config

Pemprov. NTT Teken Kontrak dengan PT Flobamor Kelola Pantai Pede.

 

 

Dari Kiri: Dirut PT FBI Yanto Kore Mega, Kepala Badan Aset dan Pendapatan Daerah Provinsi NTT Dr. Zet Sony Libing serta Dirut PT Flobamor Agustinus Zadriano Bokotei ketika penandatanganan kesepakatan pengelolaan Pantai Pede, Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat di Kantor Badan Aset dan Pendapatan Daerah Provinsi NTT, Senin (14/9/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

 

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menandatangani kontrak kerja sama dengan PT Flobamor untuk mengelola aset strategis Pantai Pede di Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Penandatanganan kontrak dalam jangka waktu 30 tahun itu dilakukan di ruang rapat Kepala Badan Aset dan Pendapatan Daerah Provinsi NTT, Dr. Zet Sony Libing, di Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (14/9/2020). “Saya mengatasnamai Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT melakukan kontrak kerja sama dengan PT Flobamor atas pemanfaatan lahan di Pantai Pede, Labuanbajo, Manggarai Barat. Dan, besaran kontribusi yang bakal diberikan PT Flobamor kepada Pemerintah Provinsi NTT adalah Rp 850 juta per tahun, ditambah privit shering yang teridri dari 30 persen untuk pemerintah dan 70 persen untuk PT Flobamor,” sebut Zony Libing kepada wartawan.

Sony mengharapkan, kerja sama yang dibangun itu bisa membawa keuntungan bagi masyarakat NTT serta peningkatan PAD bagi Pemerintah Provinsi NTT.

Direktur Utama PT Flobamor, Agustinus Zadriano Bokotei mengatakan, kerja sama yang terbangun itu merupakan bukti nyata dari Perusahaan Daerah PT Flobamor untuk mendukung Pemda dalam bentuk peningkatan PAD yang mungkin sebelumnya tidak maksimal.

 “Momentum ini kita betul-betul serius dengan hadirnya Perusahan Daerah akan memberikan kontribusi bagi masyarakat NTT. Kita punya anak perusahaan PT Flobamora Bangkit International (FBI) yang bergerak di bidang pariwisata dan perhotelan,” ujarnya.

Disebutkan Ian Bokotei, panggilan akrab Agustinus Zadriano Bokotei,  PT FBI telah berkrdinasi dan setelah melakukan  penjajakan telah mendapatkan beberapa investor yang siap untuk berinvestasi di Patai Pede. “Sudah ada investor yang beredia dan kita mengharapkan secepatnya karena memang Labuanbajo sebagai destinasi pariwisata premium saat ini sangat membutuhkan percepatan pembangunan penunjang. Bahkan, kita juga sangat slektf dalam memilih investor,” sebut Ian Bokotei.

Ian menambahan, PT Flobamor memberikan kepercayaan penuh kepada PT FBI yang dipimpin Yanto Kore Mega karena telah terbukti berhasil mengelola New Sasando International Hotel. “Meskipun ketika di awal pengambilalihan Hotel Sasando sempat terseok, tetapi Pak Yanto bersama tim mampuh mengelolanya dengan baik sehingga sekarang sudah normal dan membawa keuntungan bagi PAD NTT. Olehnya, untuk Pantai Pede kami juga memebrikan kepercayaan kepada PT FBI untuk mengelola, karena anak perusahaan kami ini benar-benar fokus pada industri pariwisata dan perhotelan,” katanya.

Direktur Utama PT FBI, Yanto Kore Mega memberikan apresiasi kepada PT Flobamor yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk kembali mengelola Pantai Pede di Labuanbajo.

“Kami memang betul-betul berkomitmen untuk memajukan pariwisata di NTT sebagai prime mover semua sektor pembangunan di NTT. Dan, di Pantai Pede, kami telah menjajaki beberepa investor yang kita ajak bekerja sama untuk melakukan investasi di Pantai Pede,” katanya.

Menurut Yanto, Pemerintah Provinsi NTT sangat beruntung memiliki Pantai Pede, dan kami akan berusaha memberikan yang terbaik dengan menggandeng investor untuk mengelolah tempat itu demi memajukan pariwisata di NTT. “Tentunya akan memberikan kontribusi bagi masyarakat NTT terutama peningktaan PAD bagi Pemprov NTT,” katanya.

Yanto menjelaskan, di Pantai Pede bakal dibangun resort dengan kapasitas sekitr 70 kamar yang ditunjang pula dengan fasilitas seperti water park dan  ballroom. “Tidak lupa pula, sesaui dengan janji Pemprov NTT ketika mengambil alih Pantai Pede kita akan meysihkan area publik, serta akes ke Pantai Pede bagi masyarakat Labuanbajo. Serta, bangunan yang ada kita akan makismalkan agar bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM bagi warga Labuanbajo yang mau berjualan di lokasi itu baik sovenir dan kuliner lainnnya,” jelas Yanto.

 

Sumber Berita : https://selatanindonesia.com