Informasi Pendidikan

Pendidikan memegang peranan strategis dan meningkatkan mutu sumber daya manusia yang memiliki karakter yang kuat. Untuk mewujudkan   harapan tersebut , dapat dilakukan melalui jalur formal, non formal, dan informal yang melibatkan oramg-orang berkebutuhan khusus, selanjutnya berkembang sesuai dengan kebutuhan teknologi. Berkaitan  dengan itu perlu mengoptimalkan delapan standar nasional pendidikan pada semua jemjang dan jalur.

Angka Melek Huruf

Peningkatan kualitas pendidikan juga diarahkan untuk menurunkan jumlah penduduk buta huruf usia > 10 tahun dengan menamatkan pendidikan dalam bergagai jenjang. Peningkatan kualitas pendidikan juga dilaksanakan melalui manajemen berbasis sekolah. Kinerja indikator pembangunan pendidikan sebagaimana tabel berikut:

Prosentase Kemempuan Membaca dan Menulis Pendudk tahun 2008-2012

Sumber: BPS NTT Dalam Angka 2013

Tabel diatas menunjukan jumlah penduduk melek huruf makin meningkat dan penduduk buta huruf makin menurun.Anka buta huruf masih mencapai 9,79 % tahun 2012 terutama pada penduduk dewasa dan lansia.Selanjutnya penduduk usia sekolah kemampuan membaca dan menulis makin meningkat. Presentase penduduk melek huruf per Kabupaten/Kota pada tahun 2012 sebagaimana gambar berikut:

Angka melek provinsi NTT mencapai 89,20% pada tahun 2011.Apabila dibandingkan dengan rata-rata nasional gap sebesar 4,36% karena rata-rata angka melek huruf tingkat nasional mencapai 93,56%.

Kabupaten yang mencapai angka melek huruf yang lebih tinggi dari provinsi yaitu Kabupaten Kupang (95,82%),Kabupaten Ngada (96,56%) dan Kabupaten Nagekeo (94,93%).

Kabupaten yang memiliki angka melek huruf relatif paling rendah adalah Sumba Tengah ( 74,74%), Sumba Barat (81,03%), Sabu Raijua ( 81,74%) dan TTS (79,11%).

Angka Rata-Rata Lama Sekolah

Rata-rata lama sekolah merupakan akumulasi lama seseorang bersekolah dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi bagi penduduk 15 tahun keatas yang dapat mengindikasikan salah satu indicator yang menentukan index pembangunan manusia.

Angka rata-rata lama sekolah di provinsi Nusa Tenggara Timur makin meningkat yaitu dari 6,60 pada tahun 2009 menjadi 6,99 tahun 2011 dan 7,09 pada tahun 2012. Untuk tahun 2012 kemampuan rata-rata sekolah perkabupaten/kota sebagaimana tabel berikut:

Rata-rata Lama Sekolah Per Kabupaten/Kota Tahun 2012

Sumber : BPS-NTT Dalam Angka 2013

Tabel di atas menunjukan bahawa hingga tahun 2012 kabupaten dengan lama rata-rata sekolah terenda < 6,0 yaitu kabupaten sabu raijua dan kabuapten sumba barat daya. Kota kupang meruapakan satu-satunya yang mampu mencapai rata-rata lama sekolah > 10. Berdasarkan tersebut , salah satu indicator rendahnya pencapaian IPM adalah rendanya pencapaian rata-rata lama sekolah. Rincian pencapaian rata-rata lama sekolah sebagaimana tabel diatas.

Angka Partisipasi Kasar (APK)

Angka partisipasi Kasar (APK) adalah rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu. Capaian APK pada jenjang pendidikan SD hingga SMA/SMK tahun 2009-2012 sebagaimna tabel berikut:

Kondisi APK NTT Tahun 2009-2012

Sumber: BPS-NTT Dalam Angka 20131-BPS NTT , Analisis Bapeda

Sesuai tabel diatas untuk tahun 2012 dibandingkan tahun 2011 pencapaian yaitu APK tingkat SD /MI/SDLB 115,34 % atau naik 0,03%, APK tingkat SMP/MTs/SMP/SMPLB 97,58% , naik 0,10%, sedangkan APK tingkat SMA/MA/SMK sebesar 77,16% menurun sebesar 11,9%.

Angka Partisipasi Murni (APM)

Angka Partisipasi Murni (APM) menyatakan banyaknya penduduk usia sekolah yang masih bersekolah pada jemjang pendidikan yang sesuai. Peningkatan yang signifikan terjadi pada angka partisipasi murni (APM) tingkat SMA dan SMP yang melampui target > 20% lebih . Sedangkan peningkatan APM tingkat SD memang tidak terlalu tinggi yaiyu di atas 90%. Tingkat capaian APM semua jenjang pendidikan sebagaiman tabel berikut:

Kondisi APM NTT Tahun 2009-2012

Sumber: BPS-NTT Dalam Angka 20131-BPS NTT, Analisis Bapeda

Kondisi capaian APM tahun 20121 untuk tingkat SD/MI/SDLB sebesar 96,89%, meningkat 2,53% APM SMP/MTs/SMPLB 82,26% naik 0,18%, dan APM tingkat SMA/MA/SMK 69,45% menurun 12,49%.

Angka Pendidikan yang Ditamatkan

Pendidikan tertinggi penduduk yang ditamatkan menunjukan akses pendidikan masyarakat. Pendidikan usia 15 tahun yaitu tidak memiliki ijazah 31%, tamat SD 31,04%, tamat SMP 12,67%, tamat SMA 11,45%, tamat SMK 2,98% dan 4,82% tamat DI hingga S3.

Untuk kota kupang pendidikan penduduk lebih baik dengan prporsi 10,56% tidak punya ijasah,tamat SD 16,61%,Tamat SMP 14,81%, tamat SMA 37,05%,tamat SMK 6,44% dan tamat DI hingga S3 sebanyak 13,52. Grafik pendidikan penduduk umur 15 tahun keatas sebagaiman gambar berikut:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *