lonceng

lonceng

EDUKASI KEUANGAN BAGI MASYARAKAT PERBATASAN

Sosialisasi Edukasi Keuangan bagi masyarakat di wilayah perbatasan Republik Indonesia dengan Republik Timor Leste yang berlangsung tanggal 31 januari 2018 di aula hotel Matahari Atambua Kabupaten Belu, Provinsi NTT yang di buka secara resmi oleh Bupati Belu Willy Brodus Lay.SH, Sondang Marta Samosir (Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan), I Wayan Sadnyana (Wakil Kepala OJK Prov NTT), Louis K. Gonsaga Atie (Kepala Bank NTT Cabang atambua) dan Idris Munandar (Kepala BPJS Kesehatan Cabang atambua)

Foto bersama Sebelum memulai acara Louis K. Gonsaga Atie ,Willy Brodus Lay.SH,  Sondang Marta Samosir, I Wayan Sadnyana, Idris Munandar.

    OJK selalu melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat luas, hal ini dikarenakan pemahaman mengenai produk industri keuangan di masyarakat masih rendah, padahal mempunyai manfaat yang besar. Dalam kesempatan yang sama Ibu Sondang Marta Samosir memberikan pemaparannya tentang wilayah perbatasan memiliki peluang berinvestasi yang besar karenanya masyarakat perlu mendapatkan edukasi cara berinvestasi yang benar dan aman. Bupati Belu, Willy Brodus Lay  ketika membuka acara tersebut mengatakan, bersama dengan OJK melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai keuangan, hal tersebut perlu di lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pemerintahan yang lebih baik. Selain itu edukasi industri keuangan untuk mencegah investasi ilegal atau bodong yang banyak timbul di tengah masyarakat. Hal ini jika masyarakat semakin paham dengan lembaga keuangan di harapkan  terhindar dari investasi ilegal, dan lebih memanfaatkan potensi yang ada untuk membuka peluang usaha yang menghasilkan dengan berinvestasi yang aman.

Bupati Belu Willy Brodus Lay dan Ibu Sondang Marta samosir membuka acara edukasi dan memberikan pemaparan terkait edukasi keuangan.

    Menurut I Wayan Sadnyana, Seluruh elemen daerah mulai dari pemerintah daerah, OJK, industri keuangan dan instansi terkait lainya perlu bersama-sama mencari terobosan untuk meningkatkan inklusi keuangan hal ini sejalan dengan harapan seluruh insan yakni mewujudkan sektor jasa keuangan sebagai pilar ekonomi bangsa, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya sekitar 21,8 persen yang berarti dari setiap 100 penduduk hanya sekitar 22 orang yang termasuk kategori well literate, untuk literasi keuangan masyarakat di seluruh provinsi indonesia, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki indeks literasi keuangan di bawah rata-rata nasional yaitu sebesar 28%. Kondisi ini mencerminkan bahwa pengetahuan masyarakat NTT belum merata dengan baik mengenai seluk beluk keuangan. Bank Pembangunan Daerah NTT dan BPJS Kesehatan turut mengambil bagian dalam edukasi masing-masing instansi mengenalkan produk dan layanan yang mereka miliki. Edukasi keuangan ini  diikuti oleh ratusan peserta dari  berbagai elemen masyarakat umum.

Sumber : OJK Wilayah NTT

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Polling

Bagaimana Tampilan Website Ini?

Bagus Sekali - 17.5%
Baik - 19.5%
Biasa - 14%
Buruk - 45.8%

Total votes: 933
The voting for this poll has ended on: December 31, 2017

Statistik Pengunjung

Hari Ini305
Kemarin510
Minggu Ini2878
Bulan Ini11798
Total297511
Powered by CoalaWeb
Go to top
DMC Firewall is a Joomla Security extension!
mersin escort
atasehir escort
kartal escort
bostanci escort
film izle
film izle,türkce film izle,dublaj izle,cakallarla dans 4 izle,4k film izle,hd izle
assasin's creed izle,cakallarla dans 4 izle,film izle,full hd film izle,panta film,hd film