config

 

Tak Mau NTT Selalu Dicap Gagal, Gubernur: Kita Harus Bekerja Sungguh-sungguh.

 
VBL CAP GAGAL
                        Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, saat bertemu dengan Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia,
                        Alberto Xavier Pareira Carlos, di Ruang Kerja Gubernur NTT.
 
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, sejumlah pekerjaan yang dilakukan pihaknya selalu gagal. Provinsi NTT pun selalu identik dengan kegagalan. "Karena kita selalu kerja dan gagal. Kegagalan adalah merek NTT, jarang NTT itu mereknya berhasil," ungkap Viktor saat diskusi Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi Provinsi NTT di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Rabu (26/8/2020). Menurut Viktor, kegagalan akan mengurangi kepercayaan diri masyarakat. Hal itu, kata dia, sangat berbahaya. Viktor pun menegaskan, dirinya tak mau kegagalan itu terulang. "Saya tidak mau lagi (kegagalan). Saya mau kita kerja apapun berhasil," ujar dia. 
 
Keberhasilan itu membuat rasa percaya diri semakin meningkat.
 
"Orang datang dengan energi tidak percaya diri itu bawaannya tidak menarik. Kita malas lihat begitu dan bawaannya ingin kita sepak dia," kata Viktor. "Di bawah pemerintahan saya, mari kita mendesain secara sungguh-sungguh," sambung Viktor. Viktor pun mengajak Bank Indonesia , Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengusaha, dan masyarakat untuk mendesain pembangunan dengan baik. Viktor juga meminta sektor usaha tak hanya pintar bicara, tapi juga harus bergerak cepat di lapangan. Apalagi, kata Viktor, hampir semua daerah di Indonesia dan dunia berdiam karena Covid-19. Hal ini menjadi kesempatan NTT untuk membangun, bergerak, dan tumbuh. "Mumpung semua lagi istirahat dan diam kita bangun. Hari ini di saat semua diam, kita bergerak. Saya yakin pertumbuhan negatif tidak akan menjadi masalah karena seluruh dunia memang negatif," kata dia. Pemprov NTT, kata Viktor, sedang mengajukan kredit senilai Rp 1,5 triliun di PT Sarana Multi Infrastruktur. Dana itu akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan, pengembangan perikanan, peternakan, pertanian, kehutanan, dan penanaman porang. "Kita harus punya target di 2021 atau 2022, kita harus berada di level atas, karena infrastruktur kita siap karena saya yakin kita bisa kerjakan dengan baik dengan catatan semangat dunia usahanya ada dan tidak ada tipu muslihat di antara. Kita juga menyiapkan kebijakan dengan baik," jelas Viktor.

Sumber Berita : https://regional.kompas.com
Penulis : Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Editor : Dheri Agriesta