config

Berita Terkini

 
Gubernur Viktor Laiskodat Buka Peluang Polisi Jadi Kepala Dinas di NTT.


 
VBL POLRI
 
 
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat membuka peluang bagi personel Polda NTT untuk mengisi jabatan menjadi kepala dinas di Provinsi NTT. "Jadi saya bisik-bisik, kami punya pariwisata ini kurang. Kalau memang ada kader-kader di kepolisian ini ada yang bagus buat pariwisata, kadis pariwisata ini kosong atau mungkin peternakan," kata Viktor saat memberikan kata sambutan dalam acara syukuran HUT ke-74 Bhayangkara di Mapolda NTT.
Gubernur sudah mencari tahu apakah bisa seorang polisi menjadi kepala dinas di pemerintahan provinsi.
Ternyata hal itu pernah terjadi di Sulawesi Utara. "Oleh karena itu boleh juga di NTT ada anggota Polri yang dipakai menjadi kepala dinas di sini," ujar dia.
Namun, polisi tersebut tentu saja harus beralih profesi atau pensiun dini agar bisa menjadi kepala dinas di salah satu dinas yang dia sebutkan. Viktor menjelaskan, tak ada bedanya saat menjadi polisi dan menjadi kepala dinas.
Ketika menjadi kadis pariwisata misalnya, sudah pasti akan mengurus masyarakat, serta kawasan wisata yang bertujuan untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat. Untuk mengurus pariwisata atau pun ternak di NTT membutuhkan orang yang punya keahlian dan mau bekerja keras. Sebab, untuk pariwisata sendiri saat ini menjadi penggerak utama untuk meningkatkan perekonomian provinsi NTT. Begitu juga dengan sektor peternakan yang juga mampu menjadi sektor menguntungkan bagi NTT.

 

Langka Banget, Ada Penyu Bertelur Siang Hari di Rote.

 

penyu rote

      Langka! Penyu Lekang bertelur siang hari di Rote.

 

Rote - Penyu umumnya bertelur saat malam hari nan sunyi. Baru saja terjadi, seekor penyu lekang di Rote bisa bertelur siang hari.
Peristiwa langka itu dilaporkan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum lama ini.
Lokasi penyu bertelur siang hari itu muncul di Pantai Sosadale, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (17/06) pukul 10.00 WITA seperti dikutip dari situs resmi KKP, Jumat (26/6/2020).
"Penyu Lekang umumnya bertelur saat menjelang malam (jam 20.00-24.00). Sementara itu, penyu sisik waktu bertelur tidak dapat diduga, kadang malam hari, kadang siang hari," ujar Kepala BKKPN Kupang, Ikram M Sangadji.

Sementara itu, periode bertelur penyu lekang tersebut tak terlalu aneh. Sekitar tengah tahun.

"Dari hasil monitoring selama lima tahun terakhir memang menunjukkan bahwa penyu rutin bertelur di wilayah Pantai Sosadale setiap tahunnya dengan puncak waktu bertelur pada bulan Juli dan Agustus," ujar Ikram.

"Oleh karena itu, sebagai tindakan pelestarian untuk melindungi telur penyu dari predator maka BKKPN Kupang menginisiasi pembangunan demplot penyu berbasis pengelolaan masyarakat pada tahun 2016," Ikram menjelaskan.

Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir (PELP) Ahli Utama KKP Agus Dermawan menyebut penyu bertelur memang berbeda-beda, sesuai dengan jenisnya masing-masing. Agus menambahkan lebih umumnya penyu bertelur pada malam hari dikarenakan penyu-penyu itu memerlukan rasa aman untuk bertelur. Nah, potensi gangguan di siang hari itu lebih besar.

Ya, penyu kembali ke daratan memang untuk bertelur. Biasanya dia berada di perairan.
"Biasanya penyu lekang membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menyelesaikan proses bertelur dengan jumlah telur per sarang sekitar 109 butir. Selang waktu bertelur per musim sekitar 17-30 hari," ujarnya.

Beruntung, kali ini penyu lekang berhasil menelurkan 145 butir dalam satu sarang. Peristiwa ini pun menjadi perhatian KKP.
Menanggapi peristiwa langka ini, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Aryo Hanggono menjelaskan bahwa lokasi penyu bertelur tersebut termasuk dalam Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu yang dikelola oleh BKKPN Kupang.
"Saya instruksikan BKKPN Kupang untuk meningkatkan pemantauan dan pengawasan di lokasi peneluran. Sehingga telur penyu terlindungi, dari gangguan predator maupun dari pencurian," Aryo menegaskan.

 

Sumber Berita :https://travel.detik.com/travel-news

 

 

 

 

Jika Ada Pabrik Semen
Gubernur VBL : Matim Akan Bertumbuh Luar Biasa !

 

gover matim1

Dalam kunjungan kerja (Kunker) Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) di daratan Flores khususnya di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ada pernyataan yang menarik. “Kita juga bersyukur dengan pembangunan di Manggarai Timur (Matim), walaupun kita tahu bahwa ada polemik terhadap pembangunan pabrik semen,” tandas Gubernur VBL saat tatap muka bersama masyarakat di Kelurahan Pota Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Matim, Kamis (25/06/2020) siang.
Menurut Gubernur VBL, jika rencana investasi pabrik semen di Matim berjalan dengan baik maka Kabupaten Matim akan mendapatkan Rp 80 miliar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Jika semua dapat berjalan dengan baik, Manggarai Timur akan memiliki pertumbuhan yang luar biasa dari pabrik semen. Bupati akan mendapatkan Rp 80 miliar hanya untuk PAD saja belum termasuk tenaga kerja dan lainnya,” ungkap Gubernur VBL, disambut tepuk tangan hadirin.

gover matim2


Provinsi NTT, sambung Gubernur VBL, masih membutuhkan semen untuk mendukung proses pembangunan dan kebutuhan industri lainnya. “Saat ini NTT membutuhkan semen 1,1 juta ton per tahun untuk membangun jalan kita. Saya meminta Bupati untuk proses berlanjut sambil kita kawal seluruh Analisis Dampak Lingkungan (Amdal)nya. Setelah semua dapat dikawal dengan baik, saya mengharapkan agar pabrik semen ini bisa berjalan,” tegas mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI.
Gubernur menghargai perbedaan pandangan yang ada di dalam masyarakat terkait rencana pendirian pabrik semen di Matim. “Kita semua yang pro dan kontra ikut terlibat menjaga agar amdalnya itu bisa berjalan dengan baik; setelah semuanya selesai maka saya harapkan pabrik semen ini bisa berjalan. Sebagai gubernur saya sudah bertemu dengan pihak-pihak dan saya sudah pergi lihat masyarakat di sekitar sana; mereka hidup selama ini dari menjual kayu api. Tapi dengan industri itu masuk dengan tetap menjaga lingkungan hidup dan pembangunan yang inklusif, kita berharap agar pembangunan pabrik semen dapat tetap menjaga lingkungan agar tidak rusak,” pinta Gubernur VBL.
Dia menambahkan, “Sebelum saya mengeluarkan amdalnya, kita harus hati-hati dan melihat dari berbagai aspek, dari segi ekonomi, lingkungan. Setelah semuanya terpenuhi, maka tentunya pemerintah akan memberikan ijin untuk majunya pabrik itu. Sekarang rebut-ribut ini baru sampai beli tanah. Lalu urus Amdal. Kita periksa lagi bagaimana cara kerjanya. Kalau kerjanya bagus kita tidak boleh melarang. Kalau amdalnya tidak sesuai, ya jangan,” ujar Gubernur sambil menegaskan, “Kalau orang kerja baik kita tidak boleh larang orang atau investor membawa rejeki ke daerah kita.”

gover matim3


Gubernur mengaku, tidak mengenal siapa investor pabrik semen di Matim. “Saya tidak kenal investornya. Tapi siapapun yang mau bikin pabrik semen di NTT, saya mau tanda tangan. Asal ikuti prosedur-prosedur dan menjaga agar pembangunan industri itu tidak merusak lingkungan,” pinta Gubernur.

 

Sumber Berita : https://web.facebook.com/IndoLines

 

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Apresiasi Peternakan Sapi di Ende.

 

gubernur nusa tenggara timur ntt viktor bungtilu laiskodat

      Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat saat meninjau Peternakan Sapi di Nangapanda, Kabupaten Ende, Sabtu (27/6/2020). 


Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Ende, Sabtu (27/6/2020).

Gubernur Viktor dan rombongan tiba di Ende tepatnya di Kecamatan Nangapanda, sekitar pukul 15.00 Wita. Orang nomor satu di NTT ini disambut Bupati Ende Djafar Achmad dan tua adat (mosalaki).

Di pendopo peternakan sapi, Romo Domi Mawo yang terlibat dalam inovasi peternakan sapi tersebut, diberi kesempatan untuk memaparkan bagaimana pengembangan peternakan sapi tersebut.

Peternakan sapi itu merupakan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah Kabupaten Ende, akademisi dari Institut Pertanian Bogor (ITB) dan investor. Sapi-sapi dipelihara dalam kandang dan diberi makan terpilih untuk mempercepat proses penggemukkan.

Pakan sapi dari bermacam-macam tanaman, salah satunya sorgum yang dicampur dengan jenis tanaman lain dan difermentasi. Sebelum dikandangkan sapi terlebih dahulu menjalani proses karantina guna memastikan sapi benar-benar sehat.

Untuk pakan, di lahan peternakan tersebut juga ditanami berbagai jenis tanaman dan juga dibeli dari para petani.

"Ini inovasi yang bagus karena bersifat komunal melibatkan masyarakat, pebisnis, pemerintah dan akademisi. Kalau ini benar-benar dijalankan secara serius, tentu bagus," ungkap Romo Domi.

Gubernur Viktor dalam kesempatan itu mengatakan saat ini di NTT dan secara nasional tengah berupaya agar tidak lagi mengimpor daging sapi dari luar negeri. "Kita jangan dulu bicara ekspor, tapi kita upayakan, jangan lagi impor daging sapi," katanya.

Gubernur mengatakan Pemerintah Provinsi NTT mendukung peternakan sapi tersebut. Namun, ia mengingatkan harus dikelola dengan baik. "Jangan kita buat tapi tidak ada keberlanjutan. Kita butuh orang-orang yang mau bekerja," tegasnya.

Menurutnya, untuk pengembangan pertanian sekaligus menopang pakan ternak di Ende, Pemerintah Kabupaten Ende mesti memiliki seratus hingga lima ratus traktor dan handtraktor untuk mengolah lahan.

Dia katakan, traktor dan handtraktor harus dikendalikan langsung oleh Bupati, bukan Dinas terkait apalagi para petani. "Kalau jalan, semua traktor seterak jalan, jangan satu-satu dan jangan pernah kasi di kelompok tani," ungkapnya.

Menurutnya, untuk pengembangan pertanian, tahun 2022 Pemerintah Provinsi NTT akan fokus mengelola air. Dia katakan saat ini hingga tahun 2020 pembangunan difokuskan dulu pembenahan jalan provinsi di seluruh NTT.

Haji Pua Ahmad, mewakili pihak investor, mengatakan, dari peternakan sapi tersebut masyarakat bisa mendapat banyak keuntungan.

"Mereka bisa jual sapi kapan saja. Tidak hanya itu, pakan juga dibeli dari masyarakat. Misalnya kakao, selama ini kan kita hanya ambil bijinya, nah sekarang masyarakat bisa jual kakao untuk pakan ternak. Selain itu masyarakat juga dibina untuk tanam sorgum, yang juga bisa jadi pakan ternak, nanti mereka juga bisa jual sorgum," ungkapnya.



Sumber Berita : https://kupang.tribunnews.com




Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Apresiasi Peternakan Sapi di Kabupaten Ende, https://kupang.tribunnews.com/2020/06/27/gubernur-ntt-viktor-laiskodat-apresiasi-peternakan-sapi-di-ende.
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso

 

Gubernur VBL : "Sawah Simbol Kesejahteraan".

 

gover sawah

 

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, sawah adalah simbol kesejahteraan dan simbol kehidupan. "Kita bersyukur ada di tempat ini; sawah merupakan simbol kehidupan," tegas Gubernur dalam arahannya di depan masyarakat di Kelurahan Pota Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (25/06/2020).
Menurut Gubernur, jika masyarakat yang ada di desa atau daerah persawahan tidak bekerja maka hanya menunggu waktu untuk orang-orang yang ada di kota untuk tidak berdaya. "Orang desa tidak kerja yaa...orang kota tinggal tunggu waktu untuk mati," kata Gubernur sambil menambahkan, "orang desa bekerja seperti budak tetapi makan seperti raja."

gover2 sawah


Gubernur mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Matim di bawah kepemimpinan bupati dan wakil bupati Matim. "Saya apresiasi pak Bupati dan tentu Wakil Bupati yang telah bekerja serius untuk mensejahterakan masyarakat melalui pertanian dan peternakan. Sebagai Gubernur tentu dengan Pak Bupati serius bekerja untuk menghilangkan stigma kemiskinan di Provinsi NTT," ucap Gubernur dan menambahkan, "tidak ada yang senang dipanggil miskin. Manusia yang sehat tidak akan mau."

gover3 swah


Sementara itu Bupati Matim, Agas Andreas, SH, MH mengungkapkan pihaknya mendukung Pemprov NTT khusus di bidang peternakan. "Kami jadikan Matim sebagai Kabupaten Ternak. Masyarakat wajib pelihara babi, kambing, ayam kampung dan ternak lainnya," kata Bupati Agas.
Nampak hadir pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT, anggota DPRD NTT dapil Manggarai, pimpinan OPD lingkup Pemkab Matim, unsur Forkompinda Matim, para Camat, Kades dan tenaga kesehatan serta tamu undangan lainnya.

Sumber Berita : https://web.facebook.com/IndoLines