config
 
WAGUB : " KITA TIDAK SEKEDAR KOORDINASI TETAPI KOLABORASI ".
 

 

“Hubungan Interelasi antar Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten merupakan suatu hubungan yang harus terjadi karena kehendak konstitusi dan bukan karena kehendak suatu rezim pemerintahan. Oleh karena itu nilai yang harus dipelihara dalam konteks hubungan pemerintah dimaksud adalah komunikasi yang terbuka, santun dan beretika, serta saling menghormati dan selalu membangun kerjasama atau yang saya namakan Kolaborasi”, demikian disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Josef Nae Soi MM saat membuka Bimbingan Teknis Pendalaman Tugas bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur di Hotel Sotis, kerjasama dengan BPSDMD Provinsi NTT, Senin 7/09/2020.
“Dalam penyelenggaraan sisteem Pemerintahan Indonesia pada setiap strata pemerintah, baik itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, bahkan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa/Kelurahan, merupakan suatu kesatuan sistim. Jadi sistem terdiri dari sub sistim, oleh sebab itu harus memiliki Interelasi dan Interaksi serta Interdependensi antara strata pemerintah dimaksud, Kita tidak hanya sekedar koordinasi tetapi harus ada kolaborasi.
Tugas Pemerintah Kolaborasi itu meng Inform, memberikan masukan atau memberikan informasi kepada Dewan, kemudian kita melakukan Konsultasi, baru ikut pelibatan (involve). Jadi urutannya adalah Inform (Informasi), Consul (Konsultasi) baru Involve (Pelibatan) itu baru namanya Kolaborasi, tanpa itu tidak bisa disebut Kolaborasi”, tegas Wagub Josef.
Selanjutnya ia mengatakan, kalau berbicara tentang Kolaborasi atau Koordinasi itu mudah, tetapi bagaimana menjadi satu, itu yang susah. Semua pendapat dan masukan yang disampaikan oleh masing-masing peserta, pada akhirnya pasti satu pendapat, itulah kolaborasi. Untuk itu diperlukan adanya kolaborasi bersama untuk menjadi satu.
"Yang paling sulit didalam kehidupan kita sehari-hari, hubungan antara Legislatif dan Eksekutif adalah bagaimana mempersatukan Mindset. Sebenarnya pikiran manusia itu bisa dipengaruhi untuk satu tujuan. Kita manusia sudah diciptakan oleh Tuhan, itu namanya Concius alam sadar hanya 12 %, dan ada yang tidak sadar itu namanya Unconcius 88%, kita bisa membuat agar yang Unconcius dapat menjadi Concius bersama, itu tergantung pada seni dari pada seorang pemimpin," kata dia.
Lebih lanjut Wagub juga menungkapkan, Menurut buku ahli physikologi Prof. Caroll West, seorang Profesor physikologi dari Standford University yang berjudul Mindset, beliau mengatakan bahwa manusia mempunyai dua tipe mindset, ada yang namanya Fix Mindset dan ada yang namanya Glow Mindset. Fix mindset adalah tipe manusia dengan cara berpikir dan menerima apa adanya keadaannya “memang saya sudah begini mau apa lagi, saya memang miskin jadi mau bagaimana lagi”, tetapi manusia dengan Glow Mindset adalah tipe manusia yang tidak mudah untuk menerima keadaan yang ada, dia tidak mudah menyerah dengan keadaan yang ada, justru ia berpikir “dibalik keadaan itu, pasti ada sesuatu yang berharga disitu”, panjang Josef.
Lebih lanjut, dikatakannya mari kita bekerja bersama, mari kita keroyokan bersama, mari kita gotong royong pasti itu bisa. Mindset tidak ada hubungan dengan orang pintar atau orang bodoh, tetapi yang membuat orang itu sukses dan mampu mencapai tujuannya adalah semangat juangnya yang mengubah Mindsetnya untuk berpikir maju. Oleh sebab itu saya harapkan kedepannya tidak hanya kita mengikuti aturan-aturan yang sudah baku, peraturan perundang-undangan, tetapi lebih dari itu bahwa kita duduk di Legislatif maupun eksekutif harus ada Goalnya, Outputnya dan ada Outcomenya.
Selanjutnya Josef mengatakan, semua anggota dewan pasti sudah paham, dan teman-teman anggota dewan pasti sudah menjalankan itu. Sekarang tinggal bagaimana kita menyusun supaya ada kesatuan konsep, kesatuan langkah, dan kesatuan gerak dalam kita membangun Flores Timur pada khususnya dan Nusa Tenggara Timur pada lebih diatasnya dan Indonesia pada umumnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTT (BPSDMD Prov. NTT) yang telah mengundang sekaligus untuk membuka acara yang sangat terhormat ini, “kalau saya diundang untuk bertemu dengan teman-teman DPRD pasti saya sangat antusias, karena saya juga almamater dari DPR-RI jadi saya pasti antusias dengan teman-teman sekalian”, katanya.

https://scontent.fsub4-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/118805838_218943153146480_7673946286786684968_n.jpg?_nc_cat=110&_nc_sid=8bfeb9&_nc_eui2=AeFBG9wpFlcEMuyBScbiBs05JwvG-_aQj1knC8b79pCPWbSb0V6J77oljVAJQ6S5ai0Wh5j14373-wqXyuy4e_D8&_nc_ohc=TpltUbmh2-MAX-pDWqO&_nc_ht=scontent.fsub4-1.fna&oh=c96d0f4bdb0ffc00e59e46f68ffd52d0&oe=5F7F1127

 

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTT, Keron A. Petrus dalam laporannya menyampaikan, tujuan kegiatan ini adalah Penguatan Kompetensi Tugas Kedewanan dalam rangka membangun kemitraan dan mendorong sinergi percepatan pembangunan di Daerah yang berkontribusi pada pembangunan Nasional. Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur sebanyak 30 orang, berlangsung dari tanggal 7-9 September 2020.
Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur (Robertus Rebon Kereta) dan anggota.
 

Sumber Berita : Biro Humas Prov. NTT