FGD Ekspedisi Patriot IPB University Soroti Infrastruktur Kawasan Transmigrasi Belu
Belu – Tim Ekspedisi Patriot IPB University bekerja sama dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga transmigrasi menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Dimensi Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi Tasifeto-Mandeu” pada Jumat (26/9/2025) di Aula Kantor Camat Lamaknen.
Acara ini resmi dibuka oleh Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Belu yang diwakili oleh Kabid HIPK, Maria Erni Ganggas, S.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemetaan persoalan infrastruktur dan sosial-ekonomi kawasan transmigrasi sangat penting untuk menjadi dasar perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Diskusi menghadirkan narasumber, yakni Alexander F. Loe, S.T. (PPK Dana Tugas Pembantuan Kegiatan Transmigrasi Belu) dan Maria Theresia Bere Ati, S.Ap. (Kepala Bidang Transmigrasi Belu). Forum dipandu oleh Fahreza, S.P. selaku moderator, dengan Juli Winando Lumban Toruan, S.P., M.Si. sebagai MC.
Infrastruktur Jadi Fokus Utama Krisis air bersih mencuat sebagai isu paling mendesak. Walaupun terdapat sumber mata air, sebagian besar desa masih kesulitan akibat kerusakan pompa dan jaringan perpipaan. Warga mengusulkan pembangunan sumur bor, embung, dan saluran irigasi baru agar kebutuhan rumah tangga dan pertanian dapat terpenuhi.
Kondisi jalan antar dusun dan desa juga menjadi perhatian serius. Banyak ruas masih rusak parah, bahkan akses menuju sekolah dan lahan pertanian kerap terputus saat musim hujan. Warga mengusulkan rehabilitasi jalan serta pembangunan jembatan gantung untuk memperkuat konektivitas.
Pada Dimensi Sosial-Ekonomi Forum turut menyoroti persoalan perumahan, dengan masih ditemukannya rumah tidak layak huni serta keluarga yang tinggal menumpang. Warga berharap adanya program renovasi dan pembangunan hunian baru.
Di sektor pertanian, masyarakat menilai perlu adanya modernisasi. Dukungan berupa alsintan, teknologi budidaya, hingga pendampingan pascapanen sangat dibutuhkan, mengingat sistem pertanian konvensional belum mampu menghadapi tantangan harga komoditas yang rendah.
Bidang pendidikan dan kesehatan juga menjadi catatan penting. Jumlah guru terbatas, jarak sekolah jauh, serta minimnya fasilitas kesehatan menghambat kualitas SDM. Peserta FGD juga mengusulkan program beasiswa bagi anak-anak kurang mampu. Sementara itu, keterbatasan akses internet dinilai menghambat kemajuan pendidikan dan ekonomi digital. Perluasan jaringan internet diharapkan mampu mendorong digitalisasi pertanian serta peluang usaha bagi generasi muda transmigrasi. Koordinator Lapangan Tim Ekspedisi Patriot IPB University, Fahreza, S.P., menyampaikan bahwa hasil FGD ini akan menjadi bahan strategis bagi pemerintah daerah dan kementerian terkait. “Forum ini menjadi ruang penting untuk menghimpun aspirasi warga. Harapannya, rekomendasi yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti sehingga kesejahteraan masyarakat transmigrasi di Belu semakin meningkat,” ujarnya.
Penulis : Aura Nurkhalis
Editor : Adolf Naikofi
Anda Suka Berita Ini ?
