config

Kondisi Umum

Pertumbuhan Ekonomi

Laju Petumbuhan Ekonomi di NTT dan Nasional Tahun 2013-2018

Periode

Nusa Tenggara Timur

Nasional

2013

5,56

5,78

2014

5,04

5,02

2015

5,13

4,79

2016

5,18

5,02

2017

5,16

5,07

           2018                    5,13           5,17
 

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Berdasarkan  KEKR Provinsi NTT Bulan Februari 2019 yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Nusa Tenggara Timur pada tahun 2018 berdasarkan harga berlaku sebesar 99.087,3 milyard rupiah atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 90.757,6 milyard rupiah.

Sumbangan terbesar untuk ProdukDomestik Regional Bruto (PDRB) menurut Lapangan Usaha atas dasar harga berlaku (ADHB) NTT tahun 2018 adalah dari lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan 28,40 persen. Berikutnya adalah dari lapangan usaha Adminsitrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib dengan 13,34 persen, lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan 11,06 persen, dan lapangan usaha Konstruksi memberi sumbangan 10,84 persen terhadap PDRB ADHB. Berdasarkan harga konstan 2010, perekonomian NTT pada tahun 2018 mengalami pertumbuhan sebesar 5,13 persen, sedikit mengalami percepatan dibandingkan dengan tahun 2017 yaitu sebesar 5,11 persen. Seluruh lapangan usaha pada tahun 2018 mencatat pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan ekonomi tertinggi pada tahun 2018 dicapai oleh lapangan usaha Penyedia Akomodasidan Makan Minum sebesar 12,16 persen.

 

 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

PDRB NTTTahun 2013-2017

Uraian

2013

2014

2015

2016

2017

PDRB ADHB (milyard Rp.)

61.325,3

68.500,4

76.190,9

84.172,6

91.160

PDRB ADHK  Tahun 2010 (milyard Rp.)

51.505,2

54.108,0

56.831,9

59.775,7

62.788

PDRB Perkapita ADHB (Juta Rp.)

11,27

13,60

14,88

16,18

-

PDRB Perkapita ADHK (Juta Rp.)

12,40

13,60

14,88

16.18

-

Sumber : BPS Provinsi NTT, 2018

Inflasi

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT (KEKR NTT, Februari 2018), Inflasi sepanjang tahun 2018 di Provinsi NTT mencapai 3,07% (yoy) walaupun mengalami peningkatan dari tahun 2017 sebesar 2,00% (yoy), namun pencapaian ini masih berada dalam rentang target inflasi nasional sebesar 3,5±1% (yoy). Terkendalinya harga sebagaian bahan  makanan pada komoditas ikan segar dan sayur-sayuran menjadi penyebab utama terkendalinya inflasi di tahun 2018. Jika dibandingkan dengan tahun 2017, tren inflasi masih mengalami pola musiman dengan deflasi di kisaran triwulan III diikuti dengan kenaikan yang cukup tinggi di dua bulan menjelang akhir tahun, namun begitu jika dibandingkan dengan tahun 2017, besaran deflasi yang terjadi di Bulan Oktober tidak terlalu signifikan, terlebih kelangkaan pangan di awal tahun 2018 masih memberi dampak pada tingkat harga secara keseluruhan, sehingga secara tahun inflasi di Provinsi NTT mengalami peningkatan yang berarti namum masih relatif terjaga. Adanya koordinasi dan pemantauan pasokan beberaap komoditas sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan berhasil menurunkan harganya. Operasi pasar yang rutin dilaksanakan bersama PT. BULOG dan Satgas Pangan juga mamapu menahan kenaikan komoditas beras yang sebelumnya mengalami lonjakan di awal tahun 2018.

Pada akhir tahun 2018, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami inflasi angkutan udara tertinggi (dalam 4 tahun terakhir) secara tahunan (yoy). Walaupun secara bulanan tetap mengalami pola inflasi pada bulan November dan Desember, namun inflasi angkutan udara pada tahun 2018 cukup besar dampaknya bagi provinsi NTT yang secara geografis berbentuk kepulauan.

 

ANGKA KEMISKINAN

Persentase Kemiskinan

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT (KEKR NTT, Februari 2018), perkembangan positif dimana persentase penduduk miskin NTT cenderung berada pada trend menurun sejak tahun 2015, mengikuti trend secara nasional. Hal yang menarik adalah trend penurunan presentase kemiskinan ini terjadi baik di kota maupun pedesaan. Jika dibandingkan dengan tahun 2016, persentase kemiskinan di kota turun tipis dari 10,17 persen menjadi 10,11 persen pada 2017. Sedangkan di pedesaan terjadi penurunan sebesar 0,6 persen dari 25,19 persen di 2016 menjadi 24,49 persen pada 2017. Secara umum menurunnya jumlah penduduk miskin pada 2017 di Provinsi NTT ini antara lain disebabkan oleh penggunaan peralatan mekanisasi yang berpengaruh terhadap turunnya biaya dan meningkatnya pendapatan petani. Inflasi yang terkendali sepanjang tahun juga berdampak terhadap terkendalinya biaya operasional rumah tangga. Namun demikian, jika dilihat dari jumlah, penduduk miskin mayoritas berada di pedesaan dengan jumlah 1,05 juta jiwa (91,4 persen) dibandingkan perkotaan yang hanya 119 ribu jiwa (8,6 persen).

Sementara itu, dari sisi ketimpangan pengeluaran, gini ratio di NTT pada tahun 2017 tercatat sebesar 0,36 atau cenderung berada pada level ketimpangan menengah. Angka ini lebih baik dibandingkan dengan nasional yang sebesar 0,39. Hal ini mengindikasikan bahwa pengeluaran masyarakat di NTT cenderung lebih merata apabila dibandingkan dengan nasional. Namun demikian perlu perhatian dan upaya Pemerintah Daerah mengingat angka gini ratio ini sedikit meningkat jika dibanding 2016 sebesar 0,34.

Dari sisi garis kemiskinan, terdapat peningkatan pada bulan September 2017 sebesar 0,97 persen menjadi Rp 346.737 per kapita per bulan, dibandingkan Maret 2017 yang sebesar Rp 343.396 per kapita per bulan. Peningkatan garis kemiskinan yang diiringi oleh penurunan jumlah penduduk miskin mengindikasikan adanya perbaikan daya beli masyarakat di NTT Pada September 2017. Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap GK sebesar 78,83 persen. sedikit menurun dibanding periode Maret 2017 yang sebesar 79,37 persen. Hal ini menunjukkan inflasi pedesaan yang juga relatif rendah. Secara nasional, Garis Kemiskinan (GK) Provinsi NTT berada di peringkat ke-28 setelah Provinsi NTB. Provinsi dengan garis kemiskinan tertinggi adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar Rp 607.927. Sedangkan Provinsi Sulawesi Selatan memiliki GK terendah sebesar Rp 294.358 yang mengindikasikan rendahnya tingkat harga di Provinsi tersebut.

Pada sisi indikator indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) tercatat adanya kenaikan. Pada September 2017, P1 tercatat sebesar 4,16 atau turun dibandingkan Maret 2017 yang sebesar 4,34. Sementara itu, angka P2 relatif stagnan pada kisaran angka 1,17. Hal ini mengindikasikan bahwa pengeluaran penduduk miskin semakin menjauhi GK dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin tetap.

 

INFRASTRUKTUR JALAN DI NUSA TENGGARA TIMUR

Berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaaan Umum dan perumahan Rakyat Nomor : 248/KPTS/M/2015 tentang penetapan ruas jalan dalam jaringan jalan Primer menurut fungsinya, maka panjang ruas jalan di Provinsi Nusa tenggara Timur sampai dengan Tahun 2018 adalah sepanjang 1.857,91 KM terdiri dari Panjang ruas jalan Nasional 1.052,33 KM dan panjangvruas jalan Provinsi 805,58 KM

Daftar Tabel panjang ruas jalan / Kabupaten

No

Nama Kabupaten

Panjang Ruas (KM)

1

Kota Kupang

65,54

2

Kabupaten Kupang

68,82

3

TTS

103,61

4

TTU

91,45

5

Belu

75,64

6

Malaka

55,93

7

Rote Ndao

56,70

8

Sabu Raijua

45,27

9

Alor

145,33

10

Lembata

61,45

11

Flores Timur

52,06

12

Sikka

89,97

13

Nagekeo

41,46

14

Ende

227,63

15

Ngada

54,12

16

Manggarai Timur

113,00

17

Manggarai

211,95

18

Manggarai Barat

141,80

19

Sumba Barat Daya

83,07

20

Sumba Timur

191,70

21

Sumba Tengah

66,48

22

Sumba Barat

128,19

 Sumber : Dinas Perhubungan Prov. NTT

Konektivitas Transportasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kebutuhan akan Transportasi di wilayah NTT dianggap sangat penting dalam mendukung kemajuan sosial ekonomi, mendukung poros maritim dunia dan mewujudkan nawa cita. konektivitas jaringan transportasi antarmoda, didasarkan pada aksesibilitas dan sarana prasarana yang ada pada Nusa Tenggara Timur.

Terminal Angkutan Jalan di Provinsi NTT Tahun 2018

No

Nama Terminal

Lokasi

Kelurahan/Desa

Type

Luas (M2)

Kabupaten

Kecamatan

1

Mota'ain

Kab. Belu

Kec. Tasim

Desa Silawan

A

33250

2

Naiola

Kab. TTU

-

Desa Naiola

A

10000

3

Oebobo

Kota Kupang

Kec. Oebobo

Kel. Fatululi

B

2268

4

Noelbaki

Kab. Kupang

Kec. Kupang Tengah

Desa Noelbaki

B

1800

5

Haumeni

Kab. Kupang

-

Desa Kesetnana

B

2613

6

Kefamenanu

Kab. TTS

-

Kel. Benpasi

B

1500

7

Lolowa

Kab. TTU

-

Kel. Fatubenao

B

4400

8

Lamawalang

Kab. Belu

Kec. Larantuka

Desa Lamawang

B

1800

9

Madawat

Kab. Flores Timur

Kec. Alok

Kel. Madawat

B

1350

10

Lokarya

Kab. Sikka

Kec. Kewapante

Kel. Waioti/Desa Habi

B

2000

11

Ndao

Kab. Sikka

Kec. Ende Utara

Kel. Kota Ratu

B

2129

12

Watujaji

Kab. Ende

Kec. Bajawa

Kel. Bajawa/Desa Bowejo

B

-

13

Mena

Kab. Ngada

Kec. Langke Rembong

Kel. Wali

B

3000

14

Nggorang

Kab. Manggarai

Kec. Nggorang

Desa Komodo

B

3200

15

Radamata

Kab. Manggarai Barat

-

-

B

2200

16

Waikabubak Lama

Kab. Sumba Barat Daya

Kec. Waikabubak

Kel. Wailiang

B

3200

17

Lambanapu

Kab. Sumba Barat

-

-

B

-

18

Waikabubak Baru

Kab. Sumba Timur

Kec. Loli

Kel. Weekarou

C

10000

19

Weri

Kab. Sumba Barat

-

Kel. Weri

C

-

20

Waiwerang

Kab. Flores Timur

-

Kel. Waiwerang

C

-

21

Waiwadan

Kab. Flores Timur

-

Kel. Waiwadan

C

-

22

Rewarangga

Kab. Flores Timur

-

-

C

4290

23

Kota

Kab. Ende

-

-

C

486

24

Detusoko

Kab. Ende

-

-

C

720

25

Wolowaru

Kab. Ende

-

-

C

300

26

Maukaro

Kab. Ende

-

-

C

3870

27

Kota Bajawa

Kab. Ende

Kec. Bajawa

Kec. Ngedukelu

C

1350

28

Aimere

Kab. Ngada

Kel. Ngedukelu

Kec. Bajawa

C

-

29

Naru

Kab. Ngada

Kel. Naru

Kec. Bajawa

C

-

30

Reo

Kab. Ngada

Kec. Reo

-

C

-

31

Lando

Kab. Manggarai

Kec. Wae Ri'i

Kec. Wae Ri'i

C

7457

32

Karot

Kab. Manggarai

-

-

C

-

33

Malawatar

Kab. Manggarai Barat

-

-

C

-

                                                                       

 

Kasus Kematian Bayi

Jumlah Kasus Kematian Bayi Dari 2017-2018 Menurut Kabupaten/Kota

NO

KABUPATEN/KOTA

KEMATIAN BAYI (Jiwa/Tahun)

2017

2018 *)

1

Kota Kupang

37

35

2

Kabupaten Kupang

83

93

3

Kabupaten Timor Tengah Selatan

156

144

4

Kabupaten Timor Tengah Utara

80

74

5

Kabupaten Belu

39

62

6

Kabupaten Alor

11

43

7

Kabupaten Lembata

31

25

8

Kabupaten Flores Timur

47

66

9

Kabupaten Sikka

67

80

10

Kabupaten Ende

59

40

11

Kabupaten Nagekeo

39

41

12

Kabupaten Ngada

33

22

13

Kabupaten Manggarai Timur

53

45

14

Kabupaten Manggarai

70

83

15

Kabupaten Manggarai Barat

61

55

16

Kabupaten Sumba Barat Daya

-

34

17

Kabupaten Sumba Barat

3

30

18

Kabupaten Sumba Timur

54

45

19

Kabupaten Rote Ndao

36

32

20

Kabupaten Sabu Raijua

33

44

21

Kabupaten Malaka

16

16

Jumlah

1.044

1.131

                                                               Sumber Data : BPS Provinsi NTT                 *) : Angka Sementara


Kasus Kematian
Ibu (AKI)

Rincian Kasus Kematian Ibu Menurut Kabupaten/Kota di NTT

NO

KABUPATEN/KOTA

KEMATIAN IBU (Jiwa/Tahun)

2016

2017

1

Kota Kupang

4

4

2

Kabupaten Kupang

13

10

3

Kabupaten Timor Tengah Selatan

27

32

4

Kabupaten Timor Tengah Utara

7

2

5

Kabupaten Belu

5

6

6

Kabupaten Alor

14

10

7

Kabupaten Lembata

4

3

8

Kabupaten Flores Timur

6

4

9

Kabupaten Sikka

13

4

10

Kabupaten Ende

12

10

11

Kabupaten Nagekeo

4

5

12

Kabupaten Ngada

6

1

13

Kabupaten Manggarai Timur

10

10

14

Kabupaten Manggarai

7

5

15

Kabupaten Manggarai Barat

12

14

16

Kabupaten Sumba Barat Daya

7

16

17

Kabupaten Sumba Barat

0

1

18

Kabupaten Sumba Tengah

2

2

19

Kabupaten Sumba Timur

11

9

20

Kabupaten Rote Ndao

7

3

21

Kabupaten Sabu Raijua

7

7

22

Kabupaten Malaka

4

4

Jumlah

182

162


Angka Kelangsungan Hidup Bayi

Kondisi Bayi Lahir Hidup/Mati Kabupaten/Kota Tahun 2018

NO

Kab/Kota

Kelahiran

Lahir Hidup

Lahir Mati

Jumlah

1

Sumba Barat

1.479

-

1.479

2

Sumba Timur

5.129

93

5.222

3

Kupang

6.164

77

6.241

4

TTS

9.273

80

9.353

5

TTU

5.245

318

5.563

6

Belu

4.884

77

4.961

7

Alor

3.868

32

3.900

8

Lembata

2.110

13

2.123

9

Flores Timur

4.065

73

4.138

10

Sikka

5.200

79

5.279

11

Ende

4.378

60

4.438

12

Ngada

2.523

29

2.552

13

Manggarai

6.100

78

6.178

14

Rote Ndao

2.108

33

2.141

15

Manggarai Barat

4.968

61

5.029

16

Sumba Tengah

1.746

22

1.768

17

Sumba Barat Daya

5.893

22

5.915

18

Nagekeo

1.746

26

1.772

19

Manggarai Timur

4.691

295

4.986

20

Sabu Raijua

1.551

45

1.596

21

Kota Kupang

8.663

38

8.701

22

Malaka

3.742

18

3.760

 

Jumlah/Total

95.526

1.220

97.095

  Sumber: BPS Prov. NTT                *) : Angka Sementara

 

 
 
 

Angka Melek Huruf

Persentase Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Melek Huruf Menurut Jenis Kelamin,Tahun 2011-2017

Tahun

Laki-laki (%)

Perempuan (%)

Total (%)

2011

91,00

87,49

89,20

2012

91,81

88,84

90,30

2013

92,99

90,29

91,61

2014

88,92

83,92

86,52

2015

93,89

91,61

92,73

2016

93,93

91,31

92,60

2017 94,13 91,38 92,73

 Sumber Data : BPS, Provinsi NTT Dalam Angka Tahun 2018

 
Angka Partisipasi Kasar (APK)

Angka PartisipasiKasar (APK) per Tingkat Pendidikan Di Provinsi NTT, Tahun 2013-2018

No

Jenjang pendidikan

Nilai APK (% perTahun)

2013

2014

2015

2016

2017

2018          

1

SD/MI

114,8

119,65

116,46

112,85

118,59

103,88

2

SMP/MTs

96,87

96,91

91,25

98,96

98,93

98,75

3

SMA/MAN

76,83

77,01

82,74

77,69

83,20

86,10

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi NTT, 2018


Angka Partisipasi Murni (APM)

Kondisi APM per Tingkat Pendidikan Di Provinsi NTT, Tahun 2013-2018

No

Jenjang pendidikan

Nilai APM(% per Tahun)

2013

2014

2015

2016

2017

2018

1.      

SD/MI/SDLB

97,10

97,80

98,00

98,49

98,93

86,02

2.      

SMP/MTs/SMPLB

83,60

83,87

83,95

84,20

84,44

71,10

3.      

SMA/SMK/MAN

73,03

73,51

73,90

74,47

74,59

70,80

 Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi NTT, 2018


Angka Pendidikan Yang Ditamatkan

Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas Menurut Kabupaten/Kota
Dan Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Provinsi NTT
Tahun 2017

 

No

 

Kabupaten/Kota

Tidak Punya Ijasah

Tamat SD

Tamat SMTP

Tamat SMU

Tamat SMK

1

Sumba Barat

39,81

23,34

15,02

12,66

2,47

2

Sumba Timur

39,78

24,77

12,92

13,26

3,30

3

Kupang

31,17

30,84

15,84

15,63

1,97

4

TTS

38,49

32,95

13,94

10,06

1,51

5

TTU

31,05

35,88

13,88

10,70

1,78

6

Belu

32,69

30,44

16,46

13,15

2,31

7

Alor

27,75

32,75

16,29

12,99

2,37

8

Lembata

28,10

35,81

13,44

12,58

3,04

9

Flores Timur

29,24

34,32

14,83

13,65

1,99

10

Sikka

45,03

24,14

11,87

10,99

2,35

11

Ende

31,77

26,38

15,80

13,93

3,38

12

Ngada

22,33

40,77

14,64

12,55

2,92

13

Manggarai

32,36

35,81

13,88

11,60

1,26

14

Rote Ndao

31,34

30,88

13,23

16,04

1,69

15

Manggarai Barat

30,46

42,32

10,20

8,60

0,97

16

Sumba Tengah

45,03

23,95

10,99

10,19

2,04

17

Sumba Barat Daya

50,48

23,20

12,96

8,37

2,24

18

Nagekeo

32,06

32,13

13,37

10.98

2,67

19

Manggarai Timur

27,98

50,83

11,62

5,83

0,23

20

Sabu Raijua

35,47

32,55

13,62

11,83

1,98

21

Malaka

37,90

32,77

12,91

10,78

0,93

22

Kota Kupang

14,46

18,18

16,03

31,25

5,83

Jumlah

32,91

31,22

13,96

13,25

2,31

Sumber : BPS, Provinsi NTT Dalam Angka, 2018

Data Kondisi Ruang Kelas PerJenjang Pendidikan

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016-2017

 
Jenjang Pendidikan
Jumlah dan Kondisi Sekolah (unit)
Jumlah Total (unit)
Baik
Rusak Ringan
Rusak Sedang
Rusak Berat
Rusak Total
Tahun 2016
SD
6.295
     19.356
4.191
3.945
4.449
38.236
SMP
2.651
       6.069
1.035
911
889
11.555
SMA
1.682
       2.865
341
242
-  
5.130
SMK
1.084
       1.059
184
131
-  
2.458
Tahun 2017
SD
6.484
     19.692
4.571
4.053
3.755
38.555
SMP
2.738
6.458
1.067
987
819
12.069
SMA
2.070
       3.040
314
293
279  
5.996
SMK
1.285
1.378
149
72
103  
2.987

Sumber data : Survey Dapodik Dinas Pendidikan Provinsi NTT, 2018