config

NTT Siap Terima Loncatan Wisatawan di 2021.

 

 

Provinsi Nusa Tenggara Timur sedang gencar mempersiapkan diri untuk menyambut loncatan kunjungan wisatawan dari manca negara dan juga domestik.

Persiapan dimaksud mencakup aspek atraktif  artinya memiliki daya tarik dan menyenangkan, aspek aksesibilitas atau kemudahan untuk mencapai lokasi, aspek akomodasi atau penginapan yang disiapkan oleh masyarakat, dan awareness yang artinya masyarakat paham dan sadar tentang pariwisata sehingga berdampak pada perilaku yang menunjang pariwisata seperti menjaga lingkungan, dan tidak buang sampah sembarangan.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan itu ketika bertatap muka dengan masyarakat di Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat saat meninjau pembangunan jalan provinsi di jalur Simpang Nggorang-Kondo dilanjutkan hingga ruas Kondo-Noa-Hita di Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (4/9/2020).

Disebutkan Gubernur, empat aspek penting dalam mengembangkan pariwisata itu wajib dimiliki oleh wilayah Manggarai Barat khususnya di jalur Utara yang saat ini infrastruktur jalannya sudah dibangun dengan bagus oleh Pemerintah Provinsi NTT.  “Saya lewat tadi merasa senang karena jalannya sudah mulai bagus dibandingkan yang dulu, yang pasti sebelum saya turun semua jalan provinsi di NTT sudah selesai, dan untuk jalur utara ini bulan Oktobier nanti semua sudah selesai, sehingga aspek aksesibilitas sudah terpenuhi,” ujarnya.

Sedangan aspek atraktif, sebut Gubernur, wilayah Mangarai Barat khususnya di wilayah Utara termasuk Kecamatan Boleng sampai Pacar memiliki daya tarik pariwisata yang bagus, baik alamnya maupun budayanya.

Pada aspek akomodasi, dikatakan Gubernur, sambil mendorong investor untuk masuk menyediakan akomodasi dengan standar bintang 3-5, tetapi untuk standard bintang 1 dan 2 itu harus ada di masyarakat. “Di setiap rumah kita, dengan dibantu oleh Pemerintah Provinsi dan diharapkan Kabupaten juga terlibat untuk mempersiapkan masyarakat kita agar setiap rumah ada 1 atau 2 kamar yang dipersiapkan seperti hotel, atau ada homestay. Kami akan kirimkan petugas untuk melatih masyarakat untuk menyediakan segala hal untuk mendukungnya,” ujar Gubernur Viktor.

 

Disebutkan Gubernur, pada bulan Januari 2021 setelah vaksin Covid-19 mulai digunakan, dan setelah manusia divaksin maka virus pada dirinya tidak akan terjangkit ke orang lain. “Maka saat itu seluruh negara sudah bebas ke mana-mana sehingga kita harus menyiapkan tahun dapan akan terjadi lompatan kunjungan wisatawan karena orang hampir di seluruh dunia stres dan orang pasti mau berlibur ke mana-mana menghilangkan stress, kita saja orang lokal setiap hari saking lamanya dengan Covid kita akan stress, di kota-kota besar sudah mulai keluar. Dan pariwisata unggulan ke depan bukan lagi di dalam gedung, tetapi yang ada di alam luar dengan berbagai atraksi budaya menjadi primadona ke depan, dan itu ada di NTT paling banyak, baik budaya maupun alam, kita menjadi tujuan wisata salah satu terbaik di dunia nanti kedepannya,” sebut Gubernur.

Itu pasalnya, Gubernur Laiskodat juga berkali-kali mengingatkan warga Manggarai Barat untuk tidak menjual tanahnya ke orang lain. “Kalau ada yang mau membangun apa saja, maka sistimnya sewa, jangan dijual. Karena kalua kita jual tanah maka kita juga akan berperan membuat kemiskinan untuk anak cucu kita. Para kepala desa dan camat kalau ada yang mau jual tanah, jangan langsung diproses, tatapi bicarakan baik-baik dan arahkan untuk disewa,” pesan Gubernur.

Gubernur menambahkan, selain aspek penunjang itu dipersiapkan, masyarakat juga difasilitasi untuk meningkatkan produktifitas pertanian untuk menopang pariwisata sehingga terjadi supplay chain atau rantai pasok. “Bakal dibuat pertanian yang bagus dengan menyiapkan tanaman hortikultura yang dikerjakan dengan benar dengan dibantu oleh Pak Thony Djogo dan Thony Peku Djawa seta dibantu Dinas Pertanian dan juga Kementerian Pertanian yang didalamnya ada peternakan untuk melakukan pendampingan agar masyarakat di sini bisa memiliki hasil hortikultura dan daging sendiri yang disiapkan dengan baik sehingga tidak dipasok dari luar. Dan semuanya itu yang dimaksudkan dengan memahami dan mengetahui pariwisata, dan itu bisa dikerjakan,” sebut Gubernur optimis.

Gubernur menambahkan, selain aspek penunjang itu dipersiapkan, masyarakat juga difasilitasi untuk meningkatkan produktifitas pertanian untuk menopang pariwisata sehingga terjadi supplay chain atau rantai pasok. “Bakal dibuat pertanian yang bagus dengan menyiapkan tanaman hortikultura yang dikerjakan dengan benar dengan dibantu oleh Pak Thony Djogo dan Thony Peku Djawa seta dibantu Dinas Pertanian dan juga Kementerian Pertanian yang didalamnya ada peternakan untuk melakukan pendampingan agar masyarakat di sini bisa memiliki hasil hortikultura dan daging sendiri yang disiapkan dengan baik sehingga tidak dipasok dari luar. Dan semuanya itu yang dimaksudkan dengan memahami dan mengetahui pariwisata, dan itu bisa dikerjakan,” sebut Gubernur optimis.

Camat Boleng, Bonevantura Ab, S.Pd, saat itu mewakili seluruh elemen masyarakat Boleng menyampaikan terimakasih kepada Gubernur NTT yang telah membangun jalan di wilayah itu. “Kami optimis bahwa dengan pembangunan jalan sepeti ini maka semua potensi daerah ini baik pertanian, perkebunan dan pariwisata akan terdongkrak maju karena ada kemudahan akses,” sebut Camat Boleng.

Turut serta mendampingi Gubernur NTT, para staf khusus diantaranya, Imanuel Blegur, Pius Rengka, Anwar Pua Geno, Nobert Jegalus, Thony Pekudjawa, Rocky Pekudjawa, Thony Djogo dan David Pandie serta Bartol Badar. Hadir juga Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Maxi Nemabu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Matius Ardu Jelamu, serta staf ahli Gubernur NTT Ferdy Kapitan.

Sumber Berita : https://selatanindonesia.com