config

Pulau Pantar (titik merah) di Kabupaten Alor.
KUPANG--Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengungkapkan, Pemerintah akan membangun bandara perintis di Pantar, Kabupaten Alor. Tujuanya, untuk membuka akses ke pulau itu.

Viktor mengatakan hal itu di Kupang, Minggu (23/12/2018). Viktor mengatakan, pembangunan bandara perintis di Pantar akan dilakukan setelah Bandara Komodo statusnya ditingkatkan menjadi  bandara internasional. 

Dikatakan Viktor, Privinsi NTT merupakan provinsi dengan bandara terbanyak dannpelabuhan laut terbanyak. "Kita memiliki bandara terbanyak 15 bandara. Pelabuhan 45. Tapi barang tidak ada. Kapal tidak ada.Jangan hanya bangun infrastruktur tapi barang tidak ada," sindir Viktor. 

Selain bandara perintis di Pantar, Viktor mengatakan, Di NTT akan dibangun satu bandara lagi di Mbay, Kabuoaten Nagekeo.Dengan adanya bandara perintis, seluruh produk dari Flores tidak lagi dikirim dalam bentuk gelondongan tapi produk jadi. 

Jika bandara perintis di Pantar benar terwujud, maka di NTT akan ada dua bandara perintis, Sabu dan Pantar.

Sumber : Pos Kupang Sabtu, 29 Desember 2018 00:05

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi
(kanan) melakukan salam komando seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Kupang - Seratus hari, waktu terlalu singkat untuk menilai. Masih ada 1.725 hari lagi. Dari sisi pengambilan kesimpulan, maka hal itu akan terlalu dini. Kesimpulannya menjadi tidak matang karena menggeneralisir sesuatu yang minim data.

Tetapi bagaimana membaca sinyal yang dikirim Gubenur dan Wakil Gubernur NusaTenggara Timur (NTT) selama 100 hari pemerintahannya? Bagaimana menafsir `pesan' (imbauan sampai peringatan) yang diucapkan? Tentu tidak semua ucapan itu dianalisis. Beberapa diangkat sebagai acuan diskusi.

Kepemimpinan dalam makna sederhana adalah kemampuan memengaruhi atau memberi contoh. Di sana seorang pemimpin hadir memberikan insprasi bagi pengikutnya dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Menurut John Andair dalam Cara Menumbuhkan Pemimpin, 2007, cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah melakukannya dalam kerja. Di sinilah tugas pemimpin memberikan pengajaran atau instruksi berdasarkan apa yang telah dilakukan.

Dari judul tersebut dapat ditangkap pesan bahwa menjadi pemimpin butuh proses. Kepemimpinan harus terus ditumbuhkan. Hanya dalam waktu, seseorang dapat mencapai kesempurnaan. Ia pun perlu menunggu dalam proses sehingga orang yang dipimpin dapat mencapai kematangan yang baik.

Dengan mengatakan demikian, tentu kita tidak mengharapkan bahwa pemimpin adalah orang supernatural dengan kharisma yang luar biasa. Di sana sudah ada keyakinan bahwa pemimpin adalah orang tepilih. Yang terpenting adalah kemauan untuk menginspirasi agar baik diri sendiri maupun orang yang dipimpin dapat diantar mencapai tujuan.

Di sana masing-masing orang menyadari perannya dalam proyek bersama demi mencapai transformasi secara besama-sama pula, demikian tulis Dwi Suryanto dalam Transformational Leadership.

Ada empat hal. Pemimpin yang memegang teguh nilai yang tinggi yang dijadikan visi. Nilai atau ideologi ini yang memengaruhi orang lain. Sebagai `idealized influence'. ia sanggup memberikan arah kepada yang tersesat, kekuatan bagi yang lemah, kemauan bagi yang putus asah agar melihat melampaui keterbatasan fisik yang dialami.

Visi yang besar tidak diterapkan secara massal, tetapi terus memperhitungkan atau mempertimbangkan secara individual (individual consideration) orang yang dipimpin. Kesulitan dan permasalahan yang dihadapi dapat memberikan masukan penting.

 Sumber : Pos Kupang Jumat, 28 Desember 2018

 

9Ketua DPRD NTT menyerahkan cindera mata kepada Mendagri berupa kain tenun dari Suku Boti, Kamis (20/12/2018)

POS KUPANG.COM I KUPANG----Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, membentangkan program utama masa kepemimpinan lima tahun kedepan dihadapan Menteri Dalam Negeri (Mendagri),  Tjahjo Kumolo. Lima program utama ini akan dilaksanakan bersama warga NTT untuk mengejar ketertinggalan sehingga tidak lagi dilabelkan miring oleh banyak pihak tentang NTT.

Gubernur Viktor menyampaikan hal ini dalam sambutannya pada acara rapat paripurna istimewa DPRD NTT dalam rangka HUT NTT ke 60 di Gedung DPRD NTT, Kamis (20/12/2018).Rapat ini dibuka Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno dihadiri juga ratusan pejabat nasional maupun daerah.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan, sejak dilantik secara resmi memimpin NTT bersama Wakil Gubernur,Josef Nae Soi, pihaknya bergerak cepat.

Langkah yang dilakukan semata-mata untuk mengejar ketertinggalan daerah ini. Untuk itu, dengan lima program utama yang sudah dicetuskan diharapkan daerah ini bisa lebih maju.

 

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat, turut menghadiri perayaan HUT NTT ke 60, Kamis (20/12/2018). Pada kesempatan tersebut, Viktor menyampaikan pidato di depan para hadirin yang turut merayakan ulang tahun provinsi tersebut.

Yang menarik, pada pidato Viktor ialah ancaman yang ia sampaikan untuk pada anak muda yang tidur lebih dari 5 jam dalam sehari. Dilansir Tribunwow.com oleh Pos Kupang, selain memberikan ancaman bagi anak muda yang tidur lebih dari 5 jam, ia juga memberikan pesan pada anak muda untuk tidak bermalas-malasan.

"Kalau saya temukan pemuda pemalas, saya akan lipat dia sampai ke laut," kata Viktor. "Saya tidak butuh orang pemalas.Provinsi ini butuh pemuda rajin.Yang tidur lima jam sehari," tambahnya.

Ancaman-ancaman tersebut diberikan Viktor agar NTT tidak tertinggal dari provinsi-provinsi lain. "Saya tidak mau pemuda NTT jadi pengecut.Saya mau kita sama-sama membangun provinsi ini agar tidak tertinggal lagi," tegas Gubernur Viktor Laiskodat.

Sumber : Timor Express Jumat, 21 Desember 2018 10:59

 

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengikuti acara Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
yang ke-60, di Kupang pada hari ini, Jumat (20/12/2018).

Kupang - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengikuti acara Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ke-60, di Kupang pada hari ini, Jumat (20/12/2018).

Mendagri mengucapkan selamat kepada seluruh warga NTT atas hari jadi tersebut. “Kami mengucapkan selamat Hari Jadi yang Ke-60 Provinsi Nusa Tenggara Timur kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur. Peringatan Hari Jadi ke-60 Provinsi NTT merupakan peristiwa bersejarah, bagi seluruh masyarakat di bumi Flobamora,” ujarnya.

Menurut Tjahjo Kumolo, peringatan ulang tahun mengandung makna filosofis, yaitu pertama, bermakna introspektif. Artinya, peringatan Hari Ulang Tahun menjadi sarana mawas diri atau introspeksi diri.

“Kedua, bermakna prospektif artinya melalui perayaan Hari Ulang Tahun, kita berupaya mendesain atau merancang sebuah formula masa depan berlandaskan realita dan dinamika kekinian,” ujarnya.

Mendagri mengatakan, dalam dua tahun terakhir, ekonomi NTT berhasil tumbuh di atas rata-rata nasional pada kisaran 5%. Berdasarkan potensi sumber daya yang ada, Provinsi Nusa Tenggara Timur juga memiliki berbagai peluang investasi yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Antara lain dalam bidang peternakan, perdagangan, agrobisnis/agroindustri, industri kerajinan, dan pariwisata.

“Peringatan Hari Jadi Provinsi NTT yang Ke-60 ini merupakan momentum berharga bagi seluruh jajaran pengambil dan pelaksana kebijakan di Provinsi NTT untuk kembali melakukan intropeksi/evaluasi atas capaian kinerja yang telah berhasil diraih,” ujarnya.

Mendagri Tjhajo Kumolo didampingi Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan istri saat tiba di Kupang NTT 20122018

(Mendagri, Tjhajo Kumolo didampingi Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan istri, saat tiba di Kupang, NTT (20/12/2018)

Keberhasilan pembangunan di daerah pada saat ini dan juga dimasa mendatang, lanjut Tjahjo, banyak ditentukan oleh berbagai persyaratan. Persyaratan itu  terutama ditentukan oleh seberapa besar sebuah daerah memiliki kemampuan untuk dapat mengoptimalkan sumber-sumber daya serta mengeliminasikan timbulnya keterbatasan dan hambatan-hambatan yang ada.

Mendagri berharap, dalam rangka mewujudkan visi pembangunan Indonesia yaitu “Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri Dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”, Pemerintah Provinsi NTT mampu menyelesaikan beberapa agenda prioritas dalam Nawa Cita, yaitu “Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia”.

Pemerintah, kata Tjahjo, telah berupaya mempercepat pembangunan di daerah NTT, khususnya di daerah terpencil dan perdesaan. “Pemerintah telah berupaya mempercepat pembangunan daerah termasuk di dalamnya daerah pinggiran, kawasan tertinggal, kawasan timur Indonesia, kawasan pedesaan, kawasan marginal, perkotaan dan wilayah strategis lainnya,” pungkasnya.

Sumber : Indonews.com Kamis 20 Desember 2018