config

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakapolda NTT, Brigjen Pol Johni Asadoma diterima Bupati Manggarai Kamilus Deno dan jajaran di kantor Bupati Manggarai, kemarin. Foto: Gerasimos Satria/VN

Gerasimos Satria

Bupati Manggarai, Deno Kamelus menyatakan siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk memajukan pariwisata. Pertanian Manggarai diarahkan untuk memasok kebutuhan industri pariwisata.

Di hadapan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Waka Polda NTT, Brigjen Pol Johannis Asadoma di aula kantor Bupati Manggarai, Rabu (9/1) ia sepakat dengan program Gubernur NTT soal konektivitas antardaerah dalam membangun sektor pariwisata. Konektivitas antara daerah sangat penting agar potensi setiap daerah saling melengkapi satu sama lain untuk mendukung kemajuan pariwisata. Namun, konektivitas itu membutuhkan pembangunan infrastruktur jalan dan pelabuhan antardaerah.

Untuk mendukung sektor pariwisata, kata dia, masyarakat Manggarai sudah siap memasok kebutuhan sayur mayur ke hotel, restoran dan rumah-rumah makan di kabupaten lain, seperti Manggarai Barat dan kabupaten lainnya di NTT.

Selama dua tahun terakhir, kata dia, Pemkab Manggarai mendorong kelompok tani di seluruh desa untuk membudidayakan tanaman holtikultura sehingga sejak 2017 lalu, kelompok tani Manggarai sudah memasok kebutuhan sayur di sejumlah wilayah di daratan Flores.

Tanaman holtikultura menjadi program unggulan sektor pertanian di Kabupaten Manggarai. Pemkab Manggarai bahkan membantu memasarkan ke luar daerah, termasuk membantu bibit dan pupuk untuk para petani.


Bangun Homestay
Gubernur VBL dalam sambutannya mengatakan, Manggarai merupakan daerah penghasilan kopi. Manggarai memiliki banyak obyek wisata unggulan seperti Wae Rebo dan Gunung Ranaka. Dirinya meminta Pemkab Manggarai mendorong masyarakat sekitar obyek wisata agar membagun homestay untuk melayani wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata.

VBL mengaku sedih melihat perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat. Sebab, seluruh sayur dan buah-buahan didatangkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Padahal, wilayah Manggarai adalah daerah subur.

Kemajuan sektor pariwisata, tegas VBL, harus menguntungkan masyarakat setempat. Karena itu, pemerintah daerah harus mampu memetahkan apa yang menjadi keunggulan di wilayahnya.

Dia meminta Pemkab Manggarai agar bekerjasama dengan Pemkab Manggarai Barat agar kebutuhan sayur dan buah di Labuan Bajo dipasok dari Manggarai.

Ia juga mendorong Pemkab Manggarai memperbaiki infrastruktur jalan ke obyek-objek wisata yang ada di Manggarai.
Manggarai, kata dia, harus bisa menggelar lima event wisata setiap tahun. Tujuannya untuk terus memperkenalkan potensi-potensi wisata yang ada ke dunia luar.

“Festival apa saja, seperti festival kopi dan festival budaya. Itu digelar rutin setiap tahun. Di festival itu, ASN harus menjadi EO (event organizer)-nya. Jangan ambil EO dari Jakarta.

“NTT adalah daerah yang indah dan memiliki banyak potensi. Saya janji tiga tahun ke depan infrastruktur jalan dan jembatan akan tuntas dikerjakan,” ujar VBL.

Sementara itu, Wakapolda Johni Asadoma pada kesempatan itu menyampaikan bahwa pihak kepolisian siap mendukung program pembangunan di NTT, termasuk di Manggarai. Dukungan polisi, kata dia, yakni dalam bentuk menjamin Kamtibmas. Dengan adanya Kamtibmas yang baik, maka pembangunan berjalan lancar.

Sumber : victory news, 10 Januari 2019