Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

KUPANG - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengaku merasa kasihan dengan ASN di lingkup Pemprov NTT.

Viktor menyampaikan ini pada acara dialog Pemprov NTT dengan Civitas Akademika /Pimpinan Lembaga Perguruan Tinggi (PT) se- daratan Timor, Alor dan Rote Ndao, di Hotel Aston-Kupang, Rabu (21/11/2018).

Pada dialog ini, Gubernur NTT mengakui merasa kasihan dengan para ASN. "Teman-teman di provinsi, saya kasihan mereka, karena mereka dapat gubernur seperti saya. Saya sadari bahwa tidak gampang ikut Viktor. Tapi tidak ada pilihan untuk bisa berubah," kata Viktor.

Dia menjelaskan, ASN di NTT harus bisa dan jangan bilang tidak bisa. Bahkan, lanjutnya, jangan sebelum bekerja sudah katakan tidak bisa, tetapi harus menyampaikan kepada gubernur bahwa kegiatan itu tidak bisa.

"Kalau bilang tidak bisa harus dengan alasan bahwa tidak bisa karena harus lakukan ini dan seterusnya, maka kita akan cari solusi. Teman-teman ASN di Provinsi NTT, saya yakin hari ini mereka juga sudah naik kelas. Mereka paksa naik kelas, sebab kalau tidak naik kelas berarti masalah," ujarnya.

Dia mengakui, ada yang mengatakan, jika tidak suka maka berhentikan saja dari jabatan yang diemban.

"Ada yang bilang, jika tidak suka dengan saya, maka berhentikan saja dari jabatan, tapi saya tidak mau. Kalau berhentikan dari jabatan dan tetap jadi PNS dan kerja tidak betul, saya pecat. Itu kan buat rugi negara," katanya.

Dikatakan, jika digugat maka akan berperkara di MA bisa sampai satu tahun lebih. Apalagi keputusan PTUN itu tidak mempunyai kekuatan eksekutorial.

"Di pemprov ini, kita harus ajar orang untuk berani. Mana ada orang takut pimpin dunia? Dunia ini maju karena orang berani baru pintar," katanya.

Dikatakan, penakut itu sudah karakter, tetapi orang bodoh belajar dan akan menjadi pintar. Namun, lanjutnya, orang penakut itu mau dibuat berani seperti apapun akan tetap penakut.

"Naik pesawat dan goyang sedikit takut, gemetar, naik kapal laut goyang sedikit gemetar dan berdoa tidak habis-habisnya. Saya pikir dunia NTT saat ini mempunyai dinamika yang berbeda," katanya.

Sumber : Pos Kupang, Rabu 21 November 2018