config

PESAN WAKIL GUBERNUR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PADA MOMENTUM NATAL TAHUN 2019

Momentum Natal ini adalah pengorbanan,di mana Tuhan mengutus putraNya menjelma sebagai manusia agar manusia bebas dari belenggu dosa. Ini memberi makna bagi kita sebagai pemimpin maupun ASN harus berkorban untuk melayani masyarakat NTT," Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef A. Nae Soi, Senin (23/12/2019).

Menurut Josef, bisa dibayangkan jika saat itu Tuhan Allah tidak berdamai dengan manusia dan tidak mengirim Yesus secara manusia ,maka apa yang akan terjadi terhadap manusia.

"Secara manusia,kita lihat Santu Yosef saat itu bertunamgan dengan Bunda Maria. Dia didesak untuk menceraikan Bunda Maria. Santo Yosef saat itu berkorban perasaaan, walaupun diejek diolok, maka pada saat itu Yosef mengajak Bunda Maria agar pergi melahirkan di Betlehem," kata Josef.

Dijelaskan, Natal ini juga sebagai refleksi pengorbanan, karena sebagai pemimpin dan juga seluruh ASN harus memaknai Natal sebagai sebgai sebuah pelayanan terhadap masyarakat NTT.

"Natal itu adalah pengorban, sebagai pemimpin dan juga ASN harus memaknai Natal ini bahwa kita harus berkorban bagi masyarakat NTT, agar kelak NTT dapat bebas dari julukan daerah miksin, literasi terendah dan lainnya. Kita harus lakukan pengorbanan," katanya.

Dikatakan, selama ini banyak yang mengejek dirinya dan Gubernur NTT , tapi dengan semangat Natal dapat menginspirasi dirinya dan Gubernur NTT.

"Natal ini dapat menginspirasi kami berdua, walaupun kami baca di facebook banyak yang mengejek dan sebagainya, tapi itu sebagai pemimpin yang berkorban. Sebagai murid dan pengikut Yesus kami berdua dapat memaknai Natal dengan baik walaupun tidak seratus persen tapi minimal kami bisa menghayati secara manusiawi," ujarnya.

Josef juga mencontohkan hal lain, yakni ketika Yesus lahir di Betlehem, orang Majus rela berkorban untuk berjalan kaki ratusan kilometer, hanya ingin melihat Putra Allah yang lahir di Betlehem," katanya

Lebih lanjut, Josef mengatakan, Natal adalah kesederhanaan, yang mana Tuhan Yesus tidak.lahir di Hotel Mewah, tapi memilih di Betlehem di sebuah kandang.

"Apa maknanya bagi kita. Ini mengajak kita agar hidup dalam kesederhanaan. Bukan hidup miskin, semua orang bekerja mencari nafkah untuk hidup. Kesederhanaan adalah bagaimana relasi kita dengan sesama, misalnya kalau saya buat tembok pagar tinggi agar tidak ada komunikasi dengan tetangga, atau saya buat pesta tutup jalan tujuh hari tujuh malam," ujarnya.

Dia juga mengatakan, momentum Natal ini sebagai kesempatan bagi pemerintah dan semua masyarakat merefleksikan diri agar bisa bangkit dan keluar dari berbagai persoalan yang dihadapi Provinsi NTT selama ini.

Dia juga mengatakan, pentingnya hidup saling toleransi dan saling menghargai satu sama lainnya.

"Tuhan Allah tidak menciptakan semua orang satu ras dan satu agama saja, tapi kita semua beragam.
Ada orang hitam, putih dan sebagainya. Natal ini mengajarkan kita hal kasih.

Menurut Josef, ‎kelahiran Yesus Kristus membawa damai bagi manusia dan dunia, karena itu dengan merefleksikan semua yang sudah dilakukan selama tahun 2019 dan mempersiapkan diri masuk tahun 2020.

SUMBER DATA : KUPANG.TRIBUNEWS.SOM.