Dinas Kominfo NTT Sosialisasi Migrasi TV analog ke TV Digital
Dinas Komunikasi dan informatika Provinsi Nusa Tenggara Timur Sosialisasi Kesiapan Masyarakat NTT menyambut Migrasi TV Analog ke TV Digital, Rabu 2 September 2022.
Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Dinas Kominfo Provinsi NTT ini dihadiri para Kepala Dinas Kominfo sedaratan Timor, anggota KPID, camat di Kota Kupang, pengusaha elektronik, media massa dan lainnya.
Kadis Kominfo NTT, Abraham Maulaka dalam pemaparan nya mengatakan, tinggal 50 hari lagi, publik NTT akan protes karena hak mereka untuk nonton TV akan hilang. Untuk itu, pemerintah harus menyiapkan nya. Dia mengatakan, tangga 30 April 2022, Kementerian Kominfo akan mematikan siaran TV Analog.
Wilayah NTT siaran TV analog yang dihentikan yakni Kabupaten Kupang, Kota Kupang, TTU, Belum dan Malaka. Selanjutnya 25 Agustus, wilayah TTS akan dimatikan sistem siaran TV analog.
"jadi pada tanggal tersebut, tidak ada cerita. Semua TV yang pakai antene tidak akan dapat siaran lagi, " Kata Aba Maulaka.
Sementara untuk daerah lainnya, kata Aba, hingga saat ini belum ada keputusan dari kementerian Kominfo. Dia mengaku pihaknya sudah bersurat ke pusat namun belum ada jawaban.
Dia mengatakan, pihak Kementerian sudah menyiapkan STB yang akan dibagikan kepada masyarakat. Namun sampai saat ini, kata Aba, belum ada informasi keberadaan STB tersebut dan siapa yang menyalurkan nya.
Aba Maulaka mengatakan pesimis dengan kesiapan masyarakat terhadap kondisi ini. Untuk itu dia berharap dengan sisa waktu yang ada, masyarakat harus disiapkan untuk menerima migrasi ini.
Penanggung jawab teknis TVRI NTT, Dadan Supriyantna dalam materinya mengatakan, digitalisasi tidak bisa dihindari. TVRI, katanya, sudah menyiapkan hal ini dan di beberapa wilayah sudah diberlakukan.
Masalah di NTT adalah ketersedian barang di toko dan keinginan masyarakat untuk beralih masih sangat kecil. Masyarakat masih nyaman di analog. Padahal nanti saatnya akan ditutup dan semua hanya digital.
"Ini semua karena keterbatasan pengetahuan dari penyedia maupun masyarakat. Banyak yang belum bisa membedakan mana analog dan mana digital, " ujarnya.
Sumber Berita : tribunnews.com
Anda Suka Berita Ini ?
