config

PANTAU BIBIT‎ - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat berdialog dengan Aleks Lie saat memantau
tanaman Indigofera, salah satu bibit pakan ternak di Kelurahan Batuplat, Kota Kupang, Senin(7/1/2019). 

KUPANG - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat memantau‎ bibit pakan ternak di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Pakan ini dikenal dengan nama Indigofera dari kelompok leguminosa pohon.

Senin (7/1/2019), sekitar pukul 08:30 wita,Gubernur NTT, Viktor Laiskodat didampingi, Karo Humas, Semuel Pakereng, Kadis Peternakan NTT, Dani Suhadi, Kadis Sosial,Wilem Foni, Kadis Perdagangan, Hadji Husen, Kadis Pariwisata,Marius Jelamu,Kasat Pol PP, Johanes Hawula,Kadis PMD, Flory Mekeng, Kadis Lingkungan Hidup, Beni Lola.

Lokasi bibit pakan ini di halaman belakang rumah milik Aleks Lie.  Saat itu, Viktor Laiskodat mengatakan, pemerintah menyambut baik jika ada masyarakat yang membuat bibit pakan ternak. Kadis Peternakan NTT, Dany Suhadi mengatakan, Indigofera adalah jenis pakan yang bisa untuk ternak sapi maupun kambing.

"Jenis pakan ini sangat baik untuk penggemukan ternak sapi‎. Pakan ini punya kelebihan karena tidak miliki racun sehingga bisa langsung dikonsumsi ternak," kata Dany. Aleks mengatakan, ide untuk pembibitan pakan ternak ini berasal dari Tuhan, karena dirinya memiliki visi membangun NTT dalam bidang peternakan. "Ada satu evangelist dari Malang bernama Iwan Besi. Pak Iwan yang kasi saya bibit ini dan sudah saya usahakan sekitar 1,5 tahun,"kata Aleks.

Dia mengkui, pernah menyemaikan bibit Indigofera ini sebanyak 500 bibit, namun tidak berhasil. "Saya juga tidak tahu kenapa bibit itu mati,"katanya. Dia mengakui, ketika bertemu bapak Gubernur NTT, dirinya langsung menyampaikan soal bibit pakan ternak itu dan Gubernur merespon sehingga mengunjungi dan melihat langsung bibit Indigofera.

Jenis tanaman ini diperbanyak dengan biji. Nampak di belakang rumah Aleks Lie ada beberapa polibag yang sudah ditanam Indigofer. Sementar di emperan rumahnya ada biji Indigofera yang siap dibudidaya.

Sumber : Pos Kupang Senin, 7 Januari 2019