Blog Single
Berita - Umum

TEP IPB Lanjutkan Pengumpulan Data di Desa Duarato dan Fulur, Soroti Pola Pertanian Tradisional serta Pengelolaan Peternakan BUMDes

Lamaknen, 23 September 2025

Tim Ekspedisi Patriot IPB University terus melanjutkan misi pengumpulan data primer di kawasan transmigrasi Tasifeto-Mandeu, Kabupaten Belu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya evaluasi lapangan untuk menyusun rekomendasi pembangunan transmigrasi yang tepat sasaran. Dalam agenda kali ini, tim menyambangi Desa Duarato dan Desa Fulur, yang ditetapkan sebagai desa prioritas pembangunan transmigrasi.

Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dengan perangkat desa dan masyarakat. Pertanyaan yang diajukan berfokus pada kondisi sarana dan prasarana desa, ketersediaan infrastruktur dasar, serta kebutuhan warga dalam mendukung pembangunan ke depan. Selain itu, tim juga melakukan pemetaan lapangan untuk mengidentifikasi potensi wilayah, termasuk titik koordinat fasilitas umum dan kondisi geografis desa. Langkah ini penting untuk memastikan data yang diperoleh valid dan sesuai dengan kondisi nyata.

Di Desa Fulur, tim juga mengunjungi peternakan ayam petelur yang menjadi salah satu program unggulan desa. Peternakan ini dibangun melalui alokasi 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan sebagaimana diatur dalam kebijakan nasional. Menariknya, usaha ini dikelola oleh BUMDes Desa Fulur, sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat setempat. Peternakan ayam petelur tersebut tidak hanya menyuplai kebutuhan pangan, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja baru serta memperkuat ekonomi desa.



Selain menemukan potensi unggulan, tim juga mencatat adanya tantangan dalam sistem pertanian masyarakat. Lahan pertanian di kawasan ini umumnya berbasis kepemilikan suku dan masih menggunakan pola berpindah (nomaden). Masyarakat membuka lahan, menanaminya sekali dalam setahun, lalu membiarkan lahan kosong setelah panen. Menariknya, petani tidak menggunakan pupuk kimia, melainkan mengandalkan kesuburan alami tanah. Sistem ini memang ramah lingkungan dan menjaga kesuburan jangka panjang, namun di sisi lain membatasi tingkat produktivitas pertanian.

Menurut Juli Winando, M.Si., salah satu anggota tim Ekspedisi Patriot, pola pertanian tradisional ini memiliki dua sisi. “Di satu sisi, masyarakat berhasil menjaga kesuburan tanah karena tidak menggunakan pupuk kimia dan memberi waktu lahan untuk beristirahat. Namun di sisi lain, sistem ini masih membatasi produktivitas pertanian. Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi pembangunan yang tetap menghargai kearifan lokal, tetapi juga mampu meningkatkan ketahanan pangan,” ujarnya.

Kegiatan pengumpulan data di Desa Duarato dan Fulur diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi riil kawasan transmigrasi Tasifeto-Mandeu. Data yang terkumpul akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan pembangunan transmigrasi, sehingga manfaat program dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dengan melibatkan masyarakat secara langsung serta memotret potensi dan tantangan di lapangan, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu mendukung kesejahteraan masyarakat di perbatasan.

Penulis : Nafal Dzaky Fayiza, S.P.
Editor : Adolf Naikofi
Anda Suka Berita Ini ?