config

 

1. Alat Musik Sasando

sasando Alat Musik Petik

Sasando adalah alat musik tradisional NTT yang cukup terkenal di Indonesia maupun di Manca Negara, alat musik petik ini cara memainkannya sama seperti dengan Harpa yaitu menggunakan kedua tangan untuk memetik dawainya.

Sasando sendiri memilki jumlah dawai atau senar yang berbeda, ada yang berjumlah 28 dan juga ada yang berjumlah 58 senar.

Sasando sendiri dibuat menggunakan bambu sebagai wadah resonansi yang dikelilingi dengan bantalan kayu untuk menahan senar. Saat ini Sasando dikembangkan menggunakan listrik, sehingga meski alat musik ini masuk dalam kategori tradisional namun dapat mengikuti perkembangan jaman yang semakin modern.

2. Alat Musik Sowito

Alat Musik Sowito

Alat musik Sowito adalah alat musik pukul yang berasal dari kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), alat musik ini memang menyerupai Mendut dari Manggarai.

Cara membuat alat musik Sowito yaitu dengan menggunakan bambu yang bagian ujung-ujungnya masih tertutup dengan ruas buku bambu lalu dicungkil pada kulitnya dan diganjal dengan bantalan kayu.

Cara memainkan alat ini yaitu dengan cara memukul bagian kulit tadi dengan sebilah kayu yang berukuran kecil.

Sowito sendiri merupakan alat musik yang menghasilkan satu nada, sehingga ketika ingin dimainkan dalam suatu pagelaran maka dibutuhkan beberapa Sowito untuk dimainkan beberapa orang.

 3. Alat Musik Tatabuang

Alat Musik Tatabuang

Tatabuang adalah alat musik pukul yang berasal dari Daerah Lamanole, Flores Timur, alat ini dipercaya dibawa oleh Suku Maluku ke Flores Timur karena bentuknya pun sama dengan Totobuang dari Maluku.

Di Lamanole alat musik ini dimainkan dengan dua cara yaitu dengan cara digantung atau diletakkan di pangkuan sang pemain. Pembuatan alat ini yaitu menggunakan kayu sukun yang bagian tengahnya dihilangkan sebagai wadah resonansi.

4. Alat Musik Tambur Terompet (Bi)

Alat Musik Tambur Terompet

Tambur Terompet adalah alat musik NTT tepatnya berada di Desa Armaba, Kecamatan Pantar Tengah. Alat musik ini tergolong kedalam alat musik pukul karena cara memainkannya dengan cara dipukul.

Tambur sendiri terbuat dari kayu, rotan dan kulit binatang, kayu yang digunakan adalah kayu lai (kurma hutan) dan kulit hewan yang digunakan adalah kulit rusa.

Alat musik ini sering dimainkan pada upacara adat dan untuk mengiringi tarian tradisional bernama lego-legi.