71

71

NTT Jadi Sapi Perah Daerah Lain

KUPANG,- Anhartori dari Asosiasi Ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat (APEX NTB) mengakui, NTT memiliki potensi sumbder daya alam dan hasil kerajinan yang layak ekspor. Bahkan banyak produk asal NTT yang sudah dikenal di sejumlah negara.

Sayang, barang-barang yang diekspor ke luar negeri tidak atasnama NTT, namun daerah lain. Misalnya, Bali, Surabaya dan Jakarta. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah melalui Surat Keterangan Asal (SKA) barang. Menurut Anhartori, banyak produk asal NTT yang diekspor namun menggunakan SKA dari daerah lain.

“Padahal produk NTT. Jadi kita jadi sapi perahan daerah lain. Misalnya barang dari NTT tapi minta SKA dari daerah lain seperti Bali dan Surabaya,” kata pengusaha yang beberapa tahun menetamp di luar negeri itu dalam Lokakarya Pengembangan Potensi Daerah untuk Peningkatan Ekspor NTT, yang digelar APINDO NTT dan KADIN NTT di IMA Hotel Kupang, Senin (29/5).

Lokakarya yang dibuka Kadis Perindustrian, Simon Tokan itu menghadirkan sejumlah pembicara, misalnya Perwakilan Kementerian Perindustrian, Ketua Bidang Perdagangan Luar Negeri DPN APINDO, Yos Ginting, Kadis Penaman Modal Perizinan Terpadu Satu (PMPTSP) NTT, Samuel Rebo, Kadis Perikanan dan Kelautan NTT, Wakil Ketua Kadin NTT, Christofel Liyanto, Ketua APIND NTT, Fredy Ongko Saputra dan puluhan pengusaha lainnya.

Anhartori pada kesempatan itu menguraikan, setelah kembali dari luar negeri, dirinya melihat begitu banyak peluang yang bisa dikembangkan di NTB. Meski berlatarbelakang keahlian mesin, namun dirinya kemudian menjadi pencipta lantai tempurung kelapa dan mendapat pengakuan dunia. “Dan saya melihat NTT ini punya potensi yang sama, luar biasa. Bahkan dalam kunjungan kami ke beberapa negara, ada produk-produk dari NTT yang sudah dijual di luar negeri, tetapi mungkin bukan atasnama NTT,” beber dia.

Salah satu alasan NTB memiliki nilai ekpor jauh di atas NTT adalah dukungan pemerintah daerah kepada para pengusaha. Menurut dia, hubungan kooordinasi dan kerjasama pengusaha dan asosiasi dengan pemerintah daerah NTB sangat baik, bahkan dia menyebutnya satu pintu. Sehingga investasi akan semakin cepat, mudah, aman dan nyaman di sana.

“Kami dibiayai pemprov NTB untuk berkeliling sejumlah negara selama dua minggu untuk mencari pembeli dan kami berhasil mendapat banyak pembeli produk kami. Kami bangun komunikasi dengan Atase-atase di setiap negara. Jadi pemda harus backup,” tandas dia.
Produk-produk dari NTT yang sudah mendunia, misalnya ikan dan rumput laut serta pertanian perkebunan dan juga hasil bumi lainnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Kadin NTT, Christofel Liyanto mengatakan, banyak produk dari NTT yang terpaksa diekspor melalui daerah lain karena proses pengolahan dan juga kuantitas yang terbatas di NTT. Sehingga untuk memenuhi standar ekspor, harus dititipkan ke daerah lain yang memenuhi syarat ekspor.

Menurut Chris, wilayah NTT memiliki potensi ekspor di beberapa sektor, namun selama ini belum dikelola secara baik karena minim investor dan juga minim dukungan pemerintah. “Jadi kalau mau supaya ekspor langsung dari NTT, kita harus punya pabrik pengolahan yang memadai dan kualitas produk kita harus memenuhi standar ekspor. Memang kita harus punya koneksi langsung dengan pembeli di luar negeri karena itu akan lebih memudahkan kita,” terang Komisaris Utama Bank Christa Jaya itu lagi.

Peran pemerintah, lanjut dia sangat penting untuk mendukung pengusaha. Pasalnya, jiak dilihat dari jumlah pengusaha menegangah besar di NTT, sangat tidak proporsional. Pasalnya, dari total penduduk 5 juta lebih, NTT baru memiliki sekira 3.000 pengusaha menengah besar.

“Padahal idealnya, sebuah daerah minimal meiliki pengusaha sebanyak 2 persen dari jumlah penduduk. Jadi misalnya kalau kita punya pengusaha menegangah besar 100.000 dengan rata-rata karyawannya 10 orang saja, itu dampaknya sangat besar untuk pertumbuhan ekonomi dan juga kesejahteraan rakyat kita,” papar Chris.

Dengan asalan tersebut, Chris tegaskan, pemerintah harus mendukung pengembangan dan penciptakan lebih banyak lagi dan juga pengusaha yang berkualitas. Misalnya pengusaha mikro didorong untuk menjadi pengusaha kecil dan seterusnya. “Makanya kita dorong untuk Kadin dan Apindo bikin workshop untuk merubah mindset pengusaha dan calon pengusaha kita,” tutup dia.

Sementara Samuel Rebo pada kesempatan itu memaparkan, saat ini banyak investor melirik NTT sebagai daerah tujuan investasi. Misalnya di sektor perikanan dan kelautan, ada rumput laut dan garam. Di bidang perkebunan, ada investasi besar perkebunan tebu dan rencana pabrik gula terbesar di Sumba Timur. Ada pula perkebuhan cengkih di wilayah Sumba. “Intinya kami siap menyambut ivestasi di NTT dengan berbagai potensi yang ada. Misalnya, kita daerah penghasil sapi, tapi investasi kecil, khusus pembibitan. Kalau penggemukan banyak. Padahal lahan tersedia,” tutup dia.

Sumber : Timor Express, Senin 5 Juni 2017

 

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Polling

Bagaimana Tampilan Website Ini?

Statistik Pengunjung

Hari Ini43
Kemarin672
Minggu Ini1101
Bulan Ini12874
Total145205
Powered by CoalaWeb
Go to top
Our website is protected by DMC Firewall!
mersin escort
atasehir escort
kartal escort
bostanci escort
film izle
film izle,türkce film izle,dublaj izle,cakallarla dans 4 izle,4k film izle,hd izle
assasin's creed izle,cakallarla dans 4 izle,film izle,full hd film izle,panta film,hd film