71

71

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler (20)

SURABAYA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Tito Karnavian memastikan, persoalan human trafficking yang terus membelenggu bumi Flobamora akan diusut hingga tuntas.

Pasalnya, kata Tito, Presiden RI, Joko Widodo memberi atensi khusus terhadap Polri agar masalah human trafficking di NTT tidak disepelekan. “Ketika saya dilantik menjadi

Kapolri, salah satu pesan Bapak Presiden (Joko Widodo, Red) adalah menuntaskan kasus human trafficking di NTT. Karena itu, setiap perkembangan proses penuntasan kasus ini selalu diikuti dan dicek Bapak Presiden. Jadi setiap tahapan proses hukum untuk persoalan human trafficking ini kami (Kapolri, Red) laporkan ke Bapak Presiden,”ungkap Tito Karnavian menjawab pertanyaan koran ini. Kapolri, seperti dilaporkan wartawan Timor Express, Marthen Bana dalam forum dialog Kapolri bersama para Pimpinan Redaksi (Pemred) Jawa Pos Group se Indonesia di Semanggi Room, Graha Pena Surabaya, Jumat (2/9), menekankan sejumlah poin tentang penanganan trafficking di NTT.

Kapolri yang saat itu didampingi Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Anton Setiadji, dan sejumlah kepala divisi Mabes Polri mengatakan, sebagai bentuk dari keseriusan Polri dalam mengungkap dan mengusut tuntas masalah human trafficking di NTT, pihaknya membentuk tim khusus di Mabes Polri. mereka bertugas mencari, menyelidiki, dan mengungkap siapa saja yang terlibat dalam persoalan tindak pidana perdagangan orang di NTT ini.

Tito menyebutkan, dari hasil kerja keras tim ini, pihaknya telah menangkap dan menetapkan 14 orang sebagai tersangka. Mereka itu, kata Kapolri, ditangkap di sejumlah daerah yang menjadi jaringan mafia TKI dari NTT, yakni

Semarang (Jawa Tengah), Jawa Timur, Dumai (Riau), Tanjung Balai (Kepulauan Riau), dari dari NTT sendiri. “Jadi percayakan penanganan kasus ini ke tim dari Mabes Polri. Tim ini sedang bekerja keras karena saya cek setiap tahapan prosesnya. Kita akan usut hingga tuntas, termasuk menangkap semua jaringan-jaringan yang ada. Jadi saya (Tito Karnavian, Red) mohon doa dari seluruh masyarakat NTT agar proses ini bisa diusut hingga tuntas,”kata Tito.

“Oh ya…NTT itu selalu diplesetkan menjadi Nanti Tuhan Tolong atau Nasib Tak Tentu. Untuk urusan ini (Human Trafficking, Red) percayakan pada kami. Pokoknya untuk NTT, Nanti Tito Tolong,”tambah mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini.

Dalam kesempatan itu, Tito juga menjelaskan soal pemulangan jenazah TKI asal NTT yang selalu ditemukan jahitan di tubuhnya. Menurut Tito, jahitan terhadap jenazah TKI yang dikirim kembali ke keluarga di NTT bukan karena tubuhnya dibedah lalu diambil organnya. Melainkan itu merupakan prosedur otopsi yang dilakukan pihak kepolisian di Malaysia. “Jadi di Malaysia itu, kalau untuk mengungkap sebuah fakta, sesuai prosedur dalam otopsi mereka, tubuh jenazah itu dibedah secara keseluruhan. Bahkan terkadang kepala juga dibedah untuk memeriksa semua jaringan guna kepentingan penyidikan. Jadi ini kita hargai, bahwa aparat hukum di Malaysia juga serius mengusut persoalan human trafficking. Jadi saya mohon agar kita jangan berpikiri bahwa organ tubuh TKI diambil lalu dijual. Itu semata-mata hanya untuk kepentingan penyidikkan,”urai Tito.

Sumber : TIMOR EKSPRESS, Sabtu 3 September 2016

Kupang - Tim gugus tugas yang melibatkan beberapa sektor melakukan pengawasan secara rutin 1x24 jam pada dua titik utama yang rawan digunakan oknum pelaku human trafficking, yakni Bandara El Tari Kupang dan Pelabuhan Nusa Lontar, Tenau Kupang.

Proses pemantauan terutama calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang non prosedural dimana jika kedapatan maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kepala Dinas (Kadis) Tenaga kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Drs. Bruno Kupok, menyampaikan hal ini melalui Kepala Bidang PHI dan Pengawasan Ketenagakerjaan, Thomas Suban Hoda, ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/9/2016).

Thomas menjelaskan, keberadaan gugus tugas ini memang sudah lama ada tetapi proses kegiatan selama ini seperti apa, dirinya tidak terlalu ikuti karena dirinya baru saja tempati di bidang ini. Tim gugus tugas ini baru berjalan efektif kembali terhitung tanggal 1 Juli dimana seluruh instansi sudah berkoordinasi bersama untuk melakukan tugas bersama di lapangan.

Tugas gugus tugas antar instansi ini, jelas Thomas, fokus pada calon TKI non prosedural untuk memantau 1x24 jam di dua titik, yakni Bandara El Tari Kupang dan Pelabuhan Tenau Kupang.

"Kita bekerja maksimal untuk melakukan pengawasan. Sudah ada batasannya jika calon TKI yang non prosedural ditangkap di dua titik itu. Jika persoalan administrasi maka kita ambilalih penangannya. Jika ada unsur tindak pidana maka aparat kepolisian yang mengambil peran. Kita juga lakukan pengawasan terhadap PJTKI yang melakukan seleksi calon tenaga kerja. Kalau kedapatan mengirim TKI tidak resmi maka kita ajukan ke Kantor Satu Atap yang terbitkan surat ijin untuk bekukan surat ijin usahanya," tegas Thomas Tentang sosialisasi, Thomas mengatakan, berkoordinasi dengan dinas kabupaten terus dilakukan guna melakukan sosialisasi mengenai mekanisme perekrutan calon tenaga kerja.

Seluruh mekanisme harus berpedoman pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 tahun 2008 dimana dinas teknis di tingkat provinsi dan kabupaten agar terus melakukan sosialisasi dalam hal perekrutan tenaga kerja secara resmi.

Menurutnya, selama ini kesadaran warga untuk mengikuti prosedur mengurus dokumen secara resmi sebelum berangkat ke luar negeri membutuhkan proses. Untuk itu, pihak Nakertrans akan terus melakukan sosialisasi sehingga tidak ada lagi warga yang menjadi korban permainan oknum tertentu dalam merekrut calon tenaga kerja itu.

"Gugus tugas sudah ada batasan tugas mencegah yang non prosedural. Dalam hal pengawasan kita buka posko bersama. Kalau di Bandara ada TNI dibantu Polri juga petugas Angkasa Pura. Kita saling berkoordinasi. Kita ingatkan supaya para calon tenaga kerja harus menyertakan dokumen yang jelas, surat pengantar dari kabupaten yang legal. Kalau tidak resmi maka kita akan cegah dengan memberikan pembinaan agar mereka berangkat harus mengurus surat resmi," ujar Thomas.

Sumber : Pos kupang, Minggu 4 september 2016

BESUSU BARAT, MERCUSUAR- Satuan Lalu lintas Polres Palu, melaksanakan sosialisasi tertib lalu lintas kepada siswa siswi di SMK Nusantara Palu, Selasa (17/5/2016).

Bripka Kadek Aruna mengatakan, dalam rangka operasi Tinombala tahun 2016 , Sat Lantas Polres Palu melaksanakan giat preemtif, dalam bentuk sosialisasi tertib berlalulintas kepada siswa-siswi serta para guru di SMK Nusantara Palu.

Aruna menyampaikan bahwa operasi Tinombala 2016 sudah dilaksanakan mulai 16 Mei 2016 hingga 29 Mei. Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh siswa-siswi dan para guru di SMK Nusantara Palu, agar selalu mematuhi tata tertib lalu lintas saat berkendara di jalan raya.

Beberapa imbauan yang disampaikan kepada para pengendara diantaranya, gunakan helm berstandar SNI ( Standar Nasional Indonesia).Selain untuk keselamatan, menggunakan helm jenis ini sudah menjadi kewajiban dan diatur dalam Undang Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 pada Pasal 57 Ayat (2) dan Pasal 106 Ayat (8).

“Sanksi bagi pelanggar aturan ini, pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 ( dua ratus lima puluh ribu rupiah ) (Pasal 291). Sanksi yang sama juga akan dikenakan bagi penumpang yang dibonceng dan tidak mengenakan helm SNI,” katanya.

Dia melanjutkan, selain itu, pastikan kelengkapan kendaraan baik untuk roda empat maupun roda dua, untuk roda empat perlengkapan sekurang-kurangnya adalah sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, helm.

Sementara, untuk pengemudi roda dua, diwajibkan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban.

“Pastikan sudah memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi), selalu konsentrasi saat berkendara, perhatikan pejalan kaki dan bersepeda. lengkapi kaca spion,” tambahnya.

Aruna berharap, kepada seluruh masyarakat kota Palu agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas saat berkendara. Hal tersebut penting dilakukan untuk keselamatan kita saat berkendara dan juga untuk pengendara lain yang sedang berkendara.

“Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas,” pungkasnya.

Sumber : Pos Kupang 30 Agustus 2016

 

Luwak atau musang yang makan kopi masak di pohon

Laporan Wartawan Pos Kupang, Eugenius Moa

RUTENG -Sekitar 1.000 orang petani kopi asal Kabupaten Ngada, Provinsi NTT yang tergabung dalam Unit Pengolahan Hasil (UPH) kopi mampu menyerap dana sejumlah Rp 20 miliar lebih dari transaksi penjualan kopi dengan eksportir PT Indocom Perwakilan Flores.

"Nilai uangnya lebih dari Rp 20 miliar ditransfer melalui Bank NTT. Jumlah itu meningkat terus setiap tahun sejak kami mulai melakukan eksportir tahun 2005," kata Suharman, Perwakilan PT Indocom Flores, kepada Pos Kupang di Ruteng, Senin (29/8/2016).

Ekspor kopi Bajawa tahun 2016, kata Suharman, telah terpenuhi 1.200.000 liter dari target 2.000.000 liter atau 500 ton kopi biji (beras).

Sisanya sejumlah 800.000 liter akan dipenuhi dalam sisa waktu tiga bulan mendatang yang disuplai oleh 1.000 petani yang tersebar pada 97 UPH.

Menurut Suharman, ekspor kopi dari Ngada setiap tahunnya mengalami kenaikan signifikan berkat kerja keras petani dan dorongan yang kuat dari pemerintah daerah.

Luas kebun kopi juga terus bertambah setiap tahun karena program penanaman baru dari pemerintah setempat.

Sumber : Timor Express 29 Agustus 2016

 

Pertumbuhan penduduk yang pesat menimbulkan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan wilayah perkotaan. Salah satu aspek yang sangat terasa adalah semakin sulitnya memenuhi kebutuhan perumahan atau tempat tinggal bagi penduduk. Hal ini disebabkan karena terbatasnya kemampuan membangun perumahan yang layak serta semakin terbatasnya lahan perkotaan untuk membangun permukiman yang mencukupi dan memenuhi syarat.

Penduduk yang semakin bertambah disertai arus urbanisasi yang tinggi, menyebabkan penyediaan sarana permukiman menjadi semakin mendesak, terutama di daerah perkotaan. Di sisi lain, dengan bertambah pesatnya pembangunan kota dengan arus urbanisasi yang tinggi, menyebabkan bertambahnya beban bagi lingkungan perkotaan.

Sebagai konsekwensi keadaan tersebut, maka banyak orang yang terpaksa membangun di atas tanah yang tidak direncanakan semula. Keadaan itu menjadikan lingkungan perumahan tidak teratur dan tidak memiliki prasarana yang jelas seperti jalan lingkungan, sumber air bersih, saluran pembuangan air kotor, persampahan dan sebagainya.

Suatu daerah permukiman yang tidak memiliki prasarana yang memadai akan menimbulkan berbagai masalah baik ditinjau dari segi kesehatan, keindahan dan kenyamanan maupun dari segi hukum yang berlaku. Dengan demikian, tidaklah mengherankan jika pada suatu permukiman kumuh timbul berbagai kasus dengan jumlah dan jenis yang cukup tinggi.

Di kota-kota besar permukiman kumuh tumbuh secara liar, umumnya di wilayah pinggiran kota atau pada daerah permukiman lama yang tidak terkendali dengan baik. Juga banyak ditemukan di tempat-tempat yang sebelumnya bukan merupakan wilayah permukiman, namun setelah terjadi perkembangan pertumbuhan kota, maka tempat tersebut berubah menjadi wilayah permukiman yang tumbuh secara liar.

Keadaan seperti itu biasanya banyak dijumpai pada tempat-tempat pembuangan sampah kota atau pada daerah aliran sungai (DAS). Perkembangan dan pertumbuhan Kota Kupang yang cukup pesat akhir-akhir ini, di samping memperlihatkan hasil yang positif, juga menimbulkan masalah-masalah bagi pemerintah. Misalnya arus urbanisasi yang tinggi, kondisi perumahan yang belum memenuhi standar dan syarat kesehatan, penggunaan tanah kota yang semrawut, lalu lintas kurang teratur, banjir yang terjadi setiap tahun, pengelolaan sampan yang belum mantap, air bersih yang masih terbatas, jalan-jalan masih banyak mengalami kerusakan dan masalah-masalah lain yang merupakan dampak hasil pembangunan.

Hampir semua kecamatan yang berada dalam wilayah Kota Kupang memiliki daerah permukiman yang kumuh.

Sesuai Surat Keputusan (SK) Wali Kota Kupang tertanggal 28 Agustus 2014, terdapat 13 kawasan kumuh di Kota Kupang. Kawasan kumuh itu tersebar pada 11 kelurahan di empat kecamatan. Total luas kawasan kumuh pada 13 kawasan mencapai 39,1 hektare.

Kawasan kumuh itu yakni Kecamatan Kota Lama, Airmata, Oeba 1, Oeba 2 dan Fatubesi. Sementara Kecamatan Alak kawasan kumuh berada di Mantasi, Alak 1 dan Alak 2. Sedangkan Kecamatan Kota Raja kawasan kumuh berada di Fontein, Nunleu dan Naikoten 1. Terakhir, kawasan kumuh di Kecamatan Kelapa Lima berada di Oesapa, Oesapa Barat dan Oesapa Selatan.

Penghuni permukiman kumuh umumnya bersikeras menempati tempat itu karena memberikan kemungkinan kepada mereka untuk tetap hidup dan tinggal di kota. Kawasan hunian mereka yang terletak di tengah atau di pinggiran kota memberikan aksesibilitas terbaik untuk menuju ke tempat kerja atau tempat mencari nafkah.

Sumber : Timor Express, 30 Agustus 2016

 

Paulina Teteskan Air Mata

“kita melakukan dari hati yang sangat tulus untuk rakyat .Kita sangat bangga bisa berbagi dengan orang yang kurang mampu,”

Ratusan polisi wanita (polwan )dari polres kupang sibuk bekerja memperbaiki rumah milik Wehelminase bedai dan Paulina sebedai otemusu di wilaya TR 16/RW 6 Kelurahan Naikoten 1,Kota Kupang sabtu(27/8/2016) Para polisi wanitra ini tampak cekatan bekerja bahkan seperti para tukang profesional.

Walau mengenangan pakayan lengkap para polwan ini tidak takut kotor,mereka mekancampur semen untuk memperbaiki rumah warga,bahkan ada polwan yang memegang semen menggunakan tangan tanpa alas dan tak takut tangan mungilnya lecet.

Apa yang di lakukan merupakan bagian dari kegiatan berbagi kasih dalam rangka merayakan HUT ke-68 polisi wanita (polwan)tahun 2016.Dalam kegiatan rangka berbagi ini ratusan polwan polres kota kupang melakukan beda sebuah rumah yang di huni Wehelmina sebedai dan Paulina sebedai Oetemusu.Kedua wanita ini berstatus janda karnan suami mereka sudah tidak ada.

Rumah kedua janda ini berupa dinding bebak.Ukuran rumah juga tidak terlalu besar dan beberapa sudah mulai rusak, karnah itu polwan polres Kota Kupang memili untuk membatu keduanya,,untuk menjadi rumah semi permanen atau rumah tangga tembok.

Bagian dinding rumah yang mulai rusak di bongkar oleh polwan.dan para polwan menyiapkan semen dan batako lalu membuat dinding tembok.sedangkan dinding yang rusak di perbaiki.sehingga menjadi rumah tangga rang cantik.

Para polwan pun menyiapkan semuanya sendiri dengan penuh semangat mereka di pimpin KOMPOL Sriyati sebagai koordinasi polwan polres kota kupang mereka melakukan dengan semamgat karna terpanggil dengan aksi nyata membantu yang kesulitan

“Bedah rumahkarna pihak polres kota kupang merasa terpanggil untuk melakukan aksi nyata memberi jalinan kasih dalam rangka HUT polwan,,.Bedah rumAh INI ATAS INISIATIS SEMUA POLWAN peduli atas masyarakat miskin”Kata kompol Sriyati saat di temui wartawan di lokasi tersebut.

Kompool sriyati yang juga polsek maulafa yang menjelaskan bahwa rumah kedua janda ini terpilih setelah polres kota kupang melakukan koordinasi semua kelurahan untuk mencari tau warga mana yang pantas mendapatkan mendapatkan bedah rumah ini.Setelah menerima masukan dari berbagai pihak dan juga dari pantauan langsung,Polwan polres kota kupang,memili rumah kedua janda itu.

Hal yang juga menjadi pertimbangan ,kata kompol Sriyanti karna keduqa janda itu termasuk langsia.Apalagi kondisi rumah berukuran 8x7 meter persegi sudah mulai rewot.”Rumah sudah sangat rapuh,kalu kita abaikan bisa robo sewaktu waktu”

Selain itu kata Sriyati penentuan rumah dan tanah adalah milik kedua janda itu yang di buktikan dengan sertifikat tanah.Rumah itu memiliki syrat jika di bantu melalui bedah rumah.

Kapolres kupang kota AKBP Johannes Bangun dan langsung turun memantau bedah rumah tersebut,mengatakan apa yang dilakukan para polwan bentuk kepedulian kepolisihan terhadap kaum miskin .Bedah rumah ini memupus pemahaman sklompok masyarakat yang menggap polisi itu jahat.

Kita lakukan dari hati yang sangat tulus untuk rakyat,Kita sangat bangga bisa berbagi dengan yang kurang mampu.”kata Yohannes .Kapolres meminta agar semua elemen meningkatkan jiwa peduli terhadap sesama.

Paulina sebedai Otemusu adik kandung dari Wehelmina sebedai neteskan air mata haru dan bahagia apa yang terjadi didepan matanya .Paulina menyampaikan llimpa terima kasih kepada polwan polres kupang kota yang telah tulus peduli terhadap kehidupan dirinya dan kakaknya .

Sumber : Pos Kupang 30 Agustus 2016

 

Rencana Indonesia mendatangkan daging kerbau beku dari India mendapat penolakan dari peternak dalam negeri. Pasalnya, importasi daging dari India juga berpotensi memasukkan PMK ke Indonesia sehingga peternak menjadi pihak yang bakal paling dirugikan.

Rochadi Tawaf, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternakan Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) mengatakan bila pemerintah tetap ngotot memboyong daging impor India ke Indonesia, artinya pemerintah tidak menghargai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sudah memutuskan pelarangan importasi daging berdasarkan zona.

Indonesia juga bisa berada dalam situasi berbahaya mengingat Indonesia belum memiliki prosedur pengamanan dan proteksi dalam negeri terhadap wabah PMK sebagaimana ditetapkan OIE. "Indonesia belum ada laboratorium yang memeriksa kondisi daging yang diimpor dan otoritas yang melakukan tanggap darurat," ujarnya.

Rochadi menjelaskan, hingga saat ini, OIE merilis India masih belum bebas dari PMK, termasuk dari segi zona. Untuk itu, Rochadi mendesak pemerintah tidak buru-buru memutuskan impor daging sapi dari India.

Selain soal penyakit, hal lain yang menjadi keberatan peternak lokal atas impor daging sapi dari India adalah potensi kerugian peternak karena pasokan daging sapi bakal banjir di Tanah Air sehingga harga akan jatuh. Tak hanya itu, dari sisi ekonomi, kerugian yang akan tampak adalah produk industri berbasis daging sapi bakal kesulitan menembus pasar ekspor lantaran dunia internasional menganggap Indonesia mengonsumsi daging sapi dari negara yang belum bebas dari penyakit mulut dan kuku.

Bahkan, belum lama ini terdengar kabar jika Pemerintah Australia meminta para wisatawan mereka yang datang ke Indonesia harus mendapatkan vaksin agar tidak tertular penyakit yang potensial dibawa dari daging asal India. Jadi waspadalah.

Sumber: Pos Kupang

Sedikitnya ratusan warga Kota Kupang berjubel di jalan-jalan protokol menyaksikan rombongan Kompas Jelajah Sepeda Flores-Timor 2016 yang berjumlah sekitar 52 orang.

Para peserta jelajah sepeda mengawali safari ini dari kawasan Pelabuhan Tenau Kupang, melintasi ruas jalan protokol di Kota Kupang sebelum finish di Berlin Kristal Hotel. Sekitar dua jam (pukul 5.30 Wita-7.30 Wita) peserta safari yang dikawal anggota satlantas Polres Kota Kupang.

Pantauan Pos Kupang, para peserta Kompas Jelajah Sepeda, usai mengikuti kegiatan di Flores, menggunakan kapal feri penyeberangan dari Larantuka, Jumat (19/8/2016) tiba di Pelabuhan Bolok Kupang, Sabtu (20/8/2016) sekitar pukul 01.00 Wita menggunakan KMP Ranaka.

Setelah turun dari kapal feri, peserta langsung mengambil sepedanya masing-masing. Anggota satlantas Polres Kota Kupang bersama anggota intel dari Mapolda NTT, sudah siaga di pelabuhan, dan langsung mengawal para peserta mengayuh sepedanya masing-masing menuju warung kua asam di kawasan Pelabuhan Tenau Kupang. Para peserta usai sarapan pagi, menunggu hingga matahari pagi tiba, untuk selanjutnya menuju Kota Kupang.

Sekitar pukul 5.30 Wita, para peserta dengan sepeda masing-masing, dalam kawalan anggota satlantas, bergerak dari kawasan Pelabuhan Tenau Kupang, masuk ke terminal lama Kota Kupangterus ke Jalan Siliwangi, menuju patung Komodo Strat A Oeba, belok kanan masuk Jalan Ahmad Yani, Jalan Urip Sumohardjo, belok ke jalan kawasan BI Kupang, belok kanan masuk Jalan Mohamad Hatta, menuju Jalan Soedirman, terus ke Jalan Soeharto, belok kiri Jalan Amabi, belok kiri Jalan WJ Lalamentik, masuk dua jalur Jalan El Tari, balik ke Jalan Frans Seda, belok kiri masuk jalan Pulau Indah, belok kiri Jalan RA Kartini belok kanan di Patung Ina Boi menuju Jalan Timor Raya, belok kiri ke Berlin Kristal Hotel.

Selama dalam perjalanan, tetap dalam kawalan anggota polisi dan di setiap gang dan jalan, anggota polisi siaga menjaga keamanan dan ketertiban selama para peserta melintas. Bahkan di kawasan Oepura, Kapolsek Maulafa, turun langsung bersama anggota mengamankan situasi sehingga para peserta melintas tanpa hambatan.
Suasana agak terhambat ketika peserta memasuki kawasan El Tari depan Kantor DPRD NTT karena saat bersamaan digelar lomba lari FirManmu yang diikuti ribuan peserta dari segala usia. Namun, safari peserta sepeda tetap berjalan aman dan lancar hingga tiba di Berlin Kristal Hotel sekitar pukul 7.30 Wita.*

Sumber: Pos Kupang

JAKARTA -Harian Kompas akan menggelar Jelajah Sepeda Flores-Timor. Jelajah akan dimulai dari Labuan Bajo di ujung barat Flores, dan berakhir di Motaain, Kabupaten Belu (Timor), perbatasan RI-Timor Leste, pada 13-23 Agustus 2016.

Dalam siaran pers dari panitia yang diterima Pos Kupang, Senin (28/3/2016) disebutkan, perjalanan bersepeda jarak jauh ini merupakan bagian dari komitmen Kompas untuk mempromosikan Flores dan Timor, serta Nusa Tenggara Timur pada umumnya guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan investasi.

Flores dan Timor, serta NTT pada umumnya merupakan kawasan yang amat potensial bagi pariwisata. Alamnya nan indah didukung dengan tradisi-tradisi yang unik dari setiap suku membuat daya tariknya begitu kuat. Akan tetapi, potensi ini saja tidak cukup. Sebab, di daerah lain pun memiliki kekayaan yang sama yang juga berusaha sekuat tenaga untuk dikunjungi wisatawan. Untuk itu, dibutuhkan promosi dan event sebagai pemancing bagi wisatawan.

Jelajah sepeda merupakan perjalanan bersepeda jarak jauh yang dilakukan Kompas dengan melibatkan para penggemar sepeda di dalam dan luar negeri untuk mengeliling Nusantara.

Melalui event ini, mereka mengenal dari dekat kekayaan ekonomi dan sosial budaya masyarakat Indonesia, lalu menumbuhkan kecintaan, bahkan ikut mempromosikan tanah air.

Jadi, jelajah sepeda bukan kejuaraan, tetapi mengajak orang untuk berwisata menggunakan sepeda. Sambil menikmati panorama dan kekayaan budaya, peserta pun berolahraga.

Lebih dari itu, Kompas ingin mengingatkan masyarakat agar membudayakan hidup sehat.

Sumber : Pos Kupang, 23 Agustus 2016

Kepala Daerah Harus

Bantu Masyarakat

Bentuk Koperasi

TAMBOLAKA - Gubernur NTT,Frans Lebu Raya pada momentum Hari Koperasi Nasional ke -69 tingkat Provinsi NTT yang di selenggarakan di Sumba Barat Daya (SBD),menyentil koperasi yang sudah tidak aktif. Dalam sambutannya dia menekankan pentingnya reformasi total dalam pelayanan perkoperasian .Diantaranya sebaiknya di tutup saja koperasi yang sudah mati dan di bina yang bertumbuh.

Tak hanya itu , Lebu Raya juga meminta para daerah baik itu bupati dan walikota di NTT un tuk membantu masyarakat desa dalam lankah mendorong pengembangan koperasi di desa-desa.Kerana dapat koperasi dapat membantu ekonomi masyarakat desa dalam memberi pinjaman yang lunak serta mekanisme yang mudah.

‘’Saya minta para bupati untuk membantu masyarakat yang mau bangun koperasi yang kepengurusan akta notaris,supaya koperasi itu legal.Para Bupati harus terus mendorong tumbuh kembangnya koperasi,’’Kata Lebu Raya dalam sambutannya di lapangan Galatama SBD,kamis(11/8).

Menurutnya,koperasi harus terus didorong untuk berkembang karena koperasi itu ada semangat gotong royong,kekeluargaan dan kebersamaan yang perlu terus di pupuk dan di jaga .Dengan demikian,bangsa ini tidak dihinggapi individualisme.

Masih menurutnya,peringatan hari koperasi tahun ini adalah prinsipnya reformasi total.’’pertama rehablitasi, dimana bagi koperasi yang tidak beroperasi di tutup dan di bina koperasi yang sedang tumbuh dan berkembang ,’’tegasnya.Kedua,Reoriontasi, mari bergeser dari segi kuantitas keurusan kualitas agar koperasi dapat berjalan deangan kualitas yang memadai.’’Kita punya potensi besar tapi kita kadang lupa menggali dan meembinanya dengan baik , harusnya dibina untuk memajukan , ‘’pungkasnya.

Ketiga , perlu komitmen bersama dalam rangka pengembangan koperasi .Koperasi harus terus berkembang dengan terus memberi suport untuk lebih berkembang, dimana tidak hanya sekedar mengurus tenun ikat, jambu mente tetapi juga koperasi bisa bergerak di bidang ternak kepulau jawa maupun luar negeri.

Pertumbuhan koperasi di NTT sampai saat ini berjumlah 4.037 koperasi dan dari jumlah tersebut, yang aktif hanya 3.593 unit dengan total aset kopersi saat ini mencapai kurang lebih Rp 3 triliun. Jumlah ini hampir sama dengan total APBD Provinsi NTT yang mencapai Rp3,8 triliun.

Bertolak dari semangat itu, dia berharap ‘’ Mari ciptakan kondisi yang kondusif bagi masyarakat untuk bentuk koperasi.’’Bupati Sumba Barat Daya (SBD).Markus Dairo Talu dalam sambutannya mengatakan Program Gubernur untuk menjadikan Provinsi NTT sebagai Provinsi koperasi sejalan dengan program pemkab SBD yakni revolusi pertanian.

Bupati yang akrab di sapa MDT itu mengaku ekonomi Sumba Barat Daya saat ini tumbuh dengan baik dengan cenderung pada hasil industri rumahan sperti tenun ikat dan hasil-hasil olahan komoditi lain seperti Kopi Aroma Sumba dan lainnya.

Untuk menjawab tantangan terhadap angkatan kerja ,Pemkab SBD berkomitmen untuk terus medorong terbentuknya Koperasi dan terus menggembangkan UMKM dan industri rumah tangga lainnya.Pada sektor koperasi dan UMKM ditempuh dengan kebijakan penguatan kelembagaan 222 koperasi dan 68 koperasi desa mandiri serta 83 koperasi anggur merah,’’Ini sangat bagus dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat SBD,’’pungkasnya.Hadir Bupati Sumab Timur Gidion Mbilijora,Bupati Sumba Tengah,Umbu sappi Pateduk dan undangan lain.

Sumber : Timor Express 12 Agustus 2016

  •  Start 
  •  Prev 
  •  Next 
  •  End 
Page 1 of 2

Polling

Bagaimana Tampilan Website Ini?

Statistik Pengunjung

Hari Ini670
Kemarin651
Minggu Ini1321
Bulan Ini13133
Total159493
Powered by CoalaWeb
Go to top
DMC Firewall is a Joomla Security extension!
mersin escort
atasehir escort
kartal escort
bostanci escort
film izle
film izle,türkce film izle,dublaj izle,cakallarla dans 4 izle,4k film izle,hd izle
assasin's creed izle,cakallarla dans 4 izle,film izle,full hd film izle,panta film,hd film