config

GEOGRAFI DAN IKLIM

Batas Administrasi Daerah dan Luas Wilayah

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Flores;
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia dan Negara Australia;
  • Sebelah timur berbatasan dengan Negara Republik Democratik Timor Leste;
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Sape Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Jumlah Desa, Kelurahan, Kecamatan dan Luas WilayahMenurut Kabupaten/Kota di Provinsi NTT Tahun 2017

kondisigeografis

Sumber: Ditjen BAK Kemendagri, Tahun 2018

IKLIM

Keadaan iklim di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur dikenal dengan 2 (dua) musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada Bulan Juni–September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya pada bulan Desember-Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik sehingga terjadi musim hujan. 

Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April – Mei dan Oktober – Nopember walaupun demikian mengingat Nusa Tenggara Timurdekat dengan Australia, arus angin yang banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudera pasifik sampai di wilayah NTT kandungan uap airnya sudah berkurang yang mengakibatkan hujan di wilayah ini berkurang. Hal inilah yang menjadikan Provinsi ini sebagai wilayah yang tergolong kering dimana hanya 4 (empat) bulan (Desember s/d Maret) yang keadaannya relatif basah dan 8 (delapan) bulan sisanya relatif kering, dengan suhu udara rata-rata maksimum 30 sampai 36 derajat celcius dan suhu minimum 21 derajat celcius sampai 24,5 derajat celcius, serta curah hujan rata-rata 1.164 mm/tahun yang berbeda pada tiap daerah, yaitu: Wilayah Flores bagian barat, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Ngada merupakan daerah yang cukup basah, karena curah hujan rata–ratanya lebih tinggi dari rata–rata total yaitu 3. 849 mm/tahun, sehingga sangat cocok untuk pengembangan kawasan pertanian dan perkebunan yang berumur pendek.