config

Kondisi Umum

Pertumbuhan Ekonomi

Laju Petumbuhan Ekonomi di NTT dan Nasional Tahun 2013-2017

Periode

Nusa Tenggara Timur

Nasional

2013

5,56

5,78

2014

5,04

5,02

2015

5,13

4,79

2016

5,18

5,02

2017

5,16

5,07

 
 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

PDRB NTTTahun 2013-2017

Uraian

2013

2014

2015

2016

2017

PDRB ADHB (milyard Rp.)

61.325,3

68.500,4

76.190,9

84.172,6

91.160

PDRB ADHK  Tahun 2010 (milyard Rp.)

51.505,2

54.108,0

56.831,9

59.775,7

62.788

PDRB Perkapita ADHB (Juta Rp.)

11,27

13,60

14,88

16,18

-

PDRB Perkapita ADHK (Juta Rp.)

12,40

13,60

14,88

16.18

-

Sumber : BPS Provinsi NTT, 2018

Inflasi

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT (KEKR NTT, Februari 2018), Inflasi sepanjang tahun 2017 di Provinsi NTT mencapai 2,00% (yoy) dan menjadi inflasi terendah dalam 17 tahun terakhir. Terkendalinya harga bahan makanan terutama sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan menjadi penyebab utama rendahnya inflasi di tahun 2017. Walaupun secara bulanan, inflasi mengalami kenaikan yang cukup tinggi pada dua bulan menjelang akhir tahun, namun besar kenaikan inflasi tidak sebesar tahun sebelumnya, sehingga secara tahunan inflasi relatif terjaga. Adanya koordinasi dan pemantauan pasokan beberapa komoditas sayur-sayuran dan bumbu- bumbuan berhasil menurunkan harga beberapa komoditas sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan. Operasi pasar yang rutin dilakukan oleh PT BULOG juga mampu menahan kenaikan komoditas beras yang mulai meningkat seiring dengan turunnya pasokan secara nasional.

 

ANGKA KEMISKINAN

Persentase Kemiskinan

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT (KEKR NTT, Februari 2018), perkembangan positif dimana persentase penduduk miskin NTT cenderung berada pada trend menurun sejak tahun 2015, mengikuti trend secara nasional. Hal yang menarik adalah trend penurunan presentase kemiskinan ini terjadi baik di kota maupun pedesaan. Jika dibandingkan dengan tahun 2016, persentase kemiskinan di kota turun tipis dari 10,17 persen menjadi 10,11 persen pada 2017. Sedangkan di pedesaan terjadi penurunan sebesar 0,6 persen dari 25,19 persen di 2016 menjadi 24,49 persen pada 2017. Secara umum menurunnya jumlah penduduk miskin pada 2017 di Provinsi NTT ini antara lain disebabkan oleh penggunaan peralatan mekanisasi yang berpengaruh terhadap turunnya biaya dan meningkatnya pendapatan petani. Inflasi yang terkendali sepanjang tahun juga berdampak terhadap terkendalinya biaya operasional rumah tangga. Namun demikian, jika dilihat dari jumlah, penduduk miskin mayoritas berada di pedesaan dengan jumlah 1,05 juta jiwa (91,4 persen) dibandingkan perkotaan yang hanya 119 ribu jiwa (8,6 persen).

Sementara itu, dari sisi ketimpangan pengeluaran, gini ratio di NTT pada tahun 2017 tercatat sebesar 0,36 atau cenderung berada pada level ketimpangan menengah. Angka ini lebih baik dibandingkan dengan nasional yang sebesar 0,39. Hal ini mengindikasikan bahwa pengeluaran masyarakat di NTT cenderung lebih merata apabila dibandingkan dengan nasional. Namun demikian perlu perhatian dan upaya Pemerintah Daerah mengingat angka gini ratio ini sedikit meningkat jika dibanding 2016 sebesar 0,34.

Dari sisi garis kemiskinan, terdapat peningkatan pada bulan September 2017 sebesar 0,97 persen menjadi Rp 346.737 per kapita per bulan, dibandingkan Maret 2017 yang sebesar Rp 343.396 per kapita per bulan. Peningkatan garis kemiskinan yang diiringi oleh penurunan jumlah penduduk miskin mengindikasikan adanya perbaikan daya beli masyarakat di NTT Pada September 2017. Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap GK sebesar 78,83 persen. sedikit menurun dibanding periode Maret 2017 yang sebesar 79,37 persen. Hal ini menunjukkan inflasi pedesaan yang juga relatif rendah. Secara nasional, Garis Kemiskinan (GK) Provinsi NTT berada di peringkat ke-28 setelah Provinsi NTB. Provinsi dengan garis kemiskinan tertinggi adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar Rp 607.927. Sedangkan Provinsi Sulawesi Selatan memiliki GK terendah sebesar Rp 294.358 yang mengindikasikan rendahnya tingkat harga di Provinsi tersebut.

Pada sisi indikator indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) tercatat adanya kenaikan. Pada September 2017, P1 tercatat sebesar 4,16 atau turun dibandingkan Maret 2017 yang sebesar 4,34. Sementara itu, angka P2 relatif stagnan pada kisaran angka 1,17. Hal ini mengindikasikan bahwa pengeluaran penduduk miskin semakin menjauhi GK dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin tetap.

 

INFRASTRUKTUR JALAN DI NUSA TENGGARA TIMUR

Berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaaan Umum dan perumahan Rakyat Nomor : 248/KPTS/M/2015 tentang penetapan ruas jalan dalam jaringan jalan Primer menurut fungsinya, maka panjang ruas jalan di Provinsi Nusa tenggara Timur sampai dengan Tahun 2018 adalah sepanjang 1.857,91 KM terdiri dari Panjang ruas jalan Nasional 1.052,33 KM dan panjangvruas jalan Provinsi 805,58 KM

Daftar Tabel panjang ruas jalan / Kabupaten

No

Nama Kabupaten

Panjang Ruas (KM)

1

Kota Kupang

65,54

2

Kabupaten Kupang

68,82

3

TTS

103,61

4

TTU

91,45

5

Belu

75,64

6

Malaka

55,93

7

Rote Ndao

56,70

8

Sabu Raijua

45,27

9

Alor

145,33

10

Lembata

61,45

11

Flores Timur

52,06

12

Sikka

89,97

13

Nagekeo

41,46

14

Ende

227,63

15

Ngada

54,12

16

Manggarai Timur

113,00

17

Manggarai

211,95

18

Manggarai Barat

141,80

19

Sumba Barat Daya

83,07

20

Sumba Timur

191,70

21

Sumba Tengah

66,48

22

Sumba Barat

128,19

 Sumber : Dinas Perhubungan Prov. NTT

Konektivitas Transportasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kebutuhan akan Transportasi di wilayah NTT dianggap sangat penting dalam mendukung kemajuan sosial ekonomi, mendukung poros maritim dunia dan mewujudkan nawa cita. konektivitas jaringan transportasi antarmoda, didasarkan pada aksesibilitas dan sarana prasarana yang ada pada Nusa Tenggara Timur.

Terminal Angkutan Jalan di Provinsi NTT Tahun 2018

No

Nama Terminal

Lokasi

Kelurahan/Desa

Type

Luas (M2)

Kabupaten

Kecamatan

1

Mota'ain

Kab. Belu

Kec. Tasim

Desa Silawan

A

33250

2

Naiola

Kab. TTU

-

Desa Naiola

A

10000

3

Oebobo

Kota Kupang

Kec. Oebobo

Kel. Fatululi

B

2268

4

Noelbaki

Kab. Kupang

Kec. Kupang Tengah

Desa Noelbaki

B

1800

5

Haumeni

Kab. Kupang

-

Desa Kesetnana

B

2613

6

Kefamenanu

Kab. TTS

-

Kel. Benpasi

B

1500

7

Lolowa

Kab. TTU

-

Kel. Fatubenao

B

4400

8

Lamawalang

Kab. Belu

Kec. Larantuka

Desa Lamawang

B

1800

9

Madawat

Kab. Flores Timur

Kec. Alok

Kel. Madawat

B

1350

10

Lokarya

Kab. Sikka

Kec. Kewapante

Kel. Waioti/Desa Habi

B

2000

11

Ndao

Kab. Sikka

Kec. Ende Utara

Kel. Kota Ratu

B

2129

12

Watujaji

Kab. Ende

Kec. Bajawa

Kel. Bajawa/Desa Bowejo

B

-

13

Mena

Kab. Ngada

Kec. Langke Rembong

Kel. Wali

B

3000

14

Nggorang

Kab. Manggarai

Kec. Nggorang

Desa Komodo

B

3200

15

Radamata

Kab. Manggarai Barat

-

-

B

2200

16

Waikabubak Lama

Kab. Sumba Barat Daya

Kec. Waikabubak

Kel. Wailiang

B

3200

17

Lambanapu

Kab. Sumba Barat

-

-

B

-

18

Waikabubak Baru

Kab. Sumba Timur

Kec. Loli

Kel. Weekarou

C

10000

19

Weri

Kab. Sumba Barat

-

Kel. Weri

C

-

20

Waiwerang

Kab. Flores Timur

-

Kel. Waiwerang

C

-

21

Waiwadan

Kab. Flores Timur

-

Kel. Waiwadan

C

-

22

Rewarangga

Kab. Flores Timur

-

-

C

4290

23

Kota

Kab. Ende

-

-

C

486

24

Detusoko

Kab. Ende

-

-

C

720

25

Wolowaru

Kab. Ende

-

-

C

300

26

Maukaro

Kab. Ende

-

-

C

3870

27

Kota Bajawa

Kab. Ende

Kec. Bajawa

Kec. Ngedukelu

C

1350

28

Aimere

Kab. Ngada

Kel. Ngedukelu

Kec. Bajawa

C

-

29

Naru

Kab. Ngada

Kel. Naru

Kec. Bajawa

C

-

30

Reo

Kab. Ngada

Kec. Reo

-

C

-

31

Lando

Kab. Manggarai

Kec. Wae Ri'i

Kec. Wae Ri'i

C

7457

32

Karot

Kab. Manggarai

-

-

C

-

33

Malawatar

Kab. Manggarai Barat

-

-

C

-

Kasus Kematian Bayi

Jumlah Kasus Kematian Bayi Dari 2016-2017 Menurut Kabupaten/Kota

NO

KABUPATEN/KOTA

KEMATIAN BAYI (Jiwa/Tahun)

2016

2017

1

Kota Kupang

17

19

2

Kabupaten Kupang

66

73

3

Kabupaten Timor Tengah Selatan

92

62

4

Kabupaten Timor Tengah Utara

71

80

5

Kabupaten Belu

64

39

6

Kabupaten Alor

26

21

7

Kabupaten Lembata

32

29

8

Kabupaten Flores Timur

82

31

9

Kabupaten Sikka

80

54

10

Kabupaten Ende

63

59

11

Kabupaten Nagekeo

43

38

12

Kabupaten Ngada

30

19

13

Kabupaten Manggarai Timur

59

42

14

Kabupaten Manggarai

70

55

15

Kabupaten Manggarai Barat

63

55

16

Kabupaten Sumba Barat Daya

53

37

17

Kabupaten Sumba Barat

28

25

18

Kabupaten Sumba Timur

62

43

19

Kabupaten Rote Ndao

29

27

20

Kabupaten Sabu Raijua

30

12

21

Kabupaten Malaka

24

13

Jumlah

1.088

874

 
Kasus Kematian
Ibu (AKI)

Rincian Kasus Kematian Ibu Menurut Kabupaten/Kota di NTT

NO

KABUPATEN/KOTA

KEMATIAN IBU (Jiwa/Tahun)

2016

2017

1

Kota Kupang

4

4

2

Kabupaten Kupang

13

10

3

Kabupaten Timor Tengah Selatan

27

32

4

Kabupaten Timor Tengah Utara

7

2

5

Kabupaten Belu

5

6

6

Kabupaten Alor

14

10

7

Kabupaten Lembata

4

3

8

Kabupaten Flores Timur

6

4

9

Kabupaten Sikka

13

4

10

Kabupaten Ende

12

10

11

Kabupaten Nagekeo

4

5

12

Kabupaten Ngada

6

1

13

Kabupaten Manggarai Timur

10

10

14

Kabupaten Manggarai

7

5

15

Kabupaten Manggarai Barat

12

14

16

Kabupaten Sumba Barat Daya

7

16

17

Kabupaten Sumba Barat

0

1

18

Kabupaten Sumba Tengah

2

2

19

Kabupaten Sumba Timur

11

9

20

Kabupaten Rote Ndao

7

3

21

Kabupaten Sabu Raijua

7

7

22

Kabupaten Malaka

4

4

Jumlah

182

162


Angka Kelangsungan Hidup Bayi

Kondisi Bayi Lahir Hidup/Mati Kabupaten/Kota Tahun 2017

NO

Kab/Kota

Kelahiran

Lahir Hidup

Lahir Mati

Jumlah

1

Sumba Barat

8.024

34

8.058

2

Sumba Timur

5.933

112

6.045

3

Kupang

8.443

112

8.555

4

TTS

5.045

98

5.143

5

TTU

4.551

85

4.636

6

Belu

3.711

11

3.722

7

Alor

2.113

11

2.124

8

Lembata

3.690

80

3.770

9

Flores Timur

4.749

64

4.813

10

Sikka

4.157

75

4.232

11

Ende

2.472

20

2.492

12

Ngada

1.867

23

1.890

13

Manggarai

5.273

106

5.379

14

Rote Ndao

6.023

84

6.107

15

Manggarai Barat

4.514

80

4.594

16

Sumba Tengah

5.389

12

5.401

17

Sumba Barat Daya

1.420

18

1.438

18

Nagekeo

1.775

20

1.795

19

Manggarai Timur

4.634

101

4.735

20

Sabu Raijua

2.335

52

2.387

21

Kota Kupang

1.523

15

1.538

22

Malaka

1.790

7

1.797

 

Jumlah/Total

89.431

1.220

90.651

  Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi NTT, 2018


 

 
 
 

 Angka Melek Huruf

Persentase Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Melek Huruf Menurut Jenis Kelamin,Tahun 2011-2016

Tahun

Laki-laki (%)

Perempuan (%)

Total (%)

2011

91,00

87,49

89,20

2012

91,81

88,84

90,30

2013

92,99

90,29

91,61

2014

88,92

83,92

86,52

2015

93,89

91,61

92,73

2016

93,93

91,31

92,60

 Sumber Data : BPS, Provinsi NTT Dalam Angka Tahun 2017

 
Angka Partisipasi Kasar (APK)

Angka PartisipasiKasar (APK) per Tingkat Pendidikan Di Provinsi NTT, Tahun 2013-2017

No

Jenjang pendidikan

Nilai APK (% perTahun)

2013

2014

2015

2016

2017

1

SD/MI

114,8

119,65

116,46

112,85

118,59

2

SMP/MTs

96,87

96,91

91,25

98,96

98,93

3

SMA/MAN

76,83

77,01

82,74

77,69

83,20

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi NTT, 2018


Angka Partisipasi Murni (APM)

Kondisi APM per Tingkat Pendidikan Di Provinsi NTT, Tahun 2013-2017

No

Jenjang pendidikan

Nilai APM(% per Tahun)

2013

2014

2015

2016

2017

1.      

SD/MI/SDLB

97,10

97,80

98,00

98,49

98,93

2.      

SMP/MTs/SMPLB

83,60

83,87

83,95

84,20

84,44

3.      

SMA/SMK/MAN

73,03

73,51

73,90

74,47

74,59

 Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi NTT, 2018


Angka Pendidikan Yang Ditamatkan

Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas Menurut Kabupaten/Kota
Dan Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Provinsi NTT
Tahun 2016

No

Kabupaten/Kota

Tidak Punya Ijasah

Tamat SD

Tamat SMTP

Tamat SMU

Tamat SMK

1

Sumba Barat

41,73

29,07

9,49

14,10

1,52

2

Sumba Timur

41,01

29,03

9,56

11,00

2,80

3

Kupang

31,13

36,19

11,04

13,85

2,26

4

TTS

38,80

34,99

8,88

12,31

1,03

5

TTU

30,51

40,57

7,73

12,13

1,66

6

Belu

34,87

35,32

9,56

13,28

1,30

7

Alor

30,33

40,29

8,95

12,22

2,52

8

Lembata

28,64

39,83

8,36

11,55

2,15

9

Flores Timur

34,72

36,67

9,88

11,85

2,52

10

Sikka

42,42

28,74

8,73

11,87

1,67

11

Ende

34,81

30,77

9,81

13,36

3,24

12

Ngada

22,15

48,68

7,86

12,23

2,14

13

Manggarai

33,15

38,78

8,79

12,20

0,57

14

Rote Ndao

34,24

38,43

6,81

14,16

0,87

15

Manggarai Barat

31,90

50,95

6,17

7,20

0,35

16

Sumba Tengah

40,11

33,33

8,22

12,79

1,86

17

Sumba Barat Daya

49,87

27,94

8,58

10,64

0,29

1

2

3

4

5

6

7

18

Nagekeo

29,82

40,08

9,29

11,78

2,00

19

Manggarai Timur

28,70

53,52

6,80

6,51

0,60

20

Sabu Raijua

38,22

36,22

10,37

11,41

0,52

21

Malaka

39,53

31,59

8,54

14,86

0,35

22

Kota Kupang

9,46

22,44

12,23

35,14

5,06

Jumlah

33,30

35,77

9,06

13,75

1,81

Sumber : BPS, Provinsi NTT Dalam Angka, 2018