Berita - Umum

Rembuk Stunting Tahun 2023

Penjabat Gubernur Provinsi NTT  Ayodhia G.L. Kalake. S.H, MDC memimpin langsung Kegiatan Rapat Koordinasi (Rembuk Stunting) dengan tema “Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2023”, bertempat di Aula Lantai I Kantor Bupati, Kabupaten Kupang (20/11). Rapat ini dihadiri oleh Bupati Kupang - Korinus Masneno, Penjabat Bupati Flores Timur - Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si, Bupati  Kab. Sumba Timur - Drs. Khristofel Praing, M.Si, Bupati Kab. Ende – Drs. Djafar Achmad,  Bupati Kab. TTS - Egusem Pieter Tahun, S.T., M.M, Bupati Belu - dr. Agustinus Taolin, Sp.PD,  Bupati Sabu Raijua - Drs.Nikodemus N. Rihi Heke, M.si, Penjabat Walikota Kupang - Fahrensy Priestley Funay, SE., M.Si, Wakil Bupati  Kab. TTU - Drs. Eusabius Binsasi,  Wakil Bupati  Kab. Ngada - Raymundus Bena, S.S., M.Hum, Wakil Bupati Kab. Sumba Barat Daya - Marthen Christian Taka, Wakil Bupati Manggarai Timur - Siprianus Habur, S.Sos, Wakil Bupati Kab. Sumba Barat - Marthen Cristian Taka, S.IP,  Wakil Bupati Kab. Manggarai - Heribertus Ngabut, S.H, Wakil Bupati Kab. Kupang - Jerry Manafe,. Turut hadir dalam kegiatan ini, Kapolres Kupang - AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H, KA Jari Kab. Kupang - Muhamad Ilham, Asisten Administrasi Umum Kab. Rote Ndao, Asisten Administrasi Pem Kab. Nangakeo,  Sekretaris Daerah Kab. Malaka, Asisten Pem. Kab. Manggarai Barat, Asisten Pemerintahan Kab. Sikka, Asisten Pem. Kab. Alor, Forkompinda Kabupaten Kupang, Pimpinan Perangkat Daerah Kab. Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT,  Para Pelajar SMK dan SMP Kab. Kupang, Para Camat Se - Kab. Kupang dan Ibu Penjabat Ketua TP PKK/Dekranasda Provinsi NTT, Plt.Kepala BKKBN Provinsi NTT, Lembaga Mitra Pemerintah dan insan pers.

Acara Kegiatan Rapat Koordinasi (Rembuk Stunting) diawali dengan Penyambutan secara adat (Natoni) oleh Bupati Kupang - Korinus Masneno kepada Penjabat Gubernur NTT bersama rombongan Bupati, Penjabat Bupati dan Walikota, dilanjutkan dengan laporan Panitia Oleh Kepala Bappelitbangda Prov. NTT, DR. Alfonsus Theodorus,ST, MT yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momen yang strategis dalam rangka optimalisasi pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting. Diharapkan Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota terus tingkatkan komitmen melalui kerja kolaborasi yang produktif, konvergensi dan Integrasi semua stakeholder dalam rangka menyatukan komitmen bersama untuk percepatan penurunan Stunting serta penurunan Angka Kematian ibu dan kematian bayi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dalam laporan panita disampaikan tujuan pelaksanaan Rapat Koordinasi yaitu Sebagai moment evaluasi terhadap Kinerja pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten/Kota dalam upaya percepatan penurunan Stunting; khususnya hasil pengukuran Operasi Timbang bulan Agustus tahun 2023; dan adanya komitmen bersama dalam akselerasi secara konkrit untuk memberikan intervensi bagi  63,804 anak stunting (15,2%) dan menemukan serta menyepakati upaya strategis dan solutif bagi Penanganan Balita Tidak Naik Berat Badan 1 Kali (Balita “T”) di masing-masing Kabupaten/Kota.

Acara selanjutnya ucapan terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Kupang sebagai tempat penyelenggaran Rembuk Stunting Tahun 2023 yang disampaikan oleh Bupati Kupang. Setelah Wellcome Speech dari Bupati Kupang, Pj Gubernur NTT memberikan arahan dan sambutan untuk membuka secara resmi kegiatan rembuk stunting.


“ Pemerintah Provinsi terus mendorong semua Kabupaten/Kota, khususnya Kabupaten/Kota yang cakupan pengukuran/ditimbang belum mencapai 100%, agar pada periode timbang tahun mendatang, dipastikan semua anak bayi/balita dilakukan pengukuran hingga 100%, agar status gizi anak dapat terpantau dengan baik sehingga dapat diberi intervensi secara tepat. Pemerintah Provinsi juga patut memberikan apresiasi dan penghargaan bagi Kabupaten/Kota yang telah bekerja keras melalui kerja-kerja nyata serta berbagai inovasi yang telah dibuat oleh masing-masing Kabupaten/Kota untuk menurunkan stunting di wilayah masing-masing” kata Penjabat Gubernur.

Selanjutnya beliau menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan adalah:
1.    Data anak stunting yang telah diidentifikasi masing-masing Kabupaten/Kota harus diberi intervensi secara tepat sasaran dan tepat waktu melalui PMT Lokal secara rutin;
2.   Upaya pencegahan ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (Bumil KEK) dapat memastikan asupan gizi yang cukup melalui PMT 90 hari secara rutin agar tidak melahirkan anak dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan stunting;
3.    Tingkatkan kualitas pengukuran dengan menggunakan alat terstandar dan penguatan SDM Tenaga Kesehatan (Nakes) yang sudah tersedia.
4.    Hal terakhir, tapi penting adalah upaya Preventif yang harus kita lakukan. Upaya preventif difokuskan pada Balita  Berat Badan Tidak Naik 1 kali (Balita “ T”). Data menunjukkan bahwa terdapat 102.534 anak tergolong Balita T (Data Triwulan III Tahun 2023). Ada 5 kabupaten tertinggi yakni Kota Kupang: 9.656; Flotim: 7.896; TTS: 7.474; TTU: 7.442 dan Sikka: 6.653. Upaya preventif multak dilakukan karena Balita “T” ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kasus stunting di NTT. Untuk itu, dibutuhkan langkah strategi konkrit dan upaya solutif bersama sebagai tindakan Preventif ke depan.


Acara dianjutkan dengan  Penyerahan bantuan dari Badan Pangan Nasional kepada Keluarga beresiko Stunting secara simbolis kepada 10 (sepuluh) penerima di Kabupaten Kupang oleh Penjabat Gubernur NTT,  Penyerahan Bantuan secara simbolis untuk 5 (lima)  Ibu Hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan 5 (lima) Anak Stunting oleh Ibu Penjabat Ketua TP PKK/Dekranasda Provinsi NTT; setelah itu  secara simbolis diwakili oleh 5 (lima) anak Perwakilan Siswi SMP dan 5 (lima) anak perwakilan siswi SMK mengkonsumsi Tablet Tambah Darah sebagai bentuk pencegahan Stunting dari Usia Remaja; kemudian acara dilanjutkan dengan Penyerahan Plakat dan Piagam Penghargaan kepada 10 (sepuluh) Kabupaten Terbaik berdasarkan Penilaian PemerintahProvinsi Terhadap Kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota dalam Pelaksanaan 8 (Delapan) Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Provinsi NTT Tahun 2023. Setelah acara seremonial, rembuk stunting ini masuk pada acara dialog aktif Penjabat Gubernur bersama para Bupati/Walikota/Penjabat dengan penyampaian angka Stunting oleh pejabat Bupati Kabupaten/Kota. Setelah dialog aktif, Plt. Kepala BKKBN Provinsi NTT membacakan Rekomendasi Hasil Rapat Diskusi Penjabat Gubernur bersama para Bupati/Walikota/ Pejabat dan diakhiri dengan  Penandatanganan hasil rapat dalam Berita Acara yang memuat 10 (sepuluh) Komitmen oleh para pejabat Bupati/Walikota serta perwakilannya pada masing-masing wilayah di Provinsi NTT dan seluruh rangkaian acara ditutup oleh Bupati Kupang.

 Penulis : Ita Kana (Pranata Humas Ahli Muda)
 Editor   : Sylvia C.Francis (Kabid PIKP)

Anda Suka Berita Ini ?