Konektivitas Antar Wilayah

Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai Provinsi Kepulauan dihubungkan oleh urat nadi transportasi darat, laut dan udara dalam mendukung konektivitas dalam wilayah dan keluar wilayah. Konektivitas wilayah makin lancar dengan peningkatan dukungan jumlah dan mutu infrastruktur dan moda transportasi.

Konektivitas antar wilayah NTT sebagai provinsi kepulauan didukung infrastruktur Transportasi sbb: (1) Jalan 16.010,15 Km, terdiri dari jalan negara 8,79 %, jalan provinsi 10,85 % dan jalan kabupaten 80,36%, (2) Pelabuhan laut 41 buahterdiri dari: pelabuhan utama 1 buah, pengumpul 9 buah dan pengumpan 32 buah, (3) Bandara Udara 14 buahterdiri dari bandara pengumpul sekunder 1 buah, pengumpul tersier 4 buah, dan pengumpan 9 buah, dan (4) Terminal 20 buahterdiri dari, 1 terminal tipe A, 15 terminal tipe B dan 4 terminal tipe C.

Jaringan trayek AKDP/Angkutan Antar Jemput sebanyak 108 trayek terdiri dari: Pulau Timo 29 trayek, Pulau Flores 63 trayek, dan Pulau Sumba 16 trayek. Trayek angkutan perintis yang di dalam penyelenggaraannya dikelola oleh Perum DAMRI, terdiri dari : Stasiun Kupang 10 trayek, Stasiun Kefamenanu 8 trayek, Stasiun Waingapu 7 trayek, dan Stasiun Ende 6 trayek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *