaena glauca)

b. Pohon panjat mati harus ada naungan

Pohon panjat hidup menggunakan Dadap (Erythrina variegate) dan Pinang (Arenga catechu L.)

Pemupukan

Sesuai rekomendasi

Tidak ada pemupukan

Kesehatan tanaman

Bebas hama dan penyakit utama

Sesuai

Umur tanaman

Minimal satu tahun

3 tahun

Asal pengambilan benih

Ruas ke ≥ 4 dari pucuk

Sesuai

Jumlah ruas yang diambil sebagai benih

·   Setek panjang 5 – 7 ruas

·   Setek pendek satu ruas berdaun tunggal

Setek pendek satu buku berdaun tunggal

Hasil penilaian dan penetapan ulang kebun benih sumber vanili di Kecamatan Lembur dapat diketahui bahwa terdapat 377 pohon yang layak dengan total potensi benih sebanyak 24.003 setek satu buku berdaun tunggal milik petani an. Sebadius Mauko.

Tabel 5. Laporan Hasil Pemeriksaan Kebun Benih Sumber Vanili di Desa Kolana Selatan, Kecamatan Alor Timur

KRITERIA

STÁNDAR

HASIL

1

2

3

Lokasi

-   Daerah yang memiliki akses sarana transportasi secara baik, sehingga produk bahan tanaman yang dihasilkan akan mudah didistribusikan ke lokasi-lokasi pengembangan secara cepat;

-   Dekat dengan sumber air (alami atau buatan)

-   Lokasi kebun induk hendaknya memperhatikan faktor ketersediaan air. Kebutuhan air untuk tanaman vanili relatif tinggi dan peka terhadap kondisi kering relatif lama, karena sistem perakaran tanaman ini relatif dangkal

-   Lokasi bebas dari endemic serangan hama dan penyakit

Sesuai

pH Tanah

5,5 s.d 7

Sesuai

     

Drainase

Baik (tidak tergenang air bila musim hujan dan tidak pecah di musim kemarau)

Sesuai

Kemiringan lahan

3 – 15 %

Sesuai

Luas

Minimal 0,5 Ha

1,5 Ha (2 orang petani)

Ketinggian tempat

100 – 700 m dpl

403 dan 433 mdpl

Curah hujan

1.500 – 3.000 mm/th

Sesuai

Bulan kering

3 – 4 bulan

Sesuai

Bahan tanam

Klonal dari varietas unggul yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian

Sesuai

Komposisi tanaman

Disesuaikan dengan desain

Sesuai

Populasi

Minimal 2.500 tanaman/ha (tergantung jarak tanam)

Sesuai

(jarak tanam 2x2 m)

Kemurnian varietas

≥ 98 %

Sesuai

Penyiraman

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Penyiangan

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Pemangkasan pohon panjat, pemangkasan tanaman vanili dan perambatan

Sesuai standar

Sesuai

Jenis naungan pohon panjat

a. Pohon panjat hidup :

- Gamal (Gliricidia maculata)

- Lamtoro (Leucaena glauca)

b. Pohon panjat mati harus ada naungan

Pohon panjat hidup menggunakan Gamal (Gliricidia maculata) dan Pinang (Arenga catechu L.) dan Kopi (coffea sp.)

Pemupukan

Sesuai rekomendasi

Tidak ada pemupukan

Kesehatan tanaman

Bebas hama dan penyakit utama

Sesuai

Umur tanaman

Minimal satu tahun

3 tahun

Asal pengambilan benih

Ruas ke ≥ 4 dari pucuk

Sesuai

Jumlah ruas yang diambil sebagai benih

·   Setek panjang 5 – 7 ruas

·   Setek pendek satu ruas berdaun tunggal

Setek pendek satu buku berdaun tunggal

 

 Hasil penilaian dan penetapan ulang kebun benih sumber vanili di Kecamatan Alor Timur dapat diketahui bahwa terdapat 1.121 pohon yang layak dengan total potensi benih sebanyak 445.257 setek satu buku berdaun tunggal milik petani an. Soleman Habel Mowata dan Paulus Lipiwata.

Secara keseluruhan luas lahan kebun benih sumber vanili varietas vanili Alor telah ditetapkan tahun 2018 seluas 4 Ha, dengan jumlah pohon 2.579 pohon dan potensi produksi benih sebanyak 546.758 setek satu buku berdaun tunggal.

PENUTUP

Penyediaan benih bermutu oleh kebun sumber benih merupakan langkah awal peningkatan produksi dan produktifitas tanaman perkebunan. Untuk menjamin ketersediaan benih bermutu diperlukan pengawasan terhadap benih tersebut baik on farm, off farm hingga di pasaran.

Sumber

Handi Supriadi, N. R. Ahmadi, Dibyo Pranowo dan M. Hadad, 2008, Keragaan Vanili Di Nusa Tenggara Timur, Buletin Ristri Vol. 1 (2), 2008.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2019. Angka Tetap Tanaman Perkebunan Tahun 2018.

Direktorat Jenderal Perkebunan, 2018. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 08/Kpts/KB.020/1/2018 tentang Pedoman, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Tanaman Vanili.

Direktorat Jenderal Perkebunan, 2018. Berita Acara dan Laporan Hasil Pemeriksaan  Lapangan Penetapan Calon Kebun Benih Sumber Vanili Varietas Alor di Kabupaten Alor.