config

 

Gubernur Resmikan Fasilitas Objek Wisata Mulut Seribu - Rote.

 

VBL mulutseribu

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dan Wakil Bupati Stefanus M Saek menekan tombol sirene sebagai tanda peresmian Cottage Pia Heu Victory dan Resto Mama Hoko, di kawasan wisata Mulut Seribu, di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko.

 

Fasilitas objek wisata Mulut Seribu, di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, yang dibangun Pemerintah Provinsi NTT sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, Senin (15/6) diresmikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Fasilitas objek wisata yang diresmikan, yakni empat unit penginapan (cottage) berkapasitas 10 kamar, yang diberi nama bernuansa Rote ‘Pia Heu Victory’, dan satu unit resto yang dinamai Mama Hoko Resto, yang telah dibangun Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT tahun 2019 lalu.

Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur VBL, dan penekanan tombol sirene bersama Gubernur NTT, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dan Wakil Bupati Stefanus M Saek, disaksikan Wakapolda NTT Brigjen Pol Johny Asadoma serta Forkopimda Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao Pulina menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT yang telah menetapkan dan mengembangkan kawasan wisata Mulut Seribu sebagai prioritas.

Masyarakat Rote Ndao bersyukur dan menjadikan kesempatan ini sebagai motivasi agar lebih berinvonasi dalam menata objek wisata ini ke depan.

Bupati Paulina berharap Pemprov NTT terus mendukung dengan membantu memperkenalkan Mulut Seribu dan objek-objek wisata lainnya di Rote, agar pariwisata Rote bisa maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Gubernur VBL dalam sambutannya mengatakan, secara kasat mata masih ada kekurangan dalam pembanguna cottage dan resto tersebut tetapi ia memakluminya sebagai tahap belajar membangun community based tourism (pariwisata berbasis masyarakat).

mulutseribu2

 

Menurutnya,  tujuan Pemprov NTT bersama Pemkab Rote Ndao membangun fasilitas ini adalah untuk mempersiapkan masyarakat Rote Ndao menjadi masyarakat yang berpikiran maju yang mampu mengelola tempat ini.

“Yang mengelola tempat ini harus masyarakat. Lembaganya bisa koperasi atau BUMDes, tetapi masyarakat yang mengerjakannya. Pendampingan harus terus dilakukan oleh pemerintah, namun secara pelan-pelan pemerintah bergeser dan masyarakat yang kelola sendiri,” katanya.

Gubernur VBL berharap masyarakat di Mulut Seribu harus mendapat bimbingan berkelanjutan dari Disparekraf NTT dan Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Nda agar nantinya masyarakat dalam mengelola dapat memberikan pelayanan bagi para wisatawan mancanegara maupun domestik.

Ia menegaskan, fasilitas yang dibangun harus dijaga.

“Ciri khas pemerintah masa lalu itu hobi membangun tanpa memelihara dan memanage. Jadi, kita harus mulai kembalikan kepada fungsi semestinya, membangun dan memanage. Tempatnya sudah jadi, masyarakatnya juga harus jadi lebih baik dalam mengelola objek wisata ini. Saya harapkan ke depan Mulut Seribu menjadi tempat stimulus pembangunan pariwisata di seluruh Rote,” katanya.

Gubernur VBL datang bersama rombongan, yang terdiri dari Wakapolda NTT Brigjen Pol Johny Asadoma, Asisten II Samuel Rebo, Kadis Parekraf Wayan Dermawa, Kadis Kelautan dan Perikanan Ganef Wurgiyanto, Kadis Sosial Messe Ataupah, Karo Humas dan Protokol Jelamu Ardu Marius, Staf Khusus Pius Rengka, David BW Pandie, Tony Jogo, Rocky Pekujawang, dan Imanuel Blegur.
Sementara hadir dalam acara peresmian, selain Bupati dan Wakil Bupati, juga Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo, Dandim 1627/Rote Ndao Letkol (Kav) Andriyan Wahyu Dwi Atmoko, Danlanal Pulau Rote Letkol Laut (P) Anis Latif, Kajari Rote Ndao Indra Hadiyanto, Ketua PN Rote Ndao Beauty DE Simatauw, dan Ketua DPRD Alfred Saudila, Sekda Jonas M Selly, para Asisten dan pimpinan OPD, para Camat, kepala desa/lurah, serta masyarakat.

 

Sumber Berita : www.victorynews.id