Blog Single
Artikel - Politik

September 2018 silam, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didaulat untuk memimpin Provinsi NTT

Sejak September 2018 silam, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didaulat untuk memimpin Provinsi NTT. Secara statistik, NTT pada masa itu boleh dikatakan sedang dalam kondisi tidak menguntungkan.
Provinsi termiskin ketiga di Indonesia, Angka stunting di atas 40%, gizi buruk sangat mendominasi, kondisi jalan provinsi hampir 1000 km dalam keadaan rusak parah, sektor pertanian, peternakan serta perikanan seakan menjadi hal yang sangat naif untuk dibicarakan. Belum lagi provinsi ini dikenal sebagai provinsi dengan tingkat korupsi terparah ke 6 di Indonesia.
Dengan bermodalkan Kecerdasan, Keberanian dan Hati yang tulus untuk melayani, Gubernur Viktor mulai mendesain pembangunan di NTT.
"Jangan bicara berapa besar potensi NTT, tetapi sudah berapa banyak potensi itu dikerjakan untuk kesejahteraan rakyat?" demikian salah satu pernyataan beliau.
Perlahan dan mulai menampakan hasil. Walaupun belum sesuai yang diharapkan, tapi yang jelas sudah mulai nampak adanya perubahan.
Gebrakan pertama dan yang sangat nyata dirasakan adalah perbaikan infrastruktur jalan. Sebagian besar masyarakat sudah menikmati
hasil ini. Hasil bumi mulai lancar untuk dipasarkan. Masyarakat pedesaan mulai bangkit geliat ekonominya karena perubahan ini.
Dan sesuai janji beliau, paling lambat tahun 2023, seluruh jalan Provinsi yang rusak berat akan selesai dikerjakan.
Beda juga dengan sektor pertanian.
Perubahan mindset dan pola tanam didesain pula oleh orang nomor satu di NTT ini.
Kalau dulu besaran lahan yang ditanam tidak lebih dari satu hektar, sekarang ini banyak hamparan yang tersebar dengan bentangan yang sangat luas terlihat dimana - mana.
"Saya tidak mau bicara 10 atau 20 hektar, saya mau paling tidak 50 hektar, karena disitu kebanggaan kita dipertaruhkan," ujar Gubernur pada suatu kesempatan.
"Bapak Presiden sudah bantu dengan bendungan dan Alsintan (Alat Mesin Pertanian) yang cukup. Masa pekerjaan kita tidak ada perubahan?" urai Gubernur.
Dan saat ini beberapa wilayah sudah mulai menunjukan hasilnya.
Kabupaten Sumba Tengah, dari target 10 ribu hektar, saat ini sudah ditanam lebih dari 5 ribu hektar. Dan ini akan menjadi salah satu lumbung nasional kedepan.
Di pelosok daratan Timor, sudah banyak yang mulai bergerak dengan hamparan diatas 50 hektar. Daerah Flores juga seolah berpacu untuk terus menunjukan bahwa mereka juga mampu untuk melakukan ini.
Begitu pula pola tanam yang dulunya hanya sekali dalam setahun, kali ini sudah bisa ditanam dua sampai tiga kali dalam setahun. Inilah pola kerja yang terus dan akan terus digaungkan oleh Gubernur.
Perikanan juga demikian. Potensi laut yang sangat luar biasa ini sekian lama tidak pernah digarap. Barulah dimasa kepemimpinannya, beliau hadir dan berani untuk budidaya ikan. Tidak sedikit yang pesimis akan pekerjaan ini. Sempat mengalami masalah karena bencana Seroja, tetapi saat ini NTT sudah bisa mengekspor 2,9 ton ikan kerapu hidup ke Hongkong. Masih banyak tempat budidaya lainnya yang kedepan akan menghasilkan kualitas ikan yang sangat baik. Dan ekspor Ini merupakan pertama dalam sejarah Nusa Tenggara Timur berdiri.
Ini belum termasuk budidaya lobster di Mulut Seribu Rote Ndao dan Waekelambu.
Belum lagi bicara tentang Garam.
NTT, tepatnya di teluk Kupang memiliki lahan yang sangat luas, dimana selama 26 tahun, lokasi ini tidak dikerjakan oleh infestor yang telah "mengontrak" tempat ini.
"Dari zaman saya masih SMA tempat ini sudah ada. Saya juga ikut bekerja sebagai tenaga pematok lokasi. Tetapi sampai saat ini tidak ada hasil sedikitpun dari tempat ini," ujar Gubernur.
Barulah ketika dirinya menjadi gubernur, tempat ini diberdayakan kembali. Dan tahun depan, dari tempat ini akan menghasilkan garam dengan kualitas industri terbaik di Indonesia, yakni dengan kadar NacL diatas 95%, dimana saat ini negara Indonesia masih mengimpornya.
NTT akan berbangga, karena kita mampu memberikan kehormatan bagi bangsa dan negara, dalam mengurangi impor garam.
Bicara tentang peternakan juga sama.
Kalau dulu banyak senior - senior yang membawa ternak ke Hongkong, tapi beberapa tahun terakhir mereka hanya membawa sebatas ke Surabaya. Tentu ini merupakan suatu kemunduran yang besar. Oleh karenanya, semenjak menjadi gubernur, dirinya mendorong agar peternakan NTT kembali berjaya.
Melalui sebuah program yakni TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi), banyak petani yang saat ini sudah mulai kembali memiliki ternak. Ini adalah strategi dan desain agar Provinsi ini kembali menyandang predikat sebagai Provinsi Ternak.
Tidak hanya itu, mimpi untuk memiliki sapi dengan kualitas daging premium tidak luput dari kejaran orang nomor satu di NTT ini.
Dengan bermodalkan jejaringnya yang sangat luas, Gubernur mendatangkan ahlinya dari Brazil. Dan saat ini di daerah Sumba Timur, ada sekelompok anak muda asal Brazil yang sedang menggalakan pekerjaan ini di hamparan seluas 1000 hektar.
"Ketika kita berada di tempat ini, seolah kita sedang berada di New Zeland yang terkenal dengan sapi yang begitu berkelas. Di tempat ini kita melihat gerombolan sapi yang berdirinya sama rata, sangat indah di tempat ini," kata Gubernur.
Lain pula dengan Pariwisata.
Kalau bicara tentang keindahan wisata alam, budaya maupun kuliner, NTT sudah pasti jagonya. Beberapa kali Nusa Tenggara Timur meraih penghargaan baik di ajang nasional maupun internasional. Tetapi ini tentunya bukan menjadi tujuan utama beliau. Mimpinya adalah dari daerah yang sangat indah ini, masyarakat juga turut merasakan dampaknya. Oleh karena itu, dirinya terus mendorong agar rantai makanan yang mendukung sektor ini, semuanya berasal dari masyarakat lokal.
"Kita boleh kedatangan banyak wisatawan, tetapi kalau makanannya masih berasal dari luar NTT, berarti sejatinya kita belum berhasil. Sebagai Gubernur saya mau agar seluruh yang berkaitan dengan pariwisata itu berasal dari produk asli masyarakat NTT," tegasnya.
Sekedar informasi, setelah dirinya menjabat sebagai Gubernur, NTT yang dulunya menjadi Provinsi dengan tingkat korupsi tertinggi ke 6, kali ini boleh berbangga karena menjadi 5 besar Provinsi dengan tingkat pengendalian korupsi terbaik di Indonesia.
Begitupula dengan angka stunting yang dulunya di atas 40 %,kini boleh berada di angak 20,9 %.
Sebuah keberhasilan yang tentunya diraih hanya karena kerja cerdas, kerja berani dan kerja dengan hati.
Diakhir tulisan ini, saya mau mengutip sebuah kalimat yang sering digaungkan oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.
"NTT sudah lama berada dalam kondisi miskin, sehingga kita kerap kali beranggapan bahwa ini saja sudah cukup. Saya mau kita keluar dari keadaan ini, karena kita adalah provinsi yang sangat kaya, yang kalau dikerjakan secara besar, dengan desain yang hebat, akan membawa perubahan kearah yang lebih bermartabat."

Sumber Berita : https://www.facebook.com/profile.php?id=100072793631153  (Akun FB : Zhamba Punk bersam Setgub Nusa Tenggara Timur))



Anda Suka Berita Ini ?