1. Angka Kematian Ibu dan Bayi (Tahun 2018-2019)

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berupaya serius untuk menekan kasus kematian ibu dan bayi yang tercermin dari turunnya angka kematian ibu dan bayi. Angka kematian ibu di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2019 terdata sebanyak 98 kasus, mengalami penurunan sebanyak 44 kasus dari tahun sebelumnya sebesar 142 kasus. Begitupun dengan angka kematian bayi pada tahun 2019 terdata sebanyak 822 kasus, atau turun 90 kasus dibandingkan tahun sebelumnya sebesar  912 kasus.

Pada tahun 2019, dari 90.846 kelahiran, terdapat bayi lahir selamat sebanyak 90.023 bayi  (99,10%) sedangkan yang meninggal sebanyak 823 bayi (0,90%).

Angka kematian ibu dan bayi tahun 2018-2019 dan kondisi bayi lahir tahun 2019 di 22 Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Timur  dapat dilihat pada Tabel dibawah ini :

Angka Kematian Ibu dan Bayi Tahun 2018-2019 serta

Kondisi Bayi Lahir Tahun 2019 di Kabupaten/Kota

se Provinsi Nusa Tenggara Timur.

NO

KAB-KOTA

KEMATIAN IBU

KEMATIAN BAYI

KONDISI BAYI LAHIR 2019

2018

2019

2018

2019

HIDUP

MATI

1

Kota Kupang

8

5

35

18

8.274

40

2

Kabupaten Kupang

8

5

86

96

5.258

74

3

Timor Tengah Selatan

24

10

127

86

9.833

87

4

Timor Tengah Utara

5

3

54

53

5.153

95

5

Belu

10

5

56

80

4.546

72

6

Kabupaten Malaka

6

3

19

28

3.797

9

7

Kabupaten Alor

12

1

24

14

2.127

13

8

Kabupaten Lembata

1

1

16

26

2.234

19

9

Kabupaten Flores Timur

9

2

30

24

3.862

47

10

Kabupaten Sikka

5

9

31

33

3.367

18

11

Kabupaten Ende

4

4

32

22

2.120

16

12

Kabupaten Nagekeo

4

1

37

25

2.378

24

13

Kabupaten Ngada

2

1

29

15

4.114

44

14

Kabupaten Manggrai Timur

6

3

45

25

5.918

76

15

Kabupaten Manggarai

9

12

83

76

4.886

52

16

Kabupaten Manggarai Barat

7

5

40

41

5.773

21

17

Kabupaten Sumba Barat Daya

5

10

35

48

2.187

8

18

Kabupaten Sumba Barat

1

2

9

12

1.756

20

19

Kabupaten Sumba Tengah

3

-

26

21

4.881

33

20

Kabupaten Sumba Timur

7

10

43

37

2.249

37

21

Kabupaten Sabu Raijua

3

1

33

10

1.346

6

22

Kabupaten Rote Ndao

3

5

22

32

3.964

12

 TOTAL

142

98

912

822

90.023

823

Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi NTT, 2020

2. Stunting di NTT

Saat ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berkomitmen untuk menjaga kualitas generasi penerus NTT melalui pengentasan masalah stunting. Di samping itu, sebagai tindaklanjut dari Strategi Nasional (StraNas) stunting, Pemerintah Provinsi telah menetapkan 8 (delapan) Aksi Konvergensi dengan 25 komposit indikator, di antaranya terdiri dari indikator gizi sensitif dan gizi spesifik yang digunakan untuk analisa penyebab stunting hingga tingkat desa, termasuk Perawatan anak-anak gizi buruk, imunisasi, air bersih dan sanitasi dan akses ke PAUD.

Pada tahun 2019 balita kurus di NTT sebanyak 21.464 balita, balita gizi kurang sebanyak 56.128 balita dari balita sebanyak 84.299 balita. Data status gizi balita per Kabupaten/Kota Tahun 2019 dapat dilihat pada Tabel dibawah ini :

 

                      Data Status Gizi Balita per Kabupaten/Kota Tahun 2019

NO

KABUPATEN/KOTA

WASTING 

(BALITA KURUS)

   UNDERWEIGHT

(BALITA GIZI KURANG)

STUNTING

1

Kota Kupang

1.436

2.730

3.929

2

Kabupaten Kupang

3.104

7.259

9.207

3

Kabupaten Timor Tengah Selatan

2.461

6.934

11.781

4

Kabupaten Timor Tengah Utara

884

4.672

7.456

5

Kabupaten Belu

867

3.052

3.661

6

Kabupaten Malaka

1.327

3.134

4.452

7

Kabupaten Alor

1.115

1.777

3.390

8

Kabupaten Lembata

458

959

1.588

9

Kabupaten Flores Timur

1.200

3.275

4.812

10

Kabupaten Sikka

955

2.915

4.096

11

Kabupaten Ende

541

1.827

3.070

12

Kabupaten Nagekeo

322

1.184

2.006

13

Kabupaten Ngada

102

762

1.207

14

Kabupaten Manggarai Timur

1.145

2.110

3.476

15

Kabupaten Manggarai

705

1.448

3.504

16

Kabupaten Manggarai Barat

975

3.008

3.008

17

Kabupaten Sumba Barat Daya

989

1.953

3.254

18

Kabupaten Sumba Barat

500

1.051

1.448

19

Kabupaten Sumba Tengah

186

850

1.854

20

Kabupaten Sumba Timur

721

1.779

3.019

21

Kabupaten Sabu Raijua

609

1.460

1.598

22

Kabupaten Rote Ndao

862

1.989

2.483

TOTAL

21.464

56.128

84.299

             Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi NTT, 2020

 

3. Penanganan Stunting di NTT

Masalah stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis, yang dipengaruhi oleh kondisi ibu/calon ibu, masa janin, dan masa bayi/balita, termasuk penyakit yang diderita selama masa balita. Seperti masalah gizi lainnya, tidak hanya terkait masalah kesehatan, namun juga dipengaruhi berbagai kondisi lain yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan. Oleh karenanya, upaya perbaikan harus meliputi upaya untuk mencegah dan mengurangi gangguan secara langsung (intervensi gizi spesifik) dan upaya untuk mencegah dan mengurangi gangguan secara tidak langsung (intervensi gizi sensitif). Intervensi gizi spesifik umumnya dilakukan di sektor kesehatan, namun hanya berkontribusi 30%, sedangkan 70% merupakan kontribusi intervensi gizi sensitif yang melibatkan berbagai sektor seperti ketahanan pangan, ketersediaan air bersih dan sanitasi, penanggulangan kemiskinan, pendidikan, sosial, dan sebagainya.

Oleh karena itu, pada tahun 2019 Pemerintah Provinsi telah membentuk Kelompok Kerja Percepatan Penanganan dan Pencegahan Stunting, terdiri dari beberapa instansi terkait, akademisi, UNICEF dan LSM. Adapun lokasi khusus penanganan stunting dilaksanakan pada desa-desa di 1 (satu) kecamatan pada 6 Kabupaten yang teridentifikasi memiliki prevelensi stunting dan kemiskinan tertinggi,yaitu: 1) Kecamatan Kuatnana Kabupaten Timor Tengah Selatan;  2) Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara; 3) Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu; 4) Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor; 5). Kecamatan Kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat;  6). Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya.

Upaya lainnya yang saat ini gencar dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mengatasi kekurangan gizi dan stunting, yaitu melalui pemberian makanan tambahan yang tinggi nilai gizi dan nutrisi yang berbahan kelor/marungga/moringa kepada ibu hamil dan balita di fasilitas-fasilitas kesehatan masyarakat sampai dengan posyandu.

Sesuai Tabel diatas Kasus Balita Gizi Buruk di NTT sebanyak 3.038 jiwa, terbanyak ada di Kabupaten Alor, yaitu mencapai 133 jiwa dan semuanya mendapatkan perawatan.

Jumlah Kasus Kematian Bayi Dari 2017-2018 Menurut Kabupaten/Kota

NO

KABUPATEN/KOTA

KEMATIAN BAYI (Jiwa/Tahun)

2017

2018 *)

1

Kota Kupang

37

35

2

Kabupaten Kupang

83

93

3

Kabupaten Timor Tengah Selatan

156

144

4

Kabupaten Timor Tengah Utara

80

74

5

Kabupaten Belu

39

62

6

Kabupaten Alor

11

43

7

Kabupaten Lembata

31

25

8

Kabupaten Flores Timur

47

66

9

Kabupaten Sikka

67

80

10

Kabupaten Ende

59

40

11

Kabupaten Nagekeo

39

41

12

Kabupaten Ngada

33

22

13

Kabupaten Manggarai Timur

53

45

14

Kabupaten Manggarai

70

83

15

Kabupaten Manggarai Barat

61

55

16

Kabupaten Sumba Barat Daya

-

34

17

Kabupaten Sumba Barat

3

30

18

Kabupaten Sumba Timur

54

45

19

Kabupaten Rote Ndao

36

32

20

Kabupaten Sabu Raijua

33

44

21

Kabupaten Malaka

16

16

Jumlah

1.044

1.131

                                                               Sumber Data : BPS Provinsi NTT                 *) : Angka Sementara


Kasus Kematian
Ibu (AKI)

Rincian Kasus Kematian Ibu Menurut Kabupaten/Kota di NTT

NO

KABUPATEN/KOTA

KEMATIAN IBU (Jiwa/Tahun)

2016

2017

1

Kota Kupang

4

4

2

Kabupaten Kupang

13

10

3

Kabupaten Timor Tengah Selatan

27

32

4

Kabupaten Timor Tengah Utara

7

2

5

Kabupaten Belu

5

6

6

Kabupaten Alor

14

10

7

Kabupaten Lembata

4

3

8

Kabupaten Flores Timur

6

4

9

Kabupaten Sikka

13

4

10

Kabupaten Ende

12

10

11

Kabupaten Nagekeo

4

5

12

Kabupaten Ngada

6

1

13

Kabupaten Manggarai Timur

10

10

14

Kabupaten Manggarai

7

5

15

Kabupaten Manggarai Barat

12

14

16

Kabupaten Sumba Barat Daya

7

16

17

Kabupaten Sumba Barat

0

1

18

Kabupaten Sumba Tengah

2

2

19

Kabupaten Sumba Timur

11

9

20

Kabupaten Rote Ndao

7

3

21

Kabupaten Sabu Raijua

7

7

22

Kabupaten Malaka

4

4

Jumlah

182

162


Angka Kelangsungan Hidup Bayi

Kondisi Bayi Lahir Hidup/Mati Kabupaten/Kota Tahun 2018

NO

Kab/Kota

Kelahiran

Lahir Hidup

Lahir Mati

Jumlah

1

Sumba Barat

1.479

-

1.479

2

Sumba Timur

5.129

93

5.222

3

Kupang

6.164

77

6.241

4

TTS

9.273

80

9.353

5

TTU

5.245

318

5.563

6

Belu

4.884

77

4.961

7

Alor

3.868

32

3.900

8

Lembata

2.110

13

2.123

9

Flores Timur

4.065

73

4.138

10

Sikka

5.200

79

5.279

11

Ende

4.378

60

4.438

12

Ngada

2.523

29

2.552

13

Manggarai

6.100

78

6.178

14

Rote Ndao

2.108

33

2.141

15

Manggarai Barat

4.968

61

5.029

16

Sumba Tengah

1.746

22

1.768

17

Sumba Barat Daya

5.893

22

5.915

18

Nagekeo

1.746

26

1.772

19

Manggarai Timur

4.691

295

4.986

20

Sabu Raijua

1.551

45

1.596

21

Kota Kupang

8.663

38

8.701

22

Malaka

3.742

18

3.760

 

Jumlah/Total

95.526

1.220

97.095

  Sumber: BPS Prov. NTT