Kondisi Geografis

[otw_shortcode_tabslayout tabs=”4″ tab_1_title=”Geografis” tab_1_content=”

Provinsi Nusa Tenggara Timur terletak di antara 8º-12º Lintang Selatan dan  118º -125º Bujur Timur. Secara geografis, luas wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri daratan seluas 4.734.990 Ha terbesar pada 1.192 pulau (44 pulau dihuni dan 1.148 pulau tidak dihuni). Sebagaian wilayahnya dan berbukit, hanya sediktit daratan rendah. Memiliki 40 sungai dengan panjang antara 25 – 118 kilo meter. Selanjutnya, batas-batas daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur  dapa diuraikan sebagai berikiut:

  • Sebelah Utara berbatasan denganLaut flores;
  • Sebelah Utara berbatasan dengan dengan Samudera Hindia dan Negara Australia;
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Negara Republic Democratic Timot Lete;
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Provinsi Sape Nusa Tenggara Barat;

” tab_2_title=”Topografis” tab_2_content=”

Sebagain besar wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur berada pada rentang ketinggian 100 s/d 500 meter di atas permukaan laut dengan luas ± 2.309.747 Ha, sedangkan sebagian kecil atau 3,65% wilayah Provinsi Nusa tenggara Timur berada pada ketinggian ± 1.000 m di atas permukaan laut. Lahan dengan Kemiringan ± 15 s/d 40% mencapai 38,07% dan lahan dengan kemiringan >40 % mencapai 35,46%.

Keadaan topografis Nusa Tenggara Timur berbukit-bukit dengan daratan tersebar secara sporadic pada gugusan yang sempit. Pada semua pulau dominan permukaannya berbukit dan bergunung-gunung, diapit daratan tinggi atau perbukitan. Lahan dengan kemirigan 15º s/d 40º mencapai luasan 38,07%. Kondisis geomorfologis yang demikian menyebabkan pertanan pada daratan sangat terbatas baik pertanian basah maupun lahan kering. Pertanian lahan kering banyak dilkukan pada daerah-daerah dengan kemiringan yang curam sehingga produktivitas menjadi rendah. Memilki sebanyak 40 sungai dengan panjang berkisar antara ± 25s/d 118 km. Di daratan Flores dan daratan Alor terdapat 11 gunung berapi dengan ketinggian berkisar antara ± 637 s/d 2.149 m di atas permukaan laut, yang sejak tahun 1881 sampai dengan Tahun 2004 tercatat semua gunung berapi yang ada pernah mengalami letusan.

” tab_3_title=”Geologis” tab_3_content=”

Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk dalam kawasan circum-pasifik. Pulau Flores, Alor, Komodo, Solor,Lembata dan pulau-pulau sekitar terbentuk secara vuklkanik dan sering terjadi patahan. Sedangakan pulau Sumba, Sabu, Semau, Timor, dan pulau sekitranya terbentuk dari dasar laut yang terangkat ke permukaan. Dengan kondisi ini maka jalur pulau-pulau yang terletak pada jalur vulkanik dapat dikategorikan daerah denagn kondisi tanah yang subur namun labil dan berpotensi untuk terjadi bencana alam.

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, terdapat berbagai deposit tambang, baik maupun sumber-sumber energy lainnya seperti: Pasir Besi (Fe), Mangan (Mn), Emas (AU), Flourspor (Fs), Barit (Ba), Belerang (S), Posfat (Po), Zeolit (Z), Batu Pertama (Gs), Pasir Kwarsa (Ps), Pasir (Ps), Gipsun (Ch), Batu Marmer (Mr), Batu Gamping, Granit (Gr), Andesit (An), Balsitis, Pasir Batu (Pa), batu apung (Pu), Tanah Diatomea (Td) Lempung/Clay (Td).

Dilihat dari strukturbantuan, geologi yang ada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari:

  1. Bantuan Silicic (acid) Rock (bantuan berasam kersi asam), terdapat di Kabupaten Alor, Kabupaten Lembata, sebagian besar Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sikka, kabupaten Ende, sebagian besar Kabupaten Ngada,sebagian besar Kabupaten Manggarai, sebagian besar Kabupaten Barat dan sebagian kecial Kabupaten Kupang.
  2. Bantuan Matic Basic Rocks (bantuan basa);
  3. Bantuan Intermediate Basic (basa menengah);
  4. Bantuan Pre Tertiare Undividio (pra tersier tak dibedakan);
  5. Bantuan Paleagene (pleogen);
  6. Alluvial Terace Deposite and Coral reets (alluvium undak dan berumba Koral)
  7. Bantuan Neogene (neogen);
  8. Batuan Kekneno Series (deret kekneno);
  9. Bantuan Sonebait Series (deret sonebait);
  10. Bantuan Sonebait and Ofu Serias Terefolde (deret sonebait dan deret terlipat bersama);
  11. Bantuan Ofu Series (deret ofu);
  12. Bantuan Silicic Efusive (efusiva berasam kersik);
  13. Bantuan Triassic (trias);
  14. Bantuan Crystalline Shist (sekis hablur);

” tab_4_title=”Iklim” tab_4_content=”

Provinsi Nusa Tenggara Timur dikenal 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada bulan Juni – September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya pada bulan Desember – Maret arus angin banyak mengandung banyak uap air yang dari Asia Samudra Pasifik sehingga terjadi musim hujan. Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April – Mei dan Oktober – November.

Walaupun demikian Provinsi Nusa Tenggara Timur dekat dengan Australia, arus angin yang banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudra Pasifik sampai di wilayah NTT kandungan uap air sudah berkurang yang menyebebkan volume hujan lebih sedikit di banding dekat dengan Asia. Hal ini menjadikan NTT sebagai wilayah yang tergolong kering di mana hanya 4 bulan (Januari – Maret, dan Desembar) yang keadaan relative basah dan 8 bulan sisanya relative kering.

Suhu udara maksimum rata-rata berkisar antara 30 s/d 36ºC dan suhu udara minimum berkisar antara 21 s/d 24,5ºC,dengan curah hujan rata-rata adalah 1.164 mm/tahun.

“][/otw_shortcode_tabslayout]

Sumber data: LKPJ Gubernur NTT Tahun 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *