config

Tarian perang Woleka, saat menyambut kedatangan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil
Gubernur NTTJosef Nae Soi(KOMPAS.com /Sigiranus Marutho Bere

KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, tidak senang provinsi NTT disebut termiskin di Indonesia. Menurut Viktor, NTT punya kekayaan alam yang sangat banyak, sehingga sudah saatnya dikelola dengan baik.

Untuk mengelola alam NTT, lanjut Viktor, pariwisata menjadi lokomotif utama pembangunan di wilayah yang berbatasan dengan Timor Leste dan Australia itu. "Dalam rapat dengan bupati kemarin, saya sempat bilang bahwa masih mau dipanggil provinsi termiskin. Saya sebagai gubernur tidak suka itu. Saya tidak suka lagi NTT disebut miskin," tegas Viktor dalam dialog dengan pimpinan keagamaan di Hotel Aston Kupang, Rabu (24/10/2018).

Viktor mengajak semua komponen, termasuk tokoh agama, untuk bekerja bersama-sama bersinergi membangun NTT. Viktor pun mengaku senang, karena saat ini semua pihak mulai bekerja keras guna mewujudkan provinsi NTT menjadi sejahtera. Hal pertama yang dilakukan kata Viktor, yakni disiplin dan tepat waktu dalam bekerja.

"Sebagai gubernur, saya ingin yang pertama dilakukan harus disiplin, karena mau kerja keras haruslah disiplin,"ucapnya. Menurut Viktor, provinsi NTT sudah masuk kategori kronis, sehingga semua komponen harus kerja keras, termasuk tenaga kerja produktif yang selama ini kerja di luar negeri.

Warga yang hendak kerja ke luar negeri, harus fokus kerja membangun daerahnya dan dia telah menyiapkan strategi khusus untuk memberdayakan warga tersebut. Kembali ke sektor pariwisata lanjut Viktor, berdasarkan pengalaman dan teori yang dipelajarinya, hanya pariwisata yang mempunyai lompatan yang berlipat ganda.

Viktor punya alasan, kenapa pariwisata NTT dijadikan sebagai lokomotif, karena NTT punya potensi yang memenuhi syarat untuk menjadi provinsi pariwisata. "Dari hasil penelitian saya di 45 destinasi di NTT, 100 persen itu atraktif, baik budaya maupun alamnya,"sebut Viktor. Viktor pun berharap, dengan kerja keras dan semangat yang tinggi serta dukungan dari semua pihak, NTT akan keluar dari status sebagai provinsi termiskin di Indonesia.

Sumber : Kompas.com - 25 Oktober 2018