Blog Single
Artikel - PD

Deskripsi Varietas Unggul Tanaman Kelapa Dalam Di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Oleh :

Neliyanti P. Donuata, SP

Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda

UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan 

Provinsi Nusa Tenggara Timur

I. PENDAHULUAN

Perkebunan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, penerimaan devisa negara, penyediaan lapangan kerja, perolehan nilai tambah dan daya saing, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri, bahan baku industri dalam negeri serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. 

Komoditi perkebunan banyak diusahakan oleh petani di seluruh Indonesia termasuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dari data Angka Tetap Perkebunan Tahun 2018, tercatat bahwa luasan lahan pertanian tanaman perkebunan yang diusahakan  seluas 620.195,74 Ha, diusahakan oleh 997.738 KK dengan total produksi 204.94,20 ton dan produktivitas rata-rata 604  Kg/ha dari 17 jenis komoditi perkebunan.

Adapun jenis komoditi perkebunan yang diusahakan di provinsi NTT yaitu  kelapa, jambu mete, kopi (arabika dan robusta), kakao, kemiri, kapuk, cengkeh, pinang, vanili, lada, asam, jarak pagar, pala, tembakau,  sirih lontar dan kapas.

Dari bermacam-macam jenis komoditi pertanian ini, di wilayah NTT terdapat komoditi unggul yang telah dilepas dan ditetapkan sebagai komoditi unggul nasional. Adapun komoditi yang telah ditetapkan sebagai komoditi unggul di wilayah provinsi NTT yakni Jambu Mete, Vanili dan Kelapa Dalam.

Varietas kelapa dalam yang tergolong sebagai benih unggul nasional yakni kelapa dalam varietas DSK di Kabupaten Sikka dan kelapa dalam varietas Adonara di kabupaten Flores Timur.

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan informasi tentang karakteristik benih unggul tersebut yang memiliki potensi pengembangan yang baik dan dapat dikembangkan di seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan meluas ke wilayah Indonesia.

II.     DESKRIPS VARIETAS KOMODITI UNGGUL TANAMAN KELAPA DALAM

      Varietas Unggul tanaman perkebunan adalah varietas tanaman perkebunan yang telah dilepas oleh Menteri. Benih unggul tanaman perkebunan adalah benih yang diproduksi dari varietas unggul tanaman perkebunan  Untuk ditetapkan sebagai varietas unggul maka terhadap benih tersebut  dilakukan monitoring dan evaluasi dan atau observasi pertumbuhan dan produksinya selama beberapa waktu secara periodik secara kontinyu oleh instansi penyelenggara pemuliaan tanaman. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keunggulan produksi, keunggulan mutu hasil, respons terhadap pemupukan, ketahanan terhadap OPT utama, umur tanaman, toleransi terhadap pengaruh lingkungan, keseragaman dan kemantapan tanaman serta perbedaan dari varietas lainnya. Selanjutnya dilakukan analisis dan kajian secara ilmiah untuk memperoleh data secara tepat dan akurat mengenai benih tersebut. 

     Setelah melalui mekanisme proses pelepasan varietas sesuai dengan aturan yang berlaku maka di wilayah provinsi NTT telah memiliki varietas unggul yang telah ditetapkan sebagai varietas nasional yakni tanaman kelapa dalam varietas DSK di kabupaten Sikka pada tahun 2007 dan tanaman kelapa dalam varietas Adonara di kabupaten Flores Timur pada tahun 2012. Tanaman kelapa dalam tersebut memiliki deskripsi varietas sebagai berikut :

1. Kelapa Dalam Sikka (DSK) 
   Surat Keputusan Menteri Pertanian, Nomor : 374/Kpts/SR.120/7/2007,
   Tanggal : 5 Juli 2007


Asal

:

Seleksi masa positif dari populasi pertanaman kelapa rakyat di Desa Bloro Kabupaten Sikka

Umur mulai berbunga

:

48-60 bulan

Umur mulai panen

:

60 – 72 bulan

Panjang pada 11 bekas daun (cm)

:

94

Wama tandan buah

:

Hijau kekuningan

Wama petiole

:

Hijau, Hijau kekuningan

Wama buah

:

Hijau kekuningan, hijau

Bentuk buah

:

Bulat, oblong

Bentuk buah tanpa sabut

:

Bulat, Bulat dasar rata

Ukuran buah

:

Sedang

Jumlah buah/kg kopra (butir)

:

4

Jumlah tandan per tahun

:

12-14 buah

Jumlah buah/tandan (butir)

:

6-9

Jumlah buah/pohon/tahun (butir)

:

72-108

Jumlah buah/ha /tahun (butir)

:

10.000-15.000

Produksi kopra/pohon/tahun (kg)

:

18 -25

Produksi kopra/ha/tahun (ton)

:

2,5

Kadar minyak (%)

:

64

Toleransi terhadap kekeringan

:

Tahan terhadap kekeringan sampai 7 bulan

Daerah pengembangan

:

Lahan kering iklim kering di Provinsi NTT dengan tinggi tempat < 500 m dpl, curah hujan  > 1.000 mm/tahun dengan bulan kering < 5 bulan kering

Peneliti

:

 

Elsje T. Tenda, H. Novarianto, Betty Dethan, Nisnoni, Gasper GAA

Pemilik varietas

:

Pemerintah Kab. Sikka


Daerah penyebaran varietas DSK di kabupaten Sikka adalah di wilayah desa Bloro dan desa Lucitada, Kecamatan Nita, yang merupakan lokasi penetapan Kebun Sumber Benih tanaman kelapa dalam.

2. Kelapa Dalam Adonara

   Surat Keputusan Menteri Pertanian, Nomor : 583/Kpts/SR.120/2/2012, 

   Tanggal : 20 Februari 2012


Asal

:

Adonara, Flores Timur, NTT

Silsilah

:

Seleksi dari populasi dari Kelapa Dalam di Pulau Adonara yang berasal dari populasi Kelapa Dalam di Pulau Seram, Maluku

Umur mulai berbuah

:

5  tahun

Umur mulai panen

:

6 tahun

Panjang pada 11 bekas daun (cm)

:

114,3

Wama tandan buah

:

Hijau, Hijau kekuningan dan merah kecoklatan

Wama petiole

:

Hijau, Hijau kekuningan dan merah kecoklatan

Wama buah

:

Hijau, Hijau kekuningan, dan merah kecoklatan

Bentuk buah polar

:

Bulat, bulat telur

Bentuk buah equatorial

:

Bulat

Bentuk buah tanpa sabut

:

Bulat

Ukuran buah

:

Sedang – Besar

Jumlah Tandan buah / tahun

:

12-15

Buah/kg kopra (butir)

:

4

Jumlah buah/tandan (butir)

:

7-11

Buah/pohon/thn (butir)

:

84-105

Buah/ha/thn (butir)

:

8.400 – 10.500

Kopra/pohon/tahun (kg)

:

28

Kadar minyak (%)

:

66,83

Ketahanan terhadap Hama & Penyakit

:

-

Ciri karakter pembeda

:

Memiliki sabut tipis

Toleransi terhadap kekeringan

:

Toleran terhadap kekeringan sampai dengan 5-7 bulan berturut-turut

Daerah pengembangan

:

Lahan kering iklim kering dengan tinggi tempat < 500 m dpl, curah hujan < 1.000 mm/tahun dengan bulan kering < 6 bulan kering

Peneliti

:

Jeanette Kumaunang , Novarianto Hengky

Pemilik varietas

:

Pemerintah Kab. Flores Timur

Daerah penyebaran varietas Adonara di kabupaten Flores Timur adalah di wilayah desa Homa, desa Waiwadan dan desa Dianur, Kecamatan Adonara Barat, yang merupakan lokasi penetapan Kebun Sumber Benih tanaman kelapa dalam.

III.    PENUTUP 

Semoga tulisan ini dapat memberikan informasi mengenai karakteristik komoditi unggulan nasional di wilayah provinsi NTT yang memiliki potensi dan keunggulan untuk menambah pengetahuan bagi para pengguna benih dalam pengembangan tanaman perkebunan untuk mendukung program perkebunan berkelanjutan.



Sumber :

Direktorat Jenderal Perkebunan, 2015. Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 50/Permentan/KB.020/9/2015.
Direktorat Jenderal Perkebunan, 2017. Kumpulan Deskripsi Varietas Unggul Tanaman Perkebunan.
Direktorat Jenderal Perkebunan, 2019. Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 38 Tahun 2019.
Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2019. Angka Tetap Tanaman Perkebunan Tahun 2018.








Anda Suka Berita Ini ?