config

 

Perkembangan Terkini KSPN Super Prioritas Labuan Bajo.

 

KSPN Labuan Bajo, merupakan satu dari 11 KSPN yang dikembangkan Pemerintah sebagai Bali Baru.

                        KSPN Labuan Bajo, merupakan satu dari 11 KSPN yang dikembangkan Pemerintah sebagai Bali Baru.
 
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menata dan mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur ( NTT). KSPN Super Prioritas Labuan Bajo mencakup Labuan Bajo dan Pulau Rinca (di kawasan Taman Nasional Komodo). Dalam menata KSPN Super Prioritas Labuan Bajo, Pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun. Di Labuan Bajo, anggaran yang dialokasikan senilai Rp 464,3 miliar yang digunakan untuk penataan kawasan sejumlah destinasi pariwisata melalui Ditjen Cipta Karya. Rinciannya, Kawasan Puncak Waringin Rp 18,2 miliar dengan progres 50,68 persen, dan pengembangan kawasan Goa Batu Cermin sebesar Rp 27,5 miliar dengan progres 40 persen. Puncak Waringin yang saat ini memasuki pembangunan Tahap II, diharapkan menjadi sentra suvenir serta pusat kegiatan perbelanjaan produk khas dan tradisional Labuan Bajo, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Baca juga: Bangun Jalan Tol di Labuan Bajo, Pemerintah Beralasan Perlancar KTT G-20 Fasilitas yang melengkapi Puncak Waringin antara lain toilet dan mushola, bangunan pos jaga dan ruang genset, taman dan amfiteater, area parkir, serta jalan setapak. Penataan Puncak Waringin Lihat Foto Penataan Puncak Waringin(Dpk. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR) Sebelumnya, pada 1 Agustus hingga 28 Desember 2019, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penataan Puncak Waringin tahap I. Penataan kawasan ini mencakup Gedung Utama yang berfungsi sebagai lounge dan pusat cenderamata serta viewing deck dengan biaya sebesar Rp 9,3 miliar. Sementara, penataan Goa Batu Cermin dilakukan melalui pembangunan sejumlah fasilitas seperti kantor pengelola, loket, kafetaria, area parkir, auditorium, pusat informasi, jalur trekking, dan toilet. Lalu pembangunan amfiteater dan rumah budaya untuk mendukung kegiatan seni dan budaya lokal. Baca juga: Penataan Puncak Waringin di KSPN Labuan Bajo Capai 35 Persen Penataan Goa Batu Cermin dikerjakan oleh kontraktor PT Karya Shinta Manarito. Selain menata kedua destinasi wisata tersebut, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga juga melakukan peningkatan jalan, trotoar, dan drainase dengan alokasi anggaran Rp 420,1 miliar. Peningkatan jalan, trotoar, dan drainase dilaksanakan di sepanjang 2,19 kilometer Jalan Soekarno, Jalan Soekarno Bawah sepanjang 2,01 kilometer, Jalan Simpang Pede 4,51 kilometer, serta Waecicu sepanjang 4 kilometer. Sedangkan, di bidang perumahan dikucurkan anggaran sebesar Rp 174,5 miliar untuk peningkatan kualitas rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 4.100 unit.
 
Penataan Puncak Waringin
                        Penataan Puncak Waringin (Dpk. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR).
 

Sumber Berita : https://properti.kompas.com