config

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs.Josef A. Nae Soi, MM mengatakan, prinsip dasar dalam mengenang hari literasi adalah belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup. "Itulah literasi yang sesunggunya. Oleh sebab itu, mari kita semua mengenang literasi dari Kabupaten Nagekeo untuk Provinsi NTT," ucap Wagub dalam sambutan puncak kegiatan Festival Literasi tahun 2019 di Lapangan Berdikari Danga Mbay, Senin malam (30/09/2019).

Nampak hadir Kepala Perpustakaan Nasional RI, Drs. Muhamad Syarief Bando, MM, Asdep Kementerian Koordinator PMK RI, Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo, Bupati Lembata, Bupati TTS, Bupati Sumba Barat Daya serta sejumlah undangan lainnya.

Menurut Wagub, berbagai hal yang dialami selama kegiatan Festival Literasi ini harus dibagikan kepada seluruh masyarakat di daerah ini agar dapat diketahui. "Mari kita baca. Kita dengar banyak hal selama kegiatan ini dan kita bagikan kepada semua mereka yang membutuhkan informasi dari kita," tandas Wagub seraya menambahkan, "Sesungguhnya Provinsi NTT ini tidak miskin sumber daya manusia dan sumber daya alamnya. NTT miskin karena aksesibilitas."

Karena itu, sebut Wagub, di masa kepemimpinannya bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, pihaknya berusaha dan bekerja keras untuk membuka akses yang seluas-luasnya. "Saya dan Pak Viktor berjuang keras agar aksesibilitas di Provinsi NTT bisa sama dengan aksesibilitas yang ada di provinsi lain di Indonesia," ujar Wagub dan mengutip pepatah bahasa Latin yang berarti : barangsiapa yang berjuang dengan pantas suatu saat nanti akan memperoleh mahkota.

"Hidup ini penuh perjuangan dan banyak pengalaman. Kalau kita menghormati Allah, para leluhur dan alam semesta ini maka hakul yakin, Nagekeo akan berubah. Wajah Kabupaten Nagekeo akan berubah mencerminkan bathin saudara-saudari sekalian baik yang berada di Nagekeo maupun yang ada di Provinsi NTT," tambah mantan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar.

Di tempat yang sama, Kepala Perpusnas RI, M. Syarief Bando mengatakan, dalam upaya menumbuhkan kegemaran membaca di seluruh level masyarakat maka dibutuhkan perpustakaan. "Perpustakaan bukan lagi deretan buku-buku tapi telah mengalami transformasi. Transformasi koleksi dan transformasi knowledge untuk masyarakat dan lebih khusus bagi mereka yang tidak mungkin lagi kembali ke bangku sekolah," katanya.

Karena itu, lanjut Syarief Bando, kepemilikan fisik buku tidak lagi relevan. "Semuanya telah terlayani secara digital. Bisa diakses melalui indonesiaonesearch, e-pusnas dan khasanah nusantara yang menyajikan jutaan keping copy right dan semuanya dapat diakses," kata Syarief Bando.

Bupati Nagekeo, dr. Yohanes Don Bos Do menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan Festival Literasi tahun 2019 di Kabupaten Nagekeo. "Karena itu, saya ajak seluruh masyarakat di Nagekeo untuk senantiasa berubah dengan menggunakan smart phone sehingga bisa menapis informasi dan perubahan yang begitu cepat," pinta Bupati Don.  (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)