config

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) menegaskan indonesia bebas penyakit kaki gajah tahun 2020, ini merupakan hal penting dalam mengawali komitmen kita bersama untuk membangun kesehatan dengan prioritas yang tinggi. Hal ini ditegaskan Menteri Kesehatan pada acara Pencanagan Nasional Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA), di Lapangan Umum Betun, Jumat (04/10/2019).

“Sehat itu penting, kita sehat dulu baru bisa berpendidikan atau sekolah”. Pendidikan dan kesehatan merupakan hal yang penting untuk membawa masyarakat menjadi sejahtera. Kesehatan bergantung pada ketahanan pangan artinya masyarakat yang sehat harus bisa mengkonsumsi makanan-makanan yang bergizi dan merubah gaya hidup masyarakat karna dengan merubah gaya hidup dengan pola yang baik dapat membawa masyarakat ke hidup yang sehat.

Prof. Nila Moeloek meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur agar masyarakatnya banyak mengkonsumsi daun kelor karna sangat bergizi tinggi. “Jangan semua daun kelor di eksport tapi juga diberikan ke masyarakat untuk di konsumsi”.

Pada kesempatan yang sama dalam sambutan Gubernur Nusa Tenggara Timur yang dibacakan Sekertaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Benediktus Polo Maing menjelaskan Pembangunan Kesehatan Menempati Prioritas yang tinggi, sehingga menjadi agenda utama kita baik dalam tingkat pusat maupun daerah.

“Pembangunan kesehatan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam peningkatan index pembangunan manusia, disamping unsur Pendidikan dan ekonomi. Untuk itu sebagai investasi, orientasi pembangunan kesehatan harus lebih didorong pada aspek – aspek promotive dan preventif tanpa melupakan aspek kuratif rehabilitative” jelas Polo Maing.

Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan daerah endemis filariasis, Ada 14 kabupaten yang harus melaksanakan program minum obat filariasis secara massal dengan sasaran usia 2-70 tahun. “Bupati dan jajaranya harus menjadi contoh untuk pelaksanaan minum obat secara serentak, tepat sasaran serta terkoordinasi agar dapat mempercepat pencapaian eliminasi filariasis di Nusa Tengggara Timur menuju indonesia bebas kaki gajah” tambah Sekda.

Selanjudnya Bupati Malaka dr. Stef Bria Seran, M.Ph dalam sambutanya mengatakan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Malaka menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang memilih Kabupaten Malaka sebagai tuan rumah kegiatan Pencanangan Nasional Bulan Eliminasi Kaki Gajah Tahun 2019.

Pada kesempatan ini juga Bupati Bria Seran meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Kesehatan agar penambahan alokasi dana untuk renovasi puskesmas-puskesmas yang ada di perbatasan sehinggga pelayanan dasar dan rujukan menjadi pelayanan yang terbaik untuk Kabupaten Malaka yang merupakan daerah perbatasan dengan Timor Leste.

Dalam acara ini juga Bupati Stef berjanji akan membangun Taman Kesehatan, tempat dimana muda dan mudi menyusun keluarga kesehatan yang handal dengan adanya jejak langkah Menteri Kesehatan RI serta Para pejabat yang hadir sebagai sejarah pembangunan taman tersebut.

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Prov. NTT