RUMAH BUMN, RUMAHNYA INDUSTRI KREATIF
Paul J. Andjelicus
Perencana Ahli Muda Dinas Parekraf NTT
Ada yang pernah
mendengar nama Rumah BUMN? Mungkin belum begitu familiar ditengah masyarakat
luas, namun bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah sangat penting
khususnya dalam 2 tahun terakhir ini. Rumah BUMN (RB) merupakan hasil
kolaborasi cantik Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
dan perusahaan milik negara yang terpanggil untuk ikut membangun
kemandirian bangsa melalui peningkatan usaha kecil yang dilakukan
masyarakat. BUMN sebagai agent of development telah
mengembangkan beberapa inisiatif untuk meningkatkan kualitas usaha mikro, kecil
dan menengah (UMKM). RB menjadi rumah bersama untuk berkumpul, belajar dan
membina para pelaku UKM menjadi UKM Indonesia yang berkualitas. Visi dan Misi
Rumah RB adalah mendampingi dan mendorong para pelaku UKM dalam menjawab
tantangan utama pengembangan usaha UKM dalam hal peningkatan kompetensi,
peningkatan akses pemasaran dan kemudahan akses permodalan.
Pembentukan RB telah dimulai sejak tahun
2016, diawali dengan pembentukan Rumah Kreatif BUMN atau RKB dan
Bumi Flobamora mendapat kehormatan menjadi lokasi pertama pembangunannya.
RKB Telkom di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat menjadi rumah kreatif
pertama bentukan Kementerian BUMN di Indonesia yang langsung diresmikan Menteri
BUMN saat itu Rini M. Suwandi tanggal 29 Oktober 2016.
RKB merupakan salah satu program
inisiatif Kementerian BUMN untuk pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah
sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN
pasal 2 Ayat (1) huruf e yang disebutkan bahwa salah satu maksud dan tujuan
pendirian BUMN adalah turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada
pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi dan masyarakat.
Era pasar global telah menggeser
paradigma bisnis nasional, dimana UKM memegang peranan penting dalam
memakmurkan ekonomi negara, baik melalui penciptaan lapangan kerja, mendorong
peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan inovasi baru. Data
tahun 2019, jumlah pelaku UMKM di Indonesia telah mencapai 65,5 juta, dimana
sebagian besar merupakan para pelaku usaha mikro. Dengan menyerap 116,9 juta
tenaga kerja atau 96,92 % total tenaga kerja yang ada dan berkontribusi 60,51 %
terhadap produk domestik bruto (PDB) untuk harga berlaku. (BPS,2019). Hal ini
menunjukkan potensi UKM sebagai salah satu penggerak ekonomi Indonesia untuk
meningkatkan kemakmuran negeri. Khususnya dalam menghadapi kondisi pandemi
Covid-19.
Perkembangan teknologi
informasi yang cepat juga telah mengsinspirasi RKB untuk menjadi wadah dalam
mewujudkan Digital Economy Ecosystem melalui pembinaan bagi
UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM. RKB akan berperan
sebagai pusat data dan informasi serta pusat edukasi, pengembangan dan
digitalisasi UMKM. Sesuatu yang mutlak harus dilakukan di tengah persaingan
usaha yang ketat dan kompetitif.
RKB kemudian bertransformasi menjadi
Rumah BUMN atau RB pada tahun 2020. Transformasi ini menambahkan
peran RB yaitu tanggung jawab sosial dan lingkungan. RB
diharapkan juga mampu merangkul generasi milenial yang memiliki semangat
berkembang dan berwirausaha tinggi dengan memberikan ruang untuk berkumpul dan
berdiskusi kepada generasi muda semacam co-working space. Rumah
BUMN disamping memainkan peran utama untuk pengembangan UMKM seperti yang
sebelumnya maka mendapat 4 peran tambahan yaitu Program Kemitraan dan
Bina Lingkungan, Satgas Bencana, co-working space dan base
camp millenials.
Rumah BUMN (RB) yang aktif di seluruh
Indonesai mencapai 247 RB yang didukung oleh lebih dari 20 perusahaan BUMN
berbagai sektor seperti perbankan, konstruksi, minyak dan gas dan
lainnya. Beberapa perusahaan tersebut antara lain Pertamina, PLN, Telkom , Jasa
Marga, Bank BNI, Bank Mandiri dan Bank BRI. Beberapa program yang cukup
terkenal antara lain program Wirausaha Muda Mandiri dari Bank Mandiri,
Kampoeng BNI Nusantara miliknya Bank BNI, program Teras BRI dan Telkom
Indonesia dengan 2 juta UKM telah teregister melalui Program Kampung UKM
Digital di seluruh Indonesia.
Rumah BUMN di NTT
Data sampai tahun 2021, terdapat
sedikitnya 14 Rumah BUMN yang dibangun di NTT sejak pembangunan RB pertama di
Labuan Bajo tahun 2016 lalu yang diinisiasi oleh PT. Telkom. RB milik PT.
Telkom ini dibangun untuk membantu
pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya
menjadi lebih modern dengan go digital. Binaan RB Telkom Labuan
Bajo terdiri dari beberapa pelaku usaha dan yang terbanyak usaha makanan dan
souvenir. Kegiatan yang dilakukan selain mengadakan pelatihan-pelatihan rutin,
juga berkunjung dan mendatangi UKM-UKM yang ada di Labuan Bajo.
Tersedia berbagai fasilitas yang bisa dinikmati secara gratis mulai dari
pelatihan marketing, packaging, studio foto mini dan
aktivitas sosial media untuk berjualan online. Hal ini untuk membantu
para pelaku pasar memperluas akses pasar.
Untuk wilayah Flores tercatat 6 Rumah
BUMN, wilayah Timor mempunyai 5 rumah BUMN dan Sumba dengan 3 rumah BUMN.
Setiap RB dibangun dan dikembangkan oleh setiap BUMN sesuai program
masing-masing perusahaan tersebut dan setiap kota masing-masing hanya punya
satu Rumah BUMN. Setiap RB mempunyai anggota binaan UMKM baik perseorangan
maupun kelompok. Produk-produk setiap pelaku usaha dilakukan pendampingan untuk
peningkatan kualitas produk, aspek kemasan dan promosi secara digital. Beberapa
produk binaan sudah menjadi unggulan atau kekhasan setiap RB.
Untuk wilayah Flores selain RB Telkom di
Labuan Bajo, terdapat beberapa RB yang sudah dibangun dengan produk
unggulannya. Kain Tenun Songke dan Pewarna Alam Lipo Tenun merupakan
salah satu produk unggulan RB Labuan Bajo. RB Bajawa dengan produk unggulan
Cangkir dan Baki Koeslin Bambu. RB Ende dengan produk unggulan Tenun Ikat
Nggela, RB Flores Timur dengan produk unggulan tas tenun ikat, RB Lembata
dengan produk – produk kerajinan tas Philipus.
Rumah BUMN Ende misalnya dikembangkan
oleh PT.PLN dan terletak di Kantor PLN UP3 Flores Bagian Barat Ende. Sesuai 5
peran yang diemban RB, maka RB Ende juga melakukan berbagai program pendampingan yang dilakukan terhadap UMKM, mulai dari
produksi, pengemasan, sertifikasi hingga pemasaran secara online. Peran yang
dimainkan membina UMKN mulai dari Go Modern (registrasi UMKM), Go Digital
(menggunakan sosial media), Go Online (market place) dan Go Global (siap
eksport). Peran ini bisa disingkat dengan 4G dan secara berkala menggelar
pelatihan untuk meningkatkan skill. Saat ini tercatat sedikitanya 52 pelaku
UMKM yang bergabung menjadi mitra.
Untuk wilayah Timor, rumah BUMN yang
sudah ada adalah RB Betun dengan produk unggulan Gerabah Karasean, RB Kefa
dengan produk unggulan Priman Marungga Instan, RB SoE dengan produk unggulan
kerajinan suku Mollo, RB Rote Ndao dengan produk unggulan Bandul Motif Tenun,
RB Sabu Raijua dengan produk unggulan tembikar tradisional. RB Atambua yang
dibangun BNI merupakan salah satu upaya terobosan dalam aspek pemasaran produk
UMKM dan aktivitas ekonomi masyarajkat di Kabupaten Belu yang mengalami
kesulitan di masa pandemik. Proses transformasi usaha masyarakat dari
offline ke online yang merupakan bagian dari digitalisasi UMKM yang
sementara dijalankan secara bertahap.
Untuk Wilayah Sumba, ada RB Sumba Timur
dengan produk unggulan sandal tenun wanita dan RB Sumba Tengah dengan produk
unggulan Kopi Elmer. Rumah BUMN di Sumba Barat Darat di Weetabula didirikan
oleh BNI. Beberapa program kegiatan yang dilakukan RB Sumba Barat Daya
adalah kegiatan penjualan online produk – produk kerajinan, program magang
untuk kaum milenial setempat terkait manajemen pengelolaan RB, program untuk
menciptakan wirausaha muda sekaligus untuk mendorong lahirnya kreator melalui
pelatihan dan pendampingan.
Melihat upaya yang telah dilakukan Rumah
BUMN yang membantu dan mendorong pelaku usaha kecil untuk semakin
meningkatkan kualitas produknya. Pendampingan yang dilakukan untuk melahirkan
inovasi baru dalam pengembangan produk. Pemanfaatan teknologi informasi untuk
pemasaran produk diperkenalkan kepada pelaku usaha agar akses pasar jauh
lebih luas. Adanya persaingan dan kompetisi akan melahirkan semangat
untuk berekreasi dan berinovasi. Maka dapat dikatakan Rumah BUMN menjadi
Rumahnya Industri Kreatif.
Referensi:
www.rumah.bumn.id
https://coachfianda.com/2020/08/11/transformasi-rumah-kreatif-bumn-menjadi-rumah-bumn/
https://suarajarmas.com/magang-asik-dan-keren-di-rumah-bumn-bni/
https://rri.co.id/ende/daerah/1288608/rumah-bumn-ende-gairahkan-umkm-dan-kreatifitas-milenial
https://voxntt.com/2021/10/20/rumah-bumn-gerbang-digitalisasi-umkm-di-batas-negeri/82289/
