Kondisi Geografis


Sebagain besar wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur berada pada rentang ketinggian 100 s/d 500 meter di atas permukaan laut dengan luas ± 2.309.747 Ha, sedangkan sebagian kecil atau 3,65% wilayah Provinsi Nusa tenggara Timur berada pada ketinggian ± 1.000 m di atas permukaan laut. Lahan dengan Kemiringan ± 15 s/d 40% mencapai 38,07% dan lahan dengan kemiringan >40 % mencapai 35,46%.


Keadaan topografis Nusa Tenggara Timur berbukit-bukit dengan daratan tersebar secara sporadic pada gugusan yang sempit. Pada semua pulau dominan permukaannya berbukit dan bergunung-gunung, diapit daratan tinggi atau perbukitan. Lahan dengan kemirigan 15º s/d 40º mencapai luasan 38,07%. Kondisis geomorfologis yang demikian menyebabkan pertanan pada daratan sangat terbatas baik pertanian basah maupun lahan kering. Pertanian lahan kering banyak dilkukan pada daerah-daerah dengan kemiringan yang curam sehingga produktivitas menjadi rendah. Memilki sebanyak 40 sungai dengan panjang berkisar antara ± 25s/d 118 km. Di daratan Flores dan daratan Alor terdapat 11 gunung berapi dengan ketinggian berkisar antara ± 637 s/d 2.149 m di atas permukaan laut, yang sejak tahun 1881 sampai dengan Tahun 2004 tercatat semua gunung berapi yang ada pernah mengalami letusan.



Provinsi Nusa Tenggara Timur dikenal 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada bulan Juni – September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya pada bulan Desember – Maret arus angin banyak mengandung banyak uap air yang dari Asia Samudra Pasifik sehingga terjadi musim hujan. Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April – Mei dan Oktober – November.


Walaupun demikian Provinsi Nusa Tenggara Timur dekat dengan Australia, arus angin yang banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudra Pasifik sampai di wilayah NTT kandungan uap air sudah berkurang yang menyebebkan volume hujan lebih sedikit di banding dekat dengan Asia. Hal ini menjadikan NTT sebagai wilayah yang tergolong kering di mana hanya 4 bulan (Januari – Maret, dan Desembar) yang keadaan relative basah dan 8 bulan sisanya relative kering.


Suhu udara maksimum rata-rata berkisar antara 30 s/d 36ºC dan suhu udara minimum berkisar antara 21 s/d 24,5ºC,dengan curah hujan rata-rata adalah 1.164 mm/tahun.


Sumber data: LKPJ Gubernur NTT Tahun 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *