config

 

Gubernur Ingin Pariwisata harus didukung sektor Pertanian, Peternakan serta Perikanan.

 

 

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, dalam rangka pemulihan ekonomi di NTT dalam masa pandemi covid 19 maka dibutuhkan suply chain dari berbagai sektor untuk mendukung Parwiwisata sebaga prime mover ekonomi. Hal tersebut diungkapkannya dalam Diskusi Peran Lembaga Jasa Keuangan dan Asosiasi Pelaku Usaha dalam rangka pemulihan ekonomi provinsi NTT pada Jumat (14/8).
“Provinsi ini punya masa depan terbaik. Dari Seluruh masyarakat NTT ada 60% yang berperan dalam petanian dan peternakan. Cara berpikir bila pariwisata sebagai prime mover Maka dari itu, sektor peternakan dan pertanaian serta perikanan juga harus mendukung pariwisatanya,” ujar Viktor.
“Lembaga Perbankan ataupun yang bukan Perbankan harus punya peranan lebih mendesain ke situ. Penyaluran dana ke masyarakat harus menopang bidang pertanian dan peternakan. Orang datang berkunjung ke tempat wisata dan budaya yang eksotis maka pasokan makanan yang disedikan di restoran juga harus dari pertanian dan peternakan serta perikanan kita. Ada suply chainnya atau rantai pasokannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gubernur juga menuturkan pada perubahan pola pikir atau mindset yang harus ada bagi setiap masyarakat dalam hal ini untuk meningkatkan pembangunan dan pengelolaan potensi daerah. “Masyarakat harus punya pola pikir dan mindset yang bagus untuk perubahan dalam pengembangan potensi. Harus punya ide besar. Kita akan manfaatkan perikanan juga untuk pengembangan potensi ikan tuna dan bandeng hingga kerapu. Mimpi saya adalah NTT sebagai salah satu produsen ikan kerapu terbesar di dunia,” jelasnya.
Dikatakannya NTT memiliki potensi alam yang kaya yang dalam pengembangannya harus melalui riset ilmiah untuk menjadikan produk ekspor yang berkualias. “Kita harus punya riset yang baik. Mulai dari shopia, garam, dan lain-lain. Hasil riset itu adalah penelitian. Maka dari itu kita bisa kembangkan dengan lebih baik,” tambah Viktor.
Sementara itu, Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Lidya Kurniawati menjelaskan lembaga perbankan sudah mulai mengeksekusi restrukrurisasi untuk pemulihan ekonomi. “Perbankan sudah mulai restrukturisasi pemulihan ekonomi masa pandemi covid 19. Hingga pada UMKM masyarakat. Pesan dari menteri keuangan adalah pertumnuhan ekonomi kita tidak boleh menurun lagi dan semoga bisa diperbaiki pada pada kuartal 3 nanti,” ujar Lidya.
Kepala OJK NTT Robert Sianitar mengatakan terdapat beberapa sektor yang tetap bertumbuh dan beberapa sektor tidak mengalami pertumbuhan. “Ada beberapa sektor yang tetap tumbuh positif dan ada yang tidak mengalami pertumbuhan. Sektor yang mengalami pertumbuhan yaitu sektor pertanian 35%, Jasa Perorangan Rumah tangga 27%, Industri Pengolaha 22%, lapangan usaha dan konsumsi 12%, jasa kesehatan dan perdagangan terus tumbuh, jasa transportasi juga tumbuh. Sementara Sektor yang menurun yaitu pembelian kendaraaan bermotor, pembelian ruko, konstruksi dan administrasi pemerintahan”, jelas Robert.
Plt Direktur Bank Pembangunan Daerah Harry Riwu Kaho mengharapkan dengan diskusi tersebut maka dapat terjadi sinergitas antara Lembaga Jasa Keuangan dan Asosiasi Pelaku Usaha sehingga dalam tujuan pemulihan ekonomi NTT maupun nasional dapat dilakukan dengan baik dan juga mendukung pembangunan sesuai yang diharapkan.
 

Sumber Berita : Biro Humas Prov. NTT