Pangkalan Data Univ.PGRI NTT Segera Dibuka

pgri1

Besok Menristek Dikti Datangi Kampus PGRI dan Serahkan User ID

Kupang –  Kabar gembira bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang anak-anaknya saat ini mengenyam pendidikan di Universitas PGRI NTT. Pasalnya Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tingkat (Menristik Dikti) Mohammad Nasir, Kamis (28/4) besok dijadwalkan datang ke Kupang. Salah satu agenda penting kedatangan menteri ke Kupang adalah membuka kembali pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) Universitas PGRI NTT yang selama ini dinyatakan non aktif.

Rektor  Universitas PGRI NTT versi Sulaiman Radja, Anton Kato melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasisiwaan, Abraham Lasai kepada Timor Express, Selasa (26/4) malam tadi di Graha Pena, menginformasikan kepastian kehadiran sang mentri di Kupang tersebut.

Menurut Lasai,pihak Yayasan PGRI versi Sulaiman Radja dan Rektor Pimpinan Anton Kato tengah Berada di Jakarta  dan sudah memastikan agenda pembukaan pangkalan data Universitas PGRI NTT, Kamis besok tersebut oleh Menristek Dikti.

“Menristik Dikti sudah dipastikan akan datang ke kampus Universitas PGRI dan menyerahkan user ID untuk pembukaan pangkalan data perguruan tinggi Universitas PGRI NTT, Kamis nanti,”ujar Lasai.

Penyerahan user ID ini, jelasnya, akan dilakukan Mentri dalam kuliah umum bersama. “Semua persiapan sudah mantap, mahasiswa dan masyarakat menyambut gembira kehadiran sang menteri. Penyerahan user ID ke PGRI NTT versi Sulaiman Radja ini juga merupakan legitimasi kuat Pemerintah RI bahwa yang sah unntuk menyelenggaraan perkuliahan di Universitas PGRI NTT adalah yayasan yang selama ini dipimpin Sulaiman Radja.”tegasnya.

Koran ini sebelumnya memberitakan Menristekdikti, M. Nasir menawarkan solusi demi tuntasnya kirsuh yayasan dan rektorat Universitas PGRI NTT. Untuk diketahui, sejak tahun lalu, timbul dualisme di tubuh Universitas PGRI NTT. Kini ada YPLPT PGRI NTT yang dipimpin Sulaiman Radja, dan rektor PGRI-nya Anton Kato, sedangkan yayasan kedua, dipimpin Semuel Haning dan rektor Universitas PGRI-nya Dan vid Selan.

M. Nasir yang dimintai komentarnya oleh Timor Express terkait penyelesain kisruh tersebut, Jumat (22/4) di Jakarta, mengemukakan, Kemenristekdikti pada prinsipnya, meminta yayasan dan rektorat Universitas PGRI NTT, untuk berdamai dan mengakhiri perseturuan yang sudah lama terjadi.

Dengan mengakhiri konflik yang ada , paparnya, yayasan dan rektorat akan bias bersinergi menyelenggarakan pendidikan tinggi yang lebih solid dan melahirkan serjana-serjana berkualitas. “Kita terus meminta untuk berdamai dan akhiri konflik,”imbuhnya menambahkan, Kemenristekdikti telah memutuskan mengakui yayasan pertama yang menyelenggarakan Universitas PGRI NTT, Kupang, bukan yayasan yang baru dibentuk. Dan hingga saat ini keputusan itu belum berubah. “Kita tetap pada pendirian yakni mengakui yayasan pertama, yang kini dikendalikan oleh Sulaiman Radja,”bilangnya.

Terkait dengan adanya vertifikasi terhadap mahasiswa oleh Yayasan dan rektorat versi Sulaiman Radja, dia mengatakan, itu urusan teknis dan itu hak dari yayasan yang diakui. “Kita tidak mau campur tangan soal itu. Silahkan diatur. Asalkan semua berjalan baik dan tidak menimbulkan masalah baru. Saya berharap proses perkuliahan di Universitas PGRI berjalan baik dan mahasiswa tidak dirugikan,”pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *