config

Berita Terkini

 

Tembus Pasar Eropa, Ini Kelebihan Kacang Tanah Lurik Asal NTT

 

kacangtanah

 

Kacang tanah jenis lurik organik yang dikembangkan oleh sejumlah petani di Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini telah menembus pasar di Eropa. Hal itu disampaikan Chief Executive Officer PT Profil Mitra Abadi (PMA) Lewi Cuaca. "Kualitas kacang lurik organik asal TTU ini memiliki kualitas sangat bagus, sehingga disukai pasar di Eropa khususnya di Jerman,"ungkap Lewi. Bahkan kata Lewi, pasar Amerika Serikat pun sudah meminta untuk segera diekspor, namun stok yang tersedia saat ini masih terbatas. Menurut Lewi, untuk menembus pasar Eropa dan Amerika tidaklah mudah, karena sangat ketat dan produk yang dieskpor harus bebas aflatoksin atau zat berbahaya. "Parameter utama adalah harus bebas aflatoksin. Karena kalau ada aflatoksin tidak bisa diekspor. Apalagi di Eropa paling ketat. Maksimal kandungan aflatoksin adalah 4 Part Per Billion (PPB), namun aflatoksin kacang di TTU tidak terdeteksi alias bersih dari zat berbahaya,"jelas Lewi. Lewi menjelaskan, pihaknya telah bekerjasama dengan sejumlah petani lokal di NTT untuk mengembangkan produk kacang lurik organik dan kacang lokal organik sejak tahun 2014 lalu. Khusus di Kecamatan Insana Fafinesu, TTU lanju dia, pihaknya sudah bekerjasama dengan 67 petani, dengan total lahan seluas 54 hektar. Potensi hasil panen tersebut mencapai 80 hingga 90 ton kacang tanah per tahunnya. Saat ini produk kacang lokal dan kacang lurik asal TTU sudah tersertifikasi Organic EU oleh badan sertifikasi BIOCert Indonesia.
Untuk memenuhi pasar Eropa dan Amerika, pihaknya juga memiliki rencana pengembangan seluas 200 hingga 500 hektar dalam satu tahun ke depan, dengan petani-petani di wilayah lainnya secara bertahap.
Terutama kata Lewi, untuk desa-desa yang sudah siap melakukan budidaya secara organik, tanpa benih hibrida, tanpa intensifikasi lahan dan lebih mengutamakan sistem pertanian berkelanjutan dan kestabilan bio-ekosistem di lokasi mitra petani berusaha. Lewi menyebut, kacang lurik organik merupakan kacang tanah yang memiliki karakteristik warna loreng unik dengan paduan warna putih dan merah muda. Kacang lokal organik lanjut Lewi, merupakan kacang tanah dengan warna kulit dalam cokelat polos seperti kacang tanah pada umumnya.
Pihaknya memasarkan kacang ke mancanegara dengan kualitas raw (mentah) yaitu hanya dipanaskan dengan suhu rendah di dalam oven, 100 persen organik, bebas dari kontaminasi mikrobiologi dan bebas dari aflatoksin. "Salah satu keunggulan dari tanah di NTT dibandingkan dengan wilayah lain adalah menghasilkan kacang yang bebas dari aflatoksin,"tuturnya. Kacang lurik organik dan kacang lokal organik merupakan makanan yang kaya akan nutrisi alami seperti protein dan vitamin E. Selain meningkatkan kualitas hidup petani lokal secara ekonomi kata Lewi, kacang ini merupakan salah satu sumber pangan yang sangat baik untuk peningkatan kualitas gizi masyarakat lokal dalam usaha memerangi malnutrisi. "Saat ini, kita sedang melakukan pengembangan produk baru, diantaranya kacang jumbo organik yang hanya bisa ditanam di salah satu daerah spesifik yang terletak di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur,"imbuhnya. Kacang Jumbo lanjutnya, merupakan komoditas yang cukup terkenal dan menjadi favorit masyarakat yang tinggal di daerah Rote Ndao, namun hingga saat ini belum pernah dipromosikan hingga ke ibu kota dan pasar internasional.

Pihaknya berencana untuk melakukan pembinaan dan pengembangan kapasitas petani-petani kacang jumbo, agar dapat berkolaborasi dalam mempoduksi produk kacang jumbo organik yang berkualitas tinggi sehingga bisa menjadi produk lokal andalan dan dapat memberikan kontribusi maksimal dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan rakyat di NTT pada umumnya. Dihubungi terpisah, Ketua Kelompok Tani Tunas Baru, Desa Fafinesu A, Kecamatan Insana Fafinesu Mikhael Neno, mengaku pengembangan kacang lurik ini memang bebas dari bahan kimia sehingga benar-benar dilakukan secara alami. Mikhael bersama anggota kelompoknya merasa terbantu dengan usaha menanam kacang ini, karena pasarnya jelas. "Setiap tahun produksi kacang lurik organik ini terus meningkat mulai dari 6 ton pada tahun 2016 dan terus berkembang pada tahun 2020 ini mencapai 22 ton, yang kami kirim kemarin ke PT Profil Mitra Abadi (PMA) di Tangerang,"ungkapnya. Dengan produksi kacang yang terus meningkat, saat ini kehidupan ekonomi dia bersama anggota kelompoknya semakin membaik dibandingkan sebelumnya. Untuk saat ini kata Mikhael, dalam setahun pihaknya hanya sekali memanen, karena masalah keterbatasan air. Karena itu, pihaknya akan berusaha untuk membangun sumur bor, agar dalam setahun bisa tiga kali memanen kacang lurik organik.
Sumber Berita :https:/kompas.com


 
 


 
 

422 desa di NTT salurkan BLT Dana Desa tahap dua.

 

Penyaluran BLT Dana Desa

 

Sebanyak 422 desa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa tahap dua untuk penanganan dampak pandemi virus corona jenis baru (COVID-19) di daerah itu.
“Data yang masuk ke kami per 2 Juni, sudah ada 422 desa di NTT yang 100 persen menyalurkan BLT tahap dua yakni untuk April dan Mei,” kata Koordinator P3MD Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Wilayah Provinsi NTT, Kandidatus Angge kepada Antara di Kupang, Rabu (3/6).

Ia mengatakan, penyaluran BLT Dana Desa tersebut dilakukan di berbagai kabupaten dengan nilai Rp600 ribu per penerima manfaat. Kandidatus Angge mengatakan, total jumlah seluruh desa di NTT sebanyak 3.026 desa.
Ia menjelaskan, banyak desa yang belum menyalurkan bantuan tersebut karena pemerintah desa diarahkan untuk menunggu data final Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.
“Sehingga desa belum bisa melakukan eksekusi. Banyak juga yang sudah musyawarah khusus tetapi dananya belum bisa disalurkan karena harus final dulu data dari Kemensos,” katanya.

Kandidatus Angge berharap masing-masing pemerintah daerah terus berkoordinasi secara intensif agar data segera diselesaikan sehingga penyaluran bisa dilakukan mengingat saat ini sudah memasuki tahap ketiga untuk fase pertama penyaluran BLT Dana Desa.
Pada penyaluran BLT Dana Desa fase pertama, setiap penerima manfaat akan mendapatkan dana sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan berturut-turut selama April, Mei, Juni.
Selanjutnya, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50 Tahun 2020, nilai BLT Dana Desa yang disalurkan ke setiap penerima pada tahap kedua (Juli, Agustus, September) menurun menjadi Rp300 ribu per bulan.

 

Sumber Berita : https://kupang.antaranews.com

 

 

Jadi Jalur Logistik, Pembangunan Jalan Perbatasan NTT Habiskan Rp 53 Miliar.

 

jalanbatas

     Jalan Perbatasan NTT - Dokumen Kementerian PUPR R.I

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan kesiapan dan kemantapan infrastruktur jalan dan jembatan, baik jalan tol maupun jalan nasional untuk mendukung jalur logistik kebutuhan pokok serta pergerakan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemi virus corona (Covid-19) dan kebijakan larangan mudik Lebaran 2020.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, jalan tol dan non-tol tetap disiapkan sebagai jalur logistik, termasuk ruas jalan yang fungsional jika dibutuhkan. Itu untuk kelancaran produksi dan distribusi barang kebutuhan pokok, obat-obatan atau alat kesehatan, serta layanan kesehatan/kendaraan medis dalam rangka penanganan pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kami memastikan kemantapan pada jalan tol dan jalan nasional yang baik, termasuk menjaga agar satu wilayah tidak terisolir karena jalan dan jembatan putus," kata Menteri Basuki.

Salah satu ruas jalan strategis nasional yang terus ditingkatkan kondisi jalannya adalah Jalan perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) provinsi yang berbatasan dengan Timor Leste sepanjang 179,99 km, atau yang di kenal dengan istilah Sabuk Merah Sektor Timur dari Kabupaten Belu hingga Kabupaten Malaka.

Ruas jalan tersebut punya arti penting terutama bagi masyarakat di perbatasan yang terdapat komoditas perkebunan pohon kayu putih, kelor, dan jambu mete.

Dari 179,99 km yang sudah teraspal, hingga 2019 mencapai sepanjang 145,17 km. Sedangkan pada 2020 direncanakan jalan yang sudah aspal akan bertambah dan sedang dikerjakan menjadi sepanjang 164,57 km, sehingga sisanya akan dituntaskan pada 2021 mendatang.

Sepanjang Jalan Sabuk Merah Sektor Timur tersebut, rencananya akan dibangun sebanyak 41 buah jembatan dengan panjang 1.599 meter. Hingga 2019 telah terbangun sebanyak 23 buah jembatan dengan panjang 1.039,5 meter.

Selanjutnya pada tahun ini akan diselesaikan menjadi 33 buah jembatan, sehingga sisanya akan dituntaskan pada tahun 2021 mendatang. Adapun Jembatan tersebut semuanya terbuat dari rangka baja dengan bentang rata-rata 60 meter.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang, NTT Muktar Napitupulu mengatakan, proses pengerjaan jalan perbatasan Sabuk Merah Sektor Timur tahun ini terbagi dalam beberapa paket yang dikerjakan oleh beberapa kontraktor lokal dan nasional.

"Pembangunan jalan perbatasan ini merupakan salah satu pekerjaan yang terkena rekomposisi alokasi anggaran 2020 untuk penanganan Covid-19," kata Muktar.

jalan2

Jalan Perbatasan NTT - Dokumen Kementerian PUPR R.I

 

Realokasi anggaran salah satunya dilakukan dengan merubah paket-paket Single Years (SYC) tahun 2020 menjadi paket-paket Tahun Jamak (MYC), seperti pada paket pembangunan jalan ruas Nualain-Henes yang berada di antara Motaain-Motamasin.

"Alokasi semula dengan paket SYC tahun 2020 sebesar Rp 53 miliar, diubah menjadi paket MYC tahun 2020 sebesar Rp 35 miliar dan tahun 2021 sebesar Rp 18 miliar," terang Muktar.

Sedangkan untuk Sabuk Merah di Sektor Barat di daerah Timur Tengah Utara (TTU), sepanjang 130,88 km akan dilakukan penanganan apabila Jalan Sabuk Merah di Sektor Timur telah seluruhnya tersambung. Jalan Sabuk Merah Perbatasan Indonesia-Timor Leste ini juga punya arti penting lantaran akan menjadi akses pendekat ke garis perbatasan sehingga bisa mempermudah pengawasan garis perbatasan di dua negara tersebut.

Jalur Sabuk Merah juga tidak hanya berfungsi untuk menghubungkan beberapa pos keamanan sepanjang PLBN Motaain dan PLBN Motamassin saja. Namun, pembangunan di pinggir Indonesia ini pun mendukung perekonomian masyarakat setempat. Salah satu potensi ekonomi yang bisa didorong yakni sektor pariwisata.

"Ada sebuah sabana Fulan Fehan di Lamaknen, Kabupaten Belu, terlintasi Sabuk Merah sektor Timur, sehingga memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke spot wisata yang unik dan eksotik ini," tukas Muktar.

 

Sumber Berita : www.liputan6.com

 

 

 

 
Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis.


 
LABUHANBAJO 3
                      Panorama Pulau Padar.


Otoritas Balai Taman Nasional Komodo memperpanjang penutupan sementara kawasan obyek wisata yang berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang Nistyantara mengatakan, penutupan itu diperpanjang dengan pertimbangan soal pandemi virus corona atau Covid-19. "Surat perpanjangan penutupan sudah kita keluarkan terhitung hari ini, dengan nomor: PG.466/T.17/TU/REN/05/2020," ujar Lukita saat dihubungi . Sementara itu, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (Pemda NTT) dan para stakeholder pariwisata bersiap membuka kembali aktivitas pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT). Rencananya aktivitas pariwisata akan dibuka kembali pada tanggal 15 Juni mendatang.hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi melalui telekonferensi Forkompimda NTT yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (26/5/2020).

LABUHANBAJO 2
                         Hotel Inaya Bay Komodo Labuan Bajo saat Sunset.
 
Registrasi online.
 
Selain itu, sebagai upaya untuk mewujudkan tatanan normal baru melalui penerapan protokol kesehatan pariwisata, BOPLBF saat ini sedang membangun sistem digital registrasi online. Registrasi online ini ditujukan untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi wisata Labuan Bajo, baik wisata bahari maupun darat. Shana Fatina menegaskan, sejak awal BOPLBF merancang pembangunan sistem digital pariwisata terpadu yang terintegrasi dalam satu big data. Menurut Shana, sistem digital pariwisata ini diharapkan akan menjadi rumah bagi pariwisata Flores dan NTT secara keseluruhan. “Kami sedang usahakan sebagai langkah awal mempercepat berjalannya sistem registrasi online untuk mempermudah akses para pengunjung ke destinasi wisata khususnya yang ada di Labuan Bajo," jelas Shana.
Sistem digital ini, lanjutnya, merupakan salah satu cara agar bisa mengatur jumlah pengunjung dan menata pola perjalanan wisatawan untuk menghindari kerumunan. Sistem registrasi online ini rencananya akan diuji coba pada tanggal 9 Juni mendatang. Registrasi online ini akan sekaligus mengatur jadwal dan quota pengunjung. Selain itu, sistem ini juga dimaksudkan untuk sekaligus mendata identitas para pengunjung yang datang dan mentracing riwayat perjalanan para pengunjung. Shana menekankan pentingnya mengidentifikasi data tiap pengunjung sebagai salah satu upaya mempekuat penerapan tatanan normal baru di sektor pariwisata. “Kami sudah beberapa kali berkoordinasi dengan para pengelola destinasi wisata salah satunya dengan Balai Taman Nasional Komodo agar secepatnya bisa memenuhi kelengkapan yang dibutuhkan untuk bisa membangun sistem ini," jelas Shana. Pagi tadi kami sudah lakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pariwisata Manggarai Barat dan sekaligus mendata apa-apa saja yang diperlukan untuk mempersiapkan sistem ini," lanjutnya.

 
 
 
 
Buka Pariwisata, NTT Bakal Ramai Wisatawan Nusantara.


komodo
                         Keindahan Komodo di Pulau Komodo.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana untuk membuka kembali pariwisata pada 15 Juni 2020. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata NTT, Wayan Darmawa, Kamis (28/5/2020). Kendati demikian, menurutnya kunjungan akan lebih diisi oleh wisatawan nusantara terlebih dahulu. Sebab, wisatawan ke NTT merupakan terusan berasal dari Jakarta, dan Bali. "Sebenarnya semua wisatawan diterima, tapi ini kan fakta menunjukkan belum ada lah wisatawan dari luar," kata Wayan.

"Karena penerbangan belum normal, segala macam. Juga pemberlakuan misalnya di Jakarta masih PSBB, Bali juga belum buka. Jadi artinya kan kita wisatawan terusan. Walaupun dibuka, yang datang pertama kali pasti wisatawan nusantara," ujar Wayan

Selain itu, untuk wisatawan mancanegara, menurutnya akan datang seiring terbukanya pembukaan destinasi lain terutama Jakarta dan Bali. Saat ini, Wayan tengah fokus meminta pengelola wisata agar berbenah dan memperbaiki sesuai standar protokol kesehatan pasca Covid-19. "Jadi sesuai kebijakan yang sudah ditetapkan Gubernur, tentu kita akan menerapkan protokol standar dulu, misalnya ada penyiapan sarana cuci tangan, penyiapan jaga jarak dan lainnya. Kami sedang proses penyiapan peraturan Gubernur yang lebih kompleks," jelasnya.
 
LABUANBAJO2

Sementara itu, kepada para wisatawan yang akan berkunjung, Wayan mengimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan kebersihan seperti mengenakan masker, jaga jarak, hand sanitizer, dan lainnya. Lebih lanjut, Wayan akan memastikan kesiapan destinasi yang akan buka pada 15 Juni. Pihaknya akan menyurati setiap kabupaten atau kota untuk menanyakan tentang kesiapan destinasi wisatanya. "Semua destinasi wisata wajib menerapkan protokol kesehatan, artinya kesiapan tandon cuci tangan, dan hal standar lainnya," kata Wayan.

Sumber Berita :  Kompas.com
Penulis : Nicholas Ryan Aditya
Editor : Kahfi Dirga Cahya