config

Berita Terkini

BENIH EMAS HIJAU DARI NEGERI SERIBU MOKO ( VANILI ALOR )

Oleh :

Neliyanti P. Donuata, SP

Pengawas Benih Tanaman Muda

UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur

PENDAHULUAN

Emas Hijau merupakan sebutan bagi tanaman Vanili (Vanilla planifolia) yang sangat terkenal. Tanaman vanili merupakan tanaman perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi dengan harga yang relatif mahal dan stabil. Vanili merupakan tanaman penghasil bubuk vanili dari buah yang berbentuk polong, yang seringkali dimanfaatkan sebagai pengharum makanan. Vanili Indonesia banyak digemari konsumen karena kualitas vanili Indonesia lebih unggul.

Tanaman vanili tampil dengan baik di beberapa sentra produksi karena daya adaptasi yang tinggi di berbagai ekosistem. Hal ini mungkin menyebabkan terjadinya perubahan fenotipe dan tumbuh sebagai spesifikasi lokasi. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai daerah tropis sesuai untuk pengembangan tanaman vanili dan terbukti telah menjadi salah satu komoditias ekspor Indonesia (Supriadi, H., dkk, 2008).

 
  Pada tahun 1990-an bubidaya vanili mulai berkembang kearah timur Indonesia yaitu Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur dan hingga saat ini terus berkembang menjadi sentra produksi vanili. Di Nusa Tenggara Timur, sentra produksi vanili tersebar di beberapa Kabupaten yaitu Manggarai, Ngada, Alor, Ende, Sikka, Flores Timur, Sumba dan pulau Timor. Luas pengembangan vanili di daerah NTT adalah Ngada 691 Ha dengan tanaman menghasilkan (TM) 331 Ha, produksi 304 ton polong basah dan produktivitas 918 kg/ha polong basah; Kabupaten Manggarai 737 Ha dengan TM sebanyak 689 Ha dan produksi 79 ton polong basah; Kabupaten Alor 298 Ha dengan produksi 16 ton polong basah dan produktivitas 400 kh/ha polong basah (Supriadi, H. ,dkk., 2008).

Khusus di Kabupaten Alor, sampai saat ini telah berkembang budidaya vanili seluas 260 Ha dengan tanaman menghasilkan sebanyak 132 pohon, produksi 70,30 ton dan produktivitas 533 kg/ha yang menyebar di hampir seluruh wilayah kabupaten Alor. (Angka Tetap Tanaman Perkebunan, 2018)

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran potensi dan produksi benih vanili varietas vanili Alor yang telah ditetapkan sebagai benih unggul sesuai SK Menteri Pertanian Republik Indonesia, No. 1372/Kpts/SR.120/10/2008, tanggal 8 Oktober 2008 tentang Pelepasan Vanili Klon Alor Sebagai Varietas Unggul Dengan Nama Vanili Alor dan telah dilakukan penilaian dan penetapan ulang sebagai kebun benih sumber pada tanggal 3 – 4 Mei 2018, dengan SK Menteri Pertanian No. 54/Kpts/KB.020/5/2018, tanggal 31 Mei 2018 dan pada tanggal 1 – 2 Agustus 2018, dengan SK Menteri Pertanian No. 83/Kpts/KB.020/9/2018, tanggal 7 September 2018.

Deskripsi Vanili Varietas Vanili Alor

         Adapun karakteristik dan deskripsi Vanili Varietas Vanili Alor  sebagai berikur :

Asal varietas

:

Landras dari populasi vanili Bali

Batang/sulur

Warna sulur

:

Hijau muda

Bentuk sulur

:

Bulat

Panjang ruas sulur (cm)

:

11,56 – 12,68

Diameter sulur (cm)

:

0,86 – 0,99

Daun

Warna daun tua

:

Hijau tua

Bentuk daun

:

Oblongus

Panjang daun (cm)

:

16,86 – 18,39

Lebar daun (cm)

:

5,38 – 5,65

Tebal daun (mm)

:

0,15 – 0,18

Bunga

Karangan bunga

:

Tandan, bercabang

Warna mahkota bunga

:

Putih kekuningan

Jumlah tandan bunga/pohon

:

11,90 – 15,60

Jumlah bunga/tandan

:

28 – 40

Panjang tangkai bunga (cm)

:

5,40

Jumlah cabang tangkai bunga

:

1 – 4

Panjang mahkota bunga

:

6,10 – 6,18

Umur mulai berbunga (bulan)

:

28

Umur bunga matang persilangan (jam)

:

5

Buah/polong

Jumlah tandan buah/pohon

:

8,67 – 11,20

Jumlah buah (polong)/tandan

:

11 -28

Panjang polong basah (cm)

:

23,01 – 27,10

Warna buah (polong) basah

:

Hijau tua

     

Warna buah (polong) kering

:

Hitam mengkilat

Berat polong basah/100 polong (kg)

:

1,90 – 2,30

Berat polong kering/100 polong (g)

:

0,38 – 0,46

Bentuk polong vanili basah

:

Segitiga

Elastisitas polong kering

:

Lentur

Diameter polong basah (cm)

:

1,30 – 1,55

Panjang tangkai tandan buah (cm)

:

2

Jumlah cabang tangkai buah

:

1 – 4

Umur buah matang petik (bulan)

:

9

Produktivitas/pohon/tahun, umur 6 tahun (kg)

:

2,65 – 3,18

Produksi/Ha/tahun, umur 6 tahun (ton)

:

3,55 – 4,81

Kadar vanillin (%)

:

2,32 – 2,85

Pembibitan (hari)

:

40

Ketrahanan terhadap penyakit BBP (F. Oxysporum f.sp. Vanilla)

:

Toleran

Rekomendasi wilayah pengembangan

:

Pulau Alor

Nama Peneliti

:

M. Hadad EA, N. R. Ahmadi, M. Syakir,

H. Supriyadi, M. Herman, Gaspar Gaa,

A. Nurbaty, K. TH. Lalangpuling, M. Suyuti,

M. Nodrotunaim, S. Sidok, C. Firman,

U. Rasiman, O. Setiawan dan W. Lukman

Pemilik varietas

:

Pemerintah Daerah Kabupaten Alor Provinsi NTT

Penetapan Kebun Benih Sumber Vanili

Penetapan Kebun Benih Sumber Vanili di Kabupaten Alor dilaksanakan oleh  tim yang terdiri dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Bogor, Direktorat Jenderal Perkebunan, Pengawas Benih Tanaman Provinsi NTT serta Dinas Pertanian dan Perkebunan (Bidang Perkebunan) Kabupaten Alor.

Adapun tolak ukur penetapan Kebun Benih Sumber Vanili berdasarkan pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 08/Kpts/KB.020/1/2018 tanggal 08 Januari 2018 tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Vanili.

Tabel 1. Standar Teknis Kebun Benih Sumber Tanaman Vanili

HASIL PENILAIAN DAN PENETAPAN KEBUN

Hasil penilaian dan penetapan ulang kebun benih sumber vanili dilakukan pada beberapa lokasi penanaman vanili yang tersebar di Kabupaten Alor dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 2. Laporan Hasil Pemeriksaan Kebun Benih Sumber Vanili di Desa Kelaisi Timur dan Kelaisi Barat, Kecamatan Alor Selatan

KRITERIA

STÁNDAR

HASIL

1

2

3

Lokasi

-   Daerah yang memiliki akses sarana transportasi secara baik, sehingga produk bahan tanaman yang dihasilkan akan mudah didistribusikan ke lokasi-lokasi pengembangan secara cepat;

-   Dekat dengan sumber air (alami atau buatan)

-   Lokasi kebun induk hendaknya memperhatikan faktor ketersediaan air. Kebutuhan air untuk tanaman vanili relatif tinggi dan peka terhadap kondisi kering relatif lama, karena sistem perakaran tanaman ini relatif dangkal

-   Lokasi bebas dari endemic serangan hama dan penyakit

Sesuai

pH Tanah

5,5 s.d 7

Sesuai

Drainase

Baik (tidak tergenang air bila musim hujan dan tidak pecah di musim kemarau)

Sesuai

Kemiringan lahan

3 – 15 %

Sesuai

Luas

Minimal 0,5 Ha

1 Ha (2 orang petani)

Ketinggian tempat

100 – 700 m dpl

789 mdpl

Curah hujan

1.500 – 3.000 mm/th

Sesuai

Bulan kering

3 – 4 bulan

Sesuai

Bahan tanam

Klonal dari varietas unggul yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian

Sesuai

Komposisi tanaman

Disesuaikan dengan desain

Sesuai

Populasi

Minimal 2.500 tanaman/ha (tergantung jarak tanam)

Sesuai

Kemurnian varietas

≥ 98 %

Sesuai

Penyiraman

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Penyiangan

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Pemangkasan pohon panjat, pemangkasan tanaman vanili dan perambatan

Sesuai standar

Sesuai

     

Jenis naungan pohon panjat

a. Pohon panjat hidup :

- Gamal (Gliricidia maculata)

- Lamtoro (Leucaena glauca)

b. Pohon panjat mati harus ada naungan

Pohon panjat hidup menggunakan Dadap (Erythrina variegate) dan Gamal (Gliricidia maculata)

Pemupukan

Sesuai rekomendasi

Tidak ada pemupukan

Kesehatan tanaman

Bebas hama dan penyakit utama

Sesuai

Umur tanaman

Minimal satu tahun

2 tahun

Asal pengambilan benih

Ruas ke ≥ 4 dari pucuk

Sesuai

Jumlah ruas yang diambil sebagai benih

·   Setek panjang 5 – 7 ruas

·   Setek pendek satu ruas berdaun tunggal

Setek pendek satu buku berdaun tunggal

 Hasil penilaian dan penetapan ulang kebun benih sumber vanili di Kecamatan Alor Selatan dapat diketahui bahwa terdapat 524 pohon yang layak dengan total potensi benih sebanyak 27.858 setek satu buku berdaun tunggal milik petani an. Yesaya Laubila dan Amos Mabilehi.

Tabel 3. Laporan Hasil Pemeriksaan Kebun Benih Sumber Vanili di Desa Kamafui dan Taman Mataru, Kecamatan Mataru

KRITERIA

STÁNDAR

HASIL

1

2

3

Lokasi

-   Daerah yang memiliki akses sarana transportasi secara baik, sehingga produk bahan tanaman yang dihasilkan akan mudah didistribusikan ke lokasi-lokasi pengembangan secara cepat;

-   Dekat dengan sumber air (alami atau buatan)

-   Lokasi kebun induk hendaknya memperhatikan faktor ketersediaan air. Kebutuhan air untuk tanaman vanili relatif tinggi dan peka terhadap kondisi kering relatif lama, karena sistem perakaran tanaman ini relatif dangkal

-   Lokasi bebas dari endemic serangan hama dan penyakit

Sesuai

pH Tanah

5,5 s.d 7

Sesuai

Drainase

Baik (tidak tergenang air bila musim hujan dan tidak pecah di musim kemarau)

Sesuai

Kemiringan lahan

3 – 15 %

Sesuai

Luas

Minimal 0,5 Ha

1 Ha (2 orang petani)

Ketinggian tempat

100 – 700 m dpl

498 dan 547 mdpl

Curah hujan

1.500 – 3.000 mm/th

Sesuai

Bulan kering

3 – 4 bulan

Sesuai

Bahan tanam

Klonal dari varietas unggul yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian

Sesuai

Komposisi tanaman

Disesuaikan dengan desain

Sesuai

Populasi

Minimal 2.500 tanaman/ha (tergantung jarak tanam)

Sesuai

(jarak tanam 2x2 m)

     

Kemurnian varietas

≥ 98 %

Sesuai

Penyiraman

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Penyiangan

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Pemangkasan pohon panjat, pemangkasan tanaman vanili dan perambatan

Sesuai standar

Sesuai

Jenis naungan pohon panjat

a. Pohon panjat hidup :

- Gamal (Gliricidia maculata)

- Lamtoro (Leucaena glauca)

b. Pohon panjat mati harus ada naungan

Pohon panjat hidup menggunakan Dadap (Erythrina variegate) dan Gamal (Gliricidia maculata)

Pemupukan

Sesuai rekomendasi

Tidak ada pemupukan

Kesehatan tanaman

Bebas hama dan penyakit utama

Sesuai

Umur tanaman

Minimal satu tahun

3 tahun

Asal pengambilan benih

Ruas ke ≥ 4 dari pucuk

Sesuai

Jumlah ruas yang diambil sebagai benih

·   Setek panjang 5 – 7 ruas

·   Setek pendek satu ruas berdaun tunggal

Setek pendek satu buku berdaun tunggal

 Hasil penilaian dan penetapan ulang kebun benih sumber vanili di Kecamatan Mataru dapat diketahui bahwa terdapat 584 pohon yang layak dengan total potensi benih sebanyak 49.640 setek satu buku berdaun tunggal milik petani an. Agripa Banlegi dan Imanuel Senlau.

Tabel 4. Laporan Hasil Pemeriksaan Kebun Benih Sumber Vanili di Desa Luba, Kecamatan Lembur

KRITERIA

STANDAR

HASIL

1

2

3

Lokasi

-   Daerah yang memiliki akses sarana transportasi secara baik, sehingga produk bahan tanaman yang dihasilkan akan mudah didistribusikan ke lokasi-lokasi pengembangan secara cepat;

-   Dekat dengan sumber air (alami atau buatan)

-   Lokasi kebun induk hendaknya memperhatikan faktor ketersediaan air. Kebutuhan air untuk tanaman vanili relatif tinggi dan peka terhadap kondisi kering relatif lama, karena sistem perakaran tanaman ini relatif dangkal

-   Lokasi bebas dari endemic serangan hama dan penyakit

Sesuai

pH Tanah

5,5 s.d 7

Sesuai

Drainase

Baik (tidak tergenang air bila musim hujan dan tidak pecah di musim kemarau)

Sesuai

Kemiringan lahan

3 – 15 %

Sesuai

Luas

Minimal 0,5 Ha

0,5 Ha

Ketinggian tempat

100 – 700 m dpl

673 mdpl

     

Curah hujan

1.500 – 3.000 mm/th

Sesuai

Bulan kering

3 – 4 bulan

Sesuai

Bahan tanam

Klonal dari varietas unggul yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian

Sesuai

Komposisi tanaman

Disesuaikan dengan desain

Sesuai

Populasi

Minimal 2.500 tanaman/ha (tergantung jarak tanam)

Sesuai

(jarak tanam 2x2 m)

Kemurnian varietas

≥ 98 %

Sesuai

Penyiraman

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Penyiangan

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Pemangkasan pohon panjat, pemangkasan tanaman vanili dan perambatan

Sesuai standar

Sesuai

Jenis naungan pohon panjat

a. Pohon panjat hidup :

- Gamal (Gliricidia maculata)

- Lamtoro (Leucaena glauca)

b. Pohon panjat mati harus ada naungan

Pohon panjat hidup menggunakan Dadap (Erythrina variegate) dan Pinang (Arenga catechu L.)

Pemupukan

Sesuai rekomendasi

Tidak ada pemupukan

Kesehatan tanaman

Bebas hama dan penyakit utama

Sesuai

Umur tanaman

Minimal satu tahun

3 tahun

Asal pengambilan benih

Ruas ke ≥ 4 dari pucuk

Sesuai

Jumlah ruas yang diambil sebagai benih

·   Setek panjang 5 – 7 ruas

·   Setek pendek satu ruas berdaun tunggal

Setek pendek satu buku berdaun tunggal

Hasil penilaian dan penetapan ulang kebun benih sumber vanili di Kecamatan Lembur dapat diketahui bahwa terdapat 377 pohon yang layak dengan total potensi benih sebanyak 24.003 setek satu buku berdaun tunggal milik petani an. Sebadius Mauko.

Tabel 5. Laporan Hasil Pemeriksaan Kebun Benih Sumber Vanili di Desa Kolana Selatan, Kecamatan Alor Timur

KRITERIA

STÁNDAR

HASIL

1

2

3

Lokasi

-   Daerah yang memiliki akses sarana transportasi secara baik, sehingga produk bahan tanaman yang dihasilkan akan mudah didistribusikan ke lokasi-lokasi pengembangan secara cepat;

-   Dekat dengan sumber air (alami atau buatan)

-   Lokasi kebun induk hendaknya memperhatikan faktor ketersediaan air. Kebutuhan air untuk tanaman vanili relatif tinggi dan peka terhadap kondisi kering relatif lama, karena sistem perakaran tanaman ini relatif dangkal

-   Lokasi bebas dari endemic serangan hama dan penyakit

Sesuai

pH Tanah

5,5 s.d 7

Sesuai

     

Drainase

Baik (tidak tergenang air bila musim hujan dan tidak pecah di musim kemarau)

Sesuai

Kemiringan lahan

3 – 15 %

Sesuai

Luas

Minimal 0,5 Ha

1,5 Ha (2 orang petani)

Ketinggian tempat

100 – 700 m dpl

403 dan 433 mdpl

Curah hujan

1.500 – 3.000 mm/th

Sesuai

Bulan kering

3 – 4 bulan

Sesuai

Bahan tanam

Klonal dari varietas unggul yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian

Sesuai

Komposisi tanaman

Disesuaikan dengan desain

Sesuai

Populasi

Minimal 2.500 tanaman/ha (tergantung jarak tanam)

Sesuai

(jarak tanam 2x2 m)

Kemurnian varietas

≥ 98 %

Sesuai

Penyiraman

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Penyiangan

Sesuai kebutuhan

Sesuai

Pemangkasan pohon panjat, pemangkasan tanaman vanili dan perambatan

Sesuai standar

Sesuai

Jenis naungan pohon panjat

a. Pohon panjat hidup :

- Gamal (Gliricidia maculata)

- Lamtoro (Leucaena glauca)

b. Pohon panjat mati harus ada naungan

Pohon panjat hidup menggunakan Gamal (Gliricidia maculata) dan Pinang (Arenga catechu L.) dan Kopi (coffea sp.)

Pemupukan

Sesuai rekomendasi

Tidak ada pemupukan

Kesehatan tanaman

Bebas hama dan penyakit utama

Sesuai

Umur tanaman

Minimal satu tahun

3 tahun

Asal pengambilan benih

Ruas ke ≥ 4 dari pucuk

Sesuai

Jumlah ruas yang diambil sebagai benih

·   Setek panjang 5 – 7 ruas

·   Setek pendek satu ruas berdaun tunggal

Setek pendek satu buku berdaun tunggal

 

 Hasil penilaian dan penetapan ulang kebun benih sumber vanili di Kecamatan Alor Timur dapat diketahui bahwa terdapat 1.121 pohon yang layak dengan total potensi benih sebanyak 445.257 setek satu buku berdaun tunggal milik petani an. Soleman Habel Mowata dan Paulus Lipiwata.

Secara keseluruhan luas lahan kebun benih sumber vanili varietas vanili Alor telah ditetapkan tahun 2018 seluas 4 Ha, dengan jumlah pohon 2.579 pohon dan potensi produksi benih sebanyak 546.758 setek satu buku berdaun tunggal.

PENUTUP

Penyediaan benih bermutu oleh kebun sumber benih merupakan langkah awal peningkatan produksi dan produktifitas tanaman perkebunan. Untuk menjamin ketersediaan benih bermutu diperlukan pengawasan terhadap benih tersebut baik on farm, off farm hingga di pasaran.

Sumber

Handi Supriadi, N. R. Ahmadi, Dibyo Pranowo dan M. Hadad, 2008, Keragaan Vanili Di Nusa Tenggara Timur, Buletin Ristri Vol. 1 (2), 2008.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2019. Angka Tetap Tanaman Perkebunan Tahun 2018.

Direktorat Jenderal Perkebunan, 2018. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 08/Kpts/KB.020/1/2018 tentang Pedoman, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Tanaman Vanili.

Direktorat Jenderal Perkebunan, 2018. Berita Acara dan Laporan Hasil Pemeriksaan  Lapangan Penetapan Calon Kebun Benih Sumber Vanili Varietas Alor di Kabupaten Alor.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur (NTT) Julie Sutrisno Laiskodat bersama waga dalam acara Festival Sarung dan Musik NTT di arena bebas kendaraan bermotor 

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur (NTT) Julie Sutrisno Laiskodat memastikan  akan menjadikan festival sarung dan musik menjadi agenda rutin tahunan. 

Kepastian itu mengacu pada suksesnya Festival Sarung dan Musik NTT di arena Car Free Day di Kota Kupang, NTT, Sabtu (2/3/2019) yang digelar pukul 06.00 hingga 10.00 Wita. Julie menyebutkan, ribuan warga tumpah ruah di sepanjang Jalan El Tari, Kupang. Mereka antusias mengikuti kegiatan akbar yang baru pertama kali digelar di NTT itu. Festival tersebut menampilkan 10.000 peserta yang menari bersama dengan mengenakan berbagai kain tenun ikat tradisional hasil karya masyarakat Flores, Sumba, Timor, dan Alor (Flobamora). 

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Minggu, Julie menjelaskan, bukan hanya kain tenun yang bervariasi, tetapi melalui kegiatan itu, masyarakat NTT ingin menunjukkan kepada publik nasional dan internasional bahwa masyarakat NTT bersatu dalam perbedaan etnis dan agama.

• Menko PMK Dukung Busana Sarung sebagai Pakaian Resmi Indonesia

Sebelumnya Julie Laiskodat menjelaskan, festival itu menampilkan kain tenun ikat hasil kreasi kaum perempuan di seluruh pelosok Flobamora yang beraneka ragam serta sarat pesan kearifan lokal yang unik.

“Kami ingin mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya penenun. Juga untuk membangkitkan kebanggaan di kalangan generasi muda dan kaum milenial terhadap kain sarung NTT,” ujar Julie.

Ia menjelaskan, pihaknya akan terus mengupayakan agar tenun ikat NTT diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO. 

Berdasarkan catatan, Julie yang juga istri Gubernur NTT Victor Laiskodat itu dikenal sebagai “Bunda Tenun NTT”. 

Bahkan, ia pernah membawa hasil tenun NTT ke ajang peragaan busana internasional seperti Paris Fashion Week, London Fashion Week, dan New York Fashion Week. Hasil tenun NTT yang Julie tampilkan merupakan karya dari berbagai kelompok tenun di NTT. (*)

sarung 6

 Suasana Festival Sarung Tenunan NTT, di lokasi Car Free Day, Jalan El Tari Kupang, Sabtu (2/3/2019)

 

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

KUPANG - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengaku merasa kasihan dengan ASN di lingkup Pemprov NTT.

Viktor menyampaikan ini pada acara dialog Pemprov NTT dengan Civitas Akademika /Pimpinan Lembaga Perguruan Tinggi (PT) se- daratan Timor, Alor dan Rote Ndao, di Hotel Aston-Kupang, Rabu (21/11/2018).

Pada dialog ini, Gubernur NTT mengakui merasa kasihan dengan para ASN. "Teman-teman di provinsi, saya kasihan mereka, karena mereka dapat gubernur seperti saya. Saya sadari bahwa tidak gampang ikut Viktor. Tapi tidak ada pilihan untuk bisa berubah," kata Viktor.

Dia menjelaskan, ASN di NTT harus bisa dan jangan bilang tidak bisa. Bahkan, lanjutnya, jangan sebelum bekerja sudah katakan tidak bisa, tetapi harus menyampaikan kepada gubernur bahwa kegiatan itu tidak bisa.

"Kalau bilang tidak bisa harus dengan alasan bahwa tidak bisa karena harus lakukan ini dan seterusnya, maka kita akan cari solusi. Teman-teman ASN di Provinsi NTT, saya yakin hari ini mereka juga sudah naik kelas. Mereka paksa naik kelas, sebab kalau tidak naik kelas berarti masalah," ujarnya.

Dia mengakui, ada yang mengatakan, jika tidak suka maka berhentikan saja dari jabatan yang diemban.

"Ada yang bilang, jika tidak suka dengan saya, maka berhentikan saja dari jabatan, tapi saya tidak mau. Kalau berhentikan dari jabatan dan tetap jadi PNS dan kerja tidak betul, saya pecat. Itu kan buat rugi negara," katanya.

Dikatakan, jika digugat maka akan berperkara di MA bisa sampai satu tahun lebih. Apalagi keputusan PTUN itu tidak mempunyai kekuatan eksekutorial.

"Di pemprov ini, kita harus ajar orang untuk berani. Mana ada orang takut pimpin dunia? Dunia ini maju karena orang berani baru pintar," katanya.

Dikatakan, penakut itu sudah karakter, tetapi orang bodoh belajar dan akan menjadi pintar. Namun, lanjutnya, orang penakut itu mau dibuat berani seperti apapun akan tetap penakut.

"Naik pesawat dan goyang sedikit takut, gemetar, naik kapal laut goyang sedikit gemetar dan berdoa tidak habis-habisnya. Saya pikir dunia NTT saat ini mempunyai dinamika yang berbeda," katanya.

Sumber : Pos Kupang, Rabu 21 November 2018

 

Tenun ikat NTT merupakan suatu hasil karya cipta, rasa dan karsa kekayaan intelektual yang bernilai tinggi. Hasil kreasi kaum perempuan dipelosok-pelosok Flobamorata yang selalu menciptakan motif dan beraneka ragam corat serta sarat dengan pesan kearifan local yang unik. Karya tenunan motif NTT telah dikenal dan diapresiasi secara nasional maupun internasional.

Untuk semakin mempromosikan kain tenun NTT kepada masyarakat luas sekaligus membangkitkan rasa cinta generasi muda dan kalangan milenial , Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT menggelar kegiatan Festival Sarung Tenun NTT di Arena Car Free Day, Sabtu (2/3). Acara tersebut akan berlangsung selama empat jam dari pukul 06.00 sampai dengan 10.00 Wita. Tema yang diusung adalah Sarung Tenun NTT Identitas Budaya Pemersatu Bangsa.

Kegiaatan tersebut melibatkan 10.000 peserta dengan rincian Perangkat Daerah Lingkup Provinsi NTT 2.000 orang, Perangkat Daerah Kota Kupang 500 orang, TNI/Polri 500 orang, Instansi Vertikal 500 orang, organisasi wanita 500 orang, kelompok etnis 300 orang, BUMD/BUMN 700 orang serta pelajar/mahasiswa 5000 orang. Semua peserta diwajibkan mengenakan baju kaos putih dengan sarung tenun NTT.

Beberapa kegiatan dalam acara tersebut adalah NTT Menari 1.800 pelajar, Tarian Massal Fobamora seperti Gawi, Dolo-Dolo Jai dan Tebe, Bazar makanan aneka kelor dari UMKM, Instansi Tenun, paduan suara pelajar 2.000 orang, music tradisional dan olahraga bersarung, para peserta akan dibagi dalam 4 spot yakni pertama, didepan Gedung Sasando Kantor Gubernur dengan peserta 4.975 orang. Spot kedua didepan Kantor Pengadilan Tinggi dengan 1.685 peserta, spot ketiga depan Rumah Jabatan Gubernur dengan 2.100 peserta, dan spot keempat depan Rumah Kejati dengan 2.120 peserta.

Menurut Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, pada setiap spot akan diadakan berbagai rangkaian acara hiburan. Acara ntt menari akan dipusatkan di spot satu. Sementara di spot lainnya, ada acara tarian massal Flobamorata dan berbagai atraksi lainnya. Para peserta dan masyarakat yang hadir diharapkan dapat membeli kreasi tenun ikat di masing-masing spot dan produk makanan berbasis kelor.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya menennun. Juga untuk membangkitkan kebanggan di kalangan generasi muda dan kaum milenial terhadap kain sarung NTT. Kita terus mendorong dan mengupayakan agar tenun NTT diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO,” jelas Julie Laiskodat.
Lebih lanjut Julie berharap agar Festival Sarung Tenun tersebut dapat menjadi festival tahunan yang dapat menjadi agenda pariwisata daerah. Sehingga tenunan NTT semakin berkibar di kancah nasional maupun internasional.

“Kita juga terus mendorong penetapan Hari Sarung Nasional. Sarung yang merupakan warisan kekayaan leluhur yang mesti dilestarikan serta layak disejajarkan dengan batik sebagai busana nasional. Dengan itu, geliat perekonomian para penenun juga akan semakin meningkat,” pungkas Julie Laiskodat.

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokoler Nomor : Hms.485/  /III/2019 tanggal 26 Februari 2019

KUPANG – Tekad Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mengembangkan pariwisata di Provinsi NTT bukan hanya isapan jempol.
Orang nomor satu di NTT itu akan memimpin seluruh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov NTT untuk menggempur sampah di Kota Kupang. Gerakan kebersihan itu digelar di empat titik pada Sabtu (19/1) mulai pukul 06.00.

Hal ini terungkap di dalam surat tertanggal 18 Januari 2019 kepada seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah Provinsi NTT. Surat tersebut ditandatangani Asisten I Setda NTT, Michael Fernandez

“Berkenaan dengan hal tersebut, maka bersama ini disampaikan pada saudara untuk wajib hadir pada kegiatan gerakan kebersihan dimaksud bersama seluruh ASN dari masing-masing perangkat daerah pada lokasi kegiatan,” tulis Michael Fernandez.

Dalam surat tersebut terlampir titik pertama dimulai dari Pantai Warna Oesapa dengan koordinator Asisten Kesra Setda NTT dan Kepala Dinas Pariwisata NTT. Anggotanya 10 kepala OPD.
Titik kedua, yakni Gua Monyet sampai Tenau dengan koordinator Asisten Perekonomian dan Pembangunan dan Kadis Kelautan dan Perikanan NTT. Anggotanya 11 OPD.

Selanjutnya, titik ketiga dimulai dari depan Bandara El Tari sampai Bundaran Undana. Koordinatornya, Asisten Administrasi Umum dan Kadis PU NTT dibantu 11 kepala OPD.
Untuk titik keempat dimulai dari Traffic Light Oesapa sampai Lasiana dengan koordinator Kepala Bappeda NTT dan Kepala Inspektorat NTT serta dibantu 11 kepala OPD.

Kepala Biro Humas Setda NTT, Samuel Pakereng yang dikonfirmasi koran ini mengakui, pihaknya sudah menyebarluaskan informasi tersebut kepada seluruh ASN lingkup pemprov NTT. Menurut dia, kegiatan tersebut akan dipimpin langsung gubernur NTT. Meski demikian, dia belum memastikan, dari mana gubernur akan memulai aksi tersebut.

Sebelumnya, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam pemaparannya di Graha Pena Timor Express bertema ‘Baomong Ekonomi’ sempat menyinggung tentang gerakan kebersihan yang akan diterapkan. Menurut dia, mimpi untuk menjadikan pariwisata sebagai leading sector NTT dimulai dengan hal-hal sederhana seperti gerakan kebersihan.

Tidak hanya menjaga lingkungan dari sampah, gubernur juga menginginkan kebersihan hingga ke dalam rumah-rumah warga. Bahkan dia berencana menggelar festival toilet bersih. Menurut dia, pariwisata berhubungan erat dengan keindahan. Dan, kebersihan adalah bagian dari keindahan.

Terkait hal ini, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dipastikan akan hadir dan ikut dalam aksi ini. Hal ini diungkapkan Asisten II Setda Kota Kupang, Elvianus Wairata,  saat dikonfirmasi, Jumat (18/1).

Wairata mengaku dirinya bersama Wali Kota Kupang baru selesai mengikuti rapat di Pemprov terkait kegiatan pembersihan. “Memang pemberitahuannya mendadak sehingga kami juga tidak bisa menjamin bahwa semua akan terlibat. Jika diinformasikan lebih awal, kami menjamin bahwa semua siswa-siswi SD dan SMP juga bisa dilibatkan,” ujar Wairata.

Dia mengaku, sampai saat ini memang belum ada informasi tentang kehadiran semua pimpinan OPD, camat dan lurah. Namun dapat dipastikan semua akan maksimal ikut berpartisipasi.
Dia mengaku, program kebersihan di Kota Kupang selama ini sudah dijalankan, yaitu setiap Jumat semua pimpinan OPD, camat dan lurah serta semua staf, serta masyarakat,  bergotong-rotong membersihkan wilayah masing-masing. “Kami juga membersihkan pantai, pasar, jalan umum dan semua wilayah, masing-masing dikoordinir oleh lurah dan camat,” ungkapnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, tim kebersihan akan dibagi dalam beberapa titik, di antaranya di depan Hotel Sasando, Pantai Oesapa, Pantai Nunsui, Pelabuhan Tenau dan Bandar Udara El Tari. “Kami di kota juga akan dibagi tim sesuai dengan titik-titik yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Ia berharap untuk menjaga kebersihan Kota Kupang menjadi tanggung jawab bersama,  mulai dari gerakan sadar membuang sampah pada tempatnya, serta mengurangi produksi sampah plastik. “Kita sama-sama jaga Kota Kupang, terlebih lagi ada penilaian Adipura bahwa Kota Kupang masuk kategori kota terkotor, maka tentunya ini sebagai cambuk bagi semua masyarakat dan pemerintah agar berusaha dan meningkatkan kebersihan kota,” kata Elvianus Wairata.  

Sumber : Timor Express Sabtu 19 Januari 2019