Pemprov NTT Apresiasi Peningkatan Status Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Manggarai Barat – NTT, Info

POS-KUPANG.COM | KUPANG — Pemerintah Provinsi NTT memberikan apresiasi atas peningkatan status Kantor Imigrasi Labuan Bajo dari Kantor Imigrasi Kelas III menjadi Kantor Imigrasi Kelas II.
Apresiasi itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi saat menerima audiensi dari jajaran Divisi Imigrasi Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di kantornya, Rabu (10/03)
Selain mengapresiasi Peningkatan status Kantor Imigrasi, Wagub juga menyampaikan apresiasi untuk pembangunan rusunawa bagi pegawai imigrasi di lokasi tersebut.
“Saya bersama Gubernur selaku wakil Pemerintah Pusat yang ada di daerah mengapresiasi dukungannya untuk kemajuan NTT,” ungkap Wagub Josef Nae Soi.
Nae Soi menyebut, pembangunan rusunawa dan peningkatan status Kantor Imigrasi itu merupakan bagian dari dukungan Kementerian Hukum dan HAM untuk bersinergi dengan Pemprov NTT mewujudkan Labuan Bajo sebagai kawasan destinasi wisata super prioritas.
Ia mengatakan, pemprov dan kementerian melalui kantor vertikal di daerah harus mampu berbagi peran untuk mewujudkan hal itu.
Kepada Wagub Josef Nae Soi, Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Jaya Mahendra menyebut, kehadiran pihaknya harus dapat mendukung kemajuan NTT. Karena itu, pihaknya meminta dukungan dari pemerintah daerah.
Mahendra menjelaskan, saat ini seluruh staf di Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo berasal dari luar Labuan Bajo.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang Heksa Asik Supriyadi melaporkan sebanyak 223 imigran gelap asal Timur Tengah kini berada di NTT. Mereka terdiri dari 220 imigran asal Afganistan dan 3 imigran Pakistan.
Para imigran itu, jelas Heksa, kini ditampung di 3 lokasi penampungan yaitu Hotel Lavender, Hotel Inaboi dan Kupang Inn.
Wagub Josef Nae Soi meminta perlakuan terhadap para imigran harus disesuaikan dengan kondisi Kemiskinan NTT meski ada regulasi yang ditetapkan PBB. Hal ini dikatakannya agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tingkat masyarakat.
Wagub Josef Nae Soi bahkan menyebut, pihaknya sedang menjajaki upaya pemindahan imigran itu dari Kupang. Pasalnya, tingkat kehidupan para imigran, menurut Nae Soi, terbilang baik jiga dibandingkan dengan masyarakat lokal.
“Kami sementara membahas masalah ini dengan pihak swasta dan IOM (International Organization for Migration) untuk pindahkan imigran yang ada di Kota Kupang ini. Hal ini untuk mengantisipasi potensi konflik sosial yang bisa timbul, karena kehidupan para imigran yang ditanggung IOM terbilang baik, dibandingkan dengan warga NTT yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dan serba kekurangan, ” ungkap Nae Soi.
Sumber : POS-KUPANG.COM

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *