Berita - Umum

Pemetaan Aspek Sosial Budaya Didorong Jadi Langkah Strategis Wujudkan Keharmonisan dan Kemandirian Kawasan Transmigrasi Tasifeto Mandeu

Belu, Nusa Tenggara Timur — 16 Oktober 2025.
Upaya memperkuat keharmonisan sosial dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi terus digencarkan. Salah satu langkah strategisnya diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Aspek Sosial dan Budaya untuk Mewujudkan Keharmonisan dan Kemandirian Kawasan Transmigrasi Tasifeto Mandeu.”

Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan perwakilan kelompok transmigran. Dalam sambutannya, Camat Lasiolat, Fabianus Seran, S.ST., menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan konstruktif guna memperkuat pelaksanaan program Tim Ekspedisi Patriot (TEP).

“Melalui forum ini, diharapkan muncul solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lapangan,” ujarnya.

FGD resmi dibuka oleh Camat Lasiolat dan berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif peserta. Diskusi menunjukkan bahwa hubungan antara masyarakat lokal dan transmigran di Tasifeto Mandeu terjalin harmonis, didukung kesamaan suku dan nilai-nilai budaya yang memperkuat toleransi sosial.

Selain aspek sosial budaya, pembahasan juga menyinggung bidang pertanian, pendidikan, infrastruktur, kelembagaan, dan lingkungan hidup. Peserta mengidentifikasi sejumlah tantangan utama seperti keterbatasan sarana pertanian, serangan hama, akses air bersih, kondisi jalan yang rusak, serta keterbatasan pasar hasil tani. Sementara di sektor peternakan, masyarakat menilai perlunya peningkatan vaksinasi hewan dan dukungan dari tenaga penyuluh.

Hasil FGD menegaskan bahwa ikatan sosial antara warga lokal dan transmigran tetap kuat, menjadi modal utama membangun kawasan yang harmonis. Namun demikian, penguatan ekonomi dan perbaikan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah daerah diharapkan dapat menindaklanjuti hasil diskusi ini melalui kebijakan yang partisipatif dan berkeadilan, demi mewujudkan kawasan transmigrasi yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

Penulis : Juli Winando Lumban Toruan (Tim Ekspedisi Patriot IPB University)
Editor : Adolf Naikofi
Anda Suka Berita Ini ?