config
 
Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis.


 
LABUHANBAJO 3
                      Panorama Pulau Padar.


Otoritas Balai Taman Nasional Komodo memperpanjang penutupan sementara kawasan obyek wisata yang berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang Nistyantara mengatakan, penutupan itu diperpanjang dengan pertimbangan soal pandemi virus corona atau Covid-19. "Surat perpanjangan penutupan sudah kita keluarkan terhitung hari ini, dengan nomor: PG.466/T.17/TU/REN/05/2020," ujar Lukita saat dihubungi . Sementara itu, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (Pemda NTT) dan para stakeholder pariwisata bersiap membuka kembali aktivitas pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT). Rencananya aktivitas pariwisata akan dibuka kembali pada tanggal 15 Juni mendatang.hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi melalui telekonferensi Forkompimda NTT yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (26/5/2020).

LABUHANBAJO 2
                         Hotel Inaya Bay Komodo Labuan Bajo saat Sunset.
 
Registrasi online.
 
Selain itu, sebagai upaya untuk mewujudkan tatanan normal baru melalui penerapan protokol kesehatan pariwisata, BOPLBF saat ini sedang membangun sistem digital registrasi online. Registrasi online ini ditujukan untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi wisata Labuan Bajo, baik wisata bahari maupun darat. Shana Fatina menegaskan, sejak awal BOPLBF merancang pembangunan sistem digital pariwisata terpadu yang terintegrasi dalam satu big data. Menurut Shana, sistem digital pariwisata ini diharapkan akan menjadi rumah bagi pariwisata Flores dan NTT secara keseluruhan. “Kami sedang usahakan sebagai langkah awal mempercepat berjalannya sistem registrasi online untuk mempermudah akses para pengunjung ke destinasi wisata khususnya yang ada di Labuan Bajo," jelas Shana.
Sistem digital ini, lanjutnya, merupakan salah satu cara agar bisa mengatur jumlah pengunjung dan menata pola perjalanan wisatawan untuk menghindari kerumunan. Sistem registrasi online ini rencananya akan diuji coba pada tanggal 9 Juni mendatang. Registrasi online ini akan sekaligus mengatur jadwal dan quota pengunjung. Selain itu, sistem ini juga dimaksudkan untuk sekaligus mendata identitas para pengunjung yang datang dan mentracing riwayat perjalanan para pengunjung. Shana menekankan pentingnya mengidentifikasi data tiap pengunjung sebagai salah satu upaya mempekuat penerapan tatanan normal baru di sektor pariwisata. “Kami sudah beberapa kali berkoordinasi dengan para pengelola destinasi wisata salah satunya dengan Balai Taman Nasional Komodo agar secepatnya bisa memenuhi kelengkapan yang dibutuhkan untuk bisa membangun sistem ini," jelas Shana. Pagi tadi kami sudah lakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pariwisata Manggarai Barat dan sekaligus mendata apa-apa saja yang diperlukan untuk mempersiapkan sistem ini," lanjutnya.