Staf Khusus Kepresidenan Pantau Proyek APBN di Belu

pembangunan

           ATAMBUA- Staf khusus kepresidenan yang dikoordinir Asisten Debuti IV, Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Kantor Staf Presiden RI, Yahya Tatang Badru Tamam, Selasa (28/04) siang memantau pelaksanaan tiga proyek pembangunan yang dibiayai oleh APBN. Ketiga proyek APBN dimaksud yaitu, proyek pembangunaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Montaain yang dikerjakan PT. Waskta Karya, proyek pembangunaan PLTU Aufuik dan proyek pembangunaan Bendungan Rotiklot.

            Pantauan Timor Express, tampak tim yang diketuai Yahya mengawali tugas mereka dengan memantau proyek pembangunan PLBN Motaain. Di lokasi ini tim yang berjumlah enam orang tidak sempat melihat langsung perkembangan fisik lapangaan. Mereka hanya membaca grend desain yang dipasang di dalam kantor proyek dimaksud sambil mendengar penjelasan salah seorang staf proyek. Fisik proyek kantor PLBN Motaain yang sesuai rencana akan diresmikan Prisiden Jokowi, November tahun ini sesuai penjelasan staf proyek, sudah mencapai 76 persen.

             Berbeda dengan proyek PLBN Motaain, di lokasi proyek pembangunan PLTU Aufuik tim sempat memeriksa tumpukan perangkat alat-alat yang sudah ditinggalkan kontraktor pelaksanaaan di salah satu gedung panjang di lokasi proyek. Proyek PLTU Aufuik sesuai informasi yang berkembang, belum biasa dilanjutkan saat ini karena bermasalah. PT MenaMas yang disebut-sebut selaku kontraktor pelaksanaan yang awalnya memulai pelaksanaan proyek bernilai ratusan miliar itu sedang berurusan dengan hokum karena masalah keuangan proyek. Mega proyek yang satu ini akan dilanjutkan oleh PT. Reka Daya Elektrik yang sudah menang tender beberapa waktu lalu. Kendati demikian, pekerjaan lapangan belum biasa dilanjutkan karena terkendala masalah keuangaan proyek sementara dalam proses hokum. Sama halnya dengan Bendunga Rotiklot yang dikerjakan PT Nindia Karya. Tim sempat memantau sambil berdiskusi dengan sejumlah pejabat proyek. Sesuai penjelasan sejumlah pejabat proyek diantaranya Fred Bale,fisik proyek Bendungan Rotiklot sampai dengan kemarin siang sudah mencapai 4,9 persen lebih maju dari target 1,52 persen yang harus dicapai pada akhir Maret. Bendungan Rotiklot senilai Rp470M yang akan dikerjakan dalam tempo tiga tahun sedianya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga sekitar termasuk Kota Atambua.

             “Prioritas utamanya untuk kebutuhan pertanian dan pertenakan, tapi karena volume airnya sangat banyak sehingga biasa melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat,”jelas Fred Bale.

               Menurut Fred, fisik proyek bendungan diprediksi akan selesai lebih awal dari waktu kontrak kerja. Alasannya iklim tahun ini sangat mendukung pelaksanaan proyek di lapangan. Sementara Asisten Deputi IV, Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Kantor Staf Presiden, Yahya Tatang Badru Tamam, enggan berkomentarnya. “Maaf, saya tidak punya kewenangan untuk memberikan informasi kepada public. Sebenarnya kegiatan kami seperti ini tidak perlu diketahui oleh banyak orang, cukup atasan kami yang tahu sehingga untuk memberi informasi kepada media, saya tidak berkompeten,”ujar Yahya.

sumber:pos kupang 27 april 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *