71

71

Masyarakat Belum Sadari Potensi Wisata

KUPANG – Pemerintah Kota Kupang dan Dinas Pariwisata Kota Kupang menggelar rapat koordinasi antara pemerintah Kota Kupang dan sektor pendukung pariwisata se-Kota Kupang. Kegiatan ini mengangkat tema “Membangun Pariwisata Kota Kupang yang Memikat,” bertempat di Hotel Naka, Rabu (31/5).

Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man dalam sambutannya mengatakan tempat wisata di Kota Kupang perlu dibenahi. Berbagagai fasilitas pendukung perlu diperbaiki. “Seperti Taman Nostalgia, dengan menata kembali atau ditambah dengan objek-objek baru yang bernuansa NTT, sehingga para turis datang ke Kota Kupang mereka benar-benar merasakan suasana NTT khususnya Kota Kupang,” katanya.

Sementara itu, Ketua PHRI NTT, Fredy Ongkosaputra mengatakan, hotel-hotel di Kota Kupang sudah memenuhi syarat dan sudah dikategorikan hotel berbintang. Ia menambahkan, PHRI telah membuat majalah berisi destinasi wisata yang dapat dikunjungi. Majalah yang dicetak ini sebanyak 10.000 eksemplar dan akan dicantumkan atau dipromosikan pula nama travel dan hotel yang ada. “Majalah-majalah ini akan dibagikan di seluruh bandara NTT, dan bekerja sama dengan pemerintah Jawa Timur,” jelas Fredy. Selain itu, Fredy menambahkan tempat-tempat pijat tradisional harus dikawal secara baik. Ia menyebutkan, saat ini banyak pitrat yang menyajikan plus plus, sehingga orang yang menggunakan jasa pitrad pasti akan dipandang negatif. “Penjagaan di tempat pitrad harus diperkuat, seperti dijaga oleh Pol PP. Sebab pitrad, karaoke dan hotel masih dipandang negatif oleh masyarakat,” kata Fredy.

Ketua Asita Indonesia wilayah NTT Abet Frans, mengatakan, dalam pariwisata even tanpa adanya pelaku bisnis maka akan sia sia. “Kita berharap apapun yang dibuat oleh Pemkot mempunyai konsep yang baik agar setelah even yang diadakan dapat membawa dampak bagi para turis. Setidaknya ketika para turis kembali ke tempatnya, mereka dapat bercerita tentang kekayaan pariwisata di daerah kita,” kata Abet.

Ia menambahkan, hambatan yang dihadapi Asita yaitu, kurangnya kesadaran masyarakat tentang potensi wisata yang dimiliki wilayahnya. Juga kurangnya kompetensi untuk mengolah bahan lokal menjadi barang bernilai jual.

Ia mengungkapkan, sarana destinasi yang ada belum memadai, seperti jalan, WC, kurangnya perawatan, dan keamanan di daerah destinasi. Masalah atau hambatan lainnya yaitu kemampuan berbahasa asing yang sangat minim. “Karena para turis itu datang dari berbagai negara dengan bahasanya masing-masing, seperti Belanda, Tiongkok, Korea dan negara lainnya,” ungkapnya.

Ia mengimbau agar pemerintah maupun pelaku usaha dapat sesering mungkin mengikuti even, karena dapat menambah ide-ide baru yang dapat diterapkan di NTT. 

Sumber : Timor Express, Senin 5 Juni 2017

 

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Polling

Bagaimana Tampilan Website Ini?

Statistik Pengunjung

Hari Ini44
Kemarin672
Minggu Ini1102
Bulan Ini12875
Total145206
Powered by CoalaWeb
Go to top
Our website is protected by DMC Firewall!
mersin escort
atasehir escort
kartal escort
bostanci escort
film izle
film izle,türkce film izle,dublaj izle,cakallarla dans 4 izle,4k film izle,hd izle
assasin's creed izle,cakallarla dans 4 izle,film izle,full hd film izle,panta film,hd film