Blog Single
Berita - PD

BPBD NTT GELAR APEL SIAGA CUACA EKSTREM, GUBERNUR NTT: JANGAN TERJEBAK DALAM KOLABORASI CANGKANG

BPBD NTT-  Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang sering terjadi di wilayah NTT, BPBD NTT menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Siaga Bencana Cuaca Ekstrem di lapangan Polda NTT (Jumat, 18/02/2022).


Apel dipimpin oleh Komandan Lantamal VII Kupang, Kolonel Laut (P) Dr. Heribertus Yudho Warsono dan diikuti oleh TNI (AD, AU, dan AL), POLDA NTT, BPBD NTT, BPBD Kota Kupang, BPBD Kabupaten Kupang,  Satpol PP, Dinas Sosial (Tagana), Dinas Pemadam Kebakaran, SAR, BMKG, PMI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, SIAP SIAGA, serta instansi terkait lainnya.


Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor B. Laiskodat dalam sambutannya yang dibacakan oleh inspektur upacara menjelaskan, pelaksanaan Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Siaga Bencana Cuaca Ekstrem ini bertujuan untuk membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama untuk menghadapi keadaan darurat yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem; memastikan ketersediaan dan kesiapan berbagai peralatan penangulangan bencana untuk dapat digunakan pada saat tanggap darurat; meningkatkan  koordinasi, kolaborasi, dan memastikan peran setiap stake holder dalam penanggulangan bencana cuaca ekstrem; serta untuk memastikan aktifnya Pos Komando Siaga Cuaca Ekstrem di setiap unit yang disatukan dalam Pos Komando Tanggap Darurat tingkat Provinsi NTT.


Ia melanjutkan “ Bencana Seroja telah memberikan banyak pelajaran berharga. Kita mesti berbenah dan menguatkan kordinasi dan kolaborasi  di dalam upaya penanggulangan bencana di NTT. Kita hendaknya tidak terjebak di dalam  kolaborasi yang saya sebut sebagai Kolaborasi Cangkang.”


“Yang saya maksudkan kolaborasi cangkang adalah kolaborasi semu, pihak-pihak yang terlibat dibatasi oleh ego sektor yang menjadi cangkang pembatas kolaborasi. Nampak sama-sama bekerja tetapi tidak bekerja sama, pihak-pihak yang berkolaborasi tidak saling mengetahui apa yang diketahui dan dikerjakan oleh pihak lain. Alhasil kita tidak dapat melihat sinergi yang memicu out put dan out come yang signifikan di dalam penanggulangan bencana baik pada fase prabencana, fase tanggap darurat, dan fase pascabencana," jelasnya.


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Ambrosius Kodo menegaskan kegiatan Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Siaga Bencana Cuaca Ekstrem ini merupakan lanjutan dari rangkain kegiatan penanggulangan bencana cuaca ekstrem yang telah dilakukan oleh BPBD NTT.


“Sebelumnya kita sudah lakukan penyusunan Dokumen Rencana Kontigensi Cuaca Ekstrem dan pelaksanaan Geladi Ruang dan Geladi Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem di Aula El Tari Kupang yang juga diikuti oleh stake holder terkait, sebab cuaca ekstrem biasanya nampak dalam  beberapa ancaman, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, kekeringan, dan kebakaran.” ungkapnya.


Disampaikannya, pelaksanaan apel siaga ini dilakukan karena puncak musim hujan masih sampai bulan Maret. Dan bulan November sampai April adalah periode dimana sangat berpeluang terjadinya siklon tropis, sehingga kita perlu waspada dan selalu siap. Kita harus belajar dari pengalaman bencana Seroja tahun lalu. Pelaksanaan Apel Siaga Cuaca Ekstrem ini juga digelar secara serempak pada hari ini di kabupaten/kota se-NTT,  tegasnya.




 

Berita : Yusta Roli Ramat

Anda Suka Berita Ini ?