Blog Single
Berita - Daerah

Penjabat Gubernur NTT Buka Peluncuran Program Evaluasi Bidan dan Intervensi Stunting

Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur Ayodhia G.L. Kalake membuka kegiatan Peluncuran Program Evaluasi Bidan dan Intervensi Stunting yang diselenggarakan di Aula Eltari, Kantor Gubernur NTT (07/03). Kegiatan diselenggarakan dalam rangka menurunkan stunting di Nusa Tenggara Timur, sebagai hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Bersama PT Dexa Medica, BKKBN, dan Ikatan Bidan Indonesia.

Dalam sambutan pembuka, Ayodhia menekankan penanganan stunting sebagai salah satu prioritas utama pemerintah, di samping penanggulangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

“Stunting, khususnya di NTT, merupakan persoalan serius yang harus ditangani dalam rangka mencapai visi Indonesia Emas di tahun 2045. Kita membutuhkan generasi penerus yang cerdas, sehat, berkarakter unggul, dan mandiri, untuk mewujudkan Indonesia Maju dan Sejahtera,” ujar Ayodhia membuka sambutannya.

Lebih lanjut, Ayodhia mengungkapkan upaya pemerintah dalam menekan laju angka stunting di Indonesia.

“Presiden telah menetapkan target penurunan stunting 2024, angkanya 14%. Pencapaian target tersebut tentunya harus didukung oleh seluruh Pemerintah Daerah, termasuk juga Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan memperbaharui data tentang stunting untuk penanganan lintas sektoral atau pentaheliks yang melibatkan seluruh unsur terkait.

“Berdasarkan data EPPBGM, prevalensi stunting di NTT mengalami penurunan, pada tahun 2021 masih 20,9%, pada 2022 angkanya 17,7%, dan pada 2023, berdasarkan hasil timbang bulan Agustus 2023, berada di angka 15,2%. Masih cukup tinggi, memang, karena angka ini setara dengan 64.804 balita stunting,” ungkapnya.

Untuk itu, Penjabat Gubernur NTT menekankan perlunya strategi khusus percepatan pencegahan stunting dengan menyasar kelompok prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui dan anak dalam periode 1000 hari pertama.

“Peran tenaga kesehatan, khususnya bidan, sangat strategis dalam langkah-langkah pencegahan stunting. Para bidan merupakan sosok yang berada di garda depan, bahkan terdepan, dalam memberi pendampingan pengetahuan dan dukungan kepada para calon ibu dan para ibu sejak kehamilan hingga bayi berusia lima tahun. Para bidan memantau secara langsung perkembangan tumbuh kembang bayi sejak di dalam kandungan, memberikan penyuluhan terkait pola asuh yang benar dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi nutrisi yang cukup, serta diasuh dan diasih dengan gizi yang tercukupi,” paparnya.

Karena itu, menurut Ayodhia, peningkatan kompetensi dan kapasitas para bidan merupakan hal yang sangat penting dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting.

Acara pembukaan Program Evaluasi Bidan dan Intervensi Stunting diakhir dengan pemukulan gong dan pertukaran cindera mata antara pihak-pihak terkait.

Selain Penjabat Gubernur NTT, turut hadir dan memberikan sambutan dan materi adalah Corporate Affairs Director Dexa Group Tarcisius Tanto Randy, Plt. Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Pusat Marianus Mau Kuru yang mewakili Kepala BKKBN Pusat, serta Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia Ade Jubaedah. Mau Kuru membawakan materi dengan judul “Bidan Sahabat Keluarga, Edukasi Cegah Stunting untuk Wujudkan Generasi Emas dan Bonus Demografi”, sedangkan Ade Jubaedah memaparkan materi berjudul “Peran Bidan dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Anak dalam Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia”.

Kegiatan disiarkan secara luring dan daring, dihadiri oleh Forkompinda NTT, para pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi NTT, perwakilan Ikatan Bidan Indonesia dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, dan Kabupaten TTU, para direktur rumah sakit, serta pimpinan lembaga-lembaga Pendidikan Kesehatan di Kupang. Dalam forum daring, acara diikuti oleh para pengurus dan anggota IBI dari 22 Kabupaten/Kota se-NTT.

 

Penulis: Mario F. Lawi (Pranata Humas Dinas Kominfo Provinsi NTT)

Editor: Sylvia C. Francis (Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Kominfo Provinsi NTT)

Anda Suka Berita Ini ?