72

72

Kualitas Pangan NTT Masih Rendah

Kupang - Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus selalu terjamin dari aspek kuantitas maupun kualitas.

Hal ini yang menjadi acuan bagi Bengkel Appek untuk menggelar diskusi jejaring pangan dan gizi, bersama Bappeda Provinsi NTT, Dinas Pertanian Provinsi NTT, DPRD Provinsi, Cis Timor, dan lembaga lainnya, di Sotis Hotel, Selasa (30/5).

Koordinator Umum Bengkel Appek Vinsensius Bureni menjelaskan kondisi pangan di NTT menunjukan skor pola pangan harapan (PPH) yang masih rendah. Berada di peringkat 32 dari 33 provinsi di Indonesia pada tahun 2012.

Kegagalan ketahanan pangan disebabkan oleh ego sektoral, perencanaan tanpa data dan lokasi, pembangunan belum sesuai karakteristik wilayah, dan kurangnya sinergitas antara komponen utama.

Kondisi ini yang kemudian berkontribusi pada tingkat kemiskinan di NTT yang mencapai 19,82 persen. Dan data balita gizi kurang di NTT mencapai 33,6 persen pada tahun 2013 atau peringkat 33 dari 33 provinsi, sehingga berdampak pada pertumbuhan bayi dan balita.

Ia menambahkan, melihat kenyataan di atas, SNV bekerja sama dengan Bengkel Appek NTT, YPPS melakukan advokasi dalam menyikapi ketahanan pangan dan gizi yang terjadi di NTT dengan melibatkan pemangku kepentingan di Provinsi NTT.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi NTT, Winston Rondo menjelaskan, masalah utama yang dihadapi adalah masalah anggaran yang masih didominasi pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan lainnya.

Bappeda sangat kuat dalam mengawasi masalah pangan dan gizi, hanya masih kurang dalam kerja atau aksi-aksi nyata. Oleh karena itu, berbagai pihak harus duduk bersama dan membahas program yang benar-benar sampai kepada masyarakat menengah kebawah.

Selain itu, Dinas Kesehatan dan Pertanian harus terus bekerja sama dalam menerangi masalah gizi. Pasalnya, kasus yang terjadi banyak yang sudah terkena gizi buruk baru kemudian yang disalahkan adalah dinas kesehatan. Padahal seharusnya dilihat factor penyebabnya, seperti kesanggupan keluarga memberi asupan gizi pada anaknya, dan bagaimana cara orangtua mengolahkan makanan menjadi makanan bergizi.

Ia berharap dapat ditemukan konsep kolaborasi yang bersifat strategis dan teknis untuk mewujudkan kondisi pangan dan gizi dari aspek ketersediaan, akses pemanfaatan, dan berkelanjutan di NTT. 

Sumber : Timor Express, Senin 5 Juni 2017

 

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Polling

Bagaimana Tampilan Website Ini?

Statistik Pengunjung

Hari Ini574
Kemarin560
Minggu Ini1745
Bulan Ini13392
Total176738
Powered by CoalaWeb
Go to top
Our website is protected by DMC Firewall!
mersin escort
atasehir escort
kartal escort
bostanci escort
film izle
film izle,türkce film izle,dublaj izle,cakallarla dans 4 izle,4k film izle,hd izle
assasin's creed izle,cakallarla dans 4 izle,film izle,full hd film izle,panta film,hd film