Satpol PP NTT Kerahkan 21 Personel Amankan Karnaval Budaya HUT ke-81 RI
KUPANG, 13 Agustus 2026 — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengerahkan 21 personel untuk mengamankan Karnaval Budaya dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Kupang, Kamis (13/8/2026).
Pengamanan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah
Tugas Nomor 800.1.11.1/1225/Satpol PP 2.1 tanggal 12 Agustus 2026. Personel
dibagi menjadi dua tim yang ditempatkan di titik awal dan akhir rute karnaval.
Tim pertama bertugas di garis start, tepatnya di depan Rumah
Jabatan Gubernur NTT, sedangkan tim kedua ditempatkan di garis finish di depan
Gereja Katedral Kota Kupang. Dalam pelaksanaan pengamanan, Kepala Bidang
Ketenteraman dan Ketertiban Umum bertindak sebagai Korum dan Kepala Seksi
Operasi dan Pengendalian sebagai Korlap.
Karnaval tersebut diikuti 69 peserta yang berasal dari unsur
pemerintah daerah, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, SMA/SMK di
Kota Kupang, BUMD, BUMN, perbankan, paguyuban etnis, serta pemangku kepentingan
terkait di Provinsi NTT.
Dalam laporan Ketua Panitia Penyelenggara yang disampaikan
Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, karnaval dan Pawai Pembangunan NTT disebut
sebagai ruang untuk mengenalkan identitas masyarakat NTT sekaligus memperkuat
semangat persatuan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut juga menampilkan keberagaman masyarakat NTT
yang terdiri atas berbagai suku, etnis, budaya, dan agama yang hidup
berdampingan dalam semangat persatuan dan kebersamaan.
Sementara itu, Gubernur NTT menyampaikan apresiasi kepada
seluruh pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia juga meminta
penyelenggara memperhatikan kesehatan dan kenyamanan peserta karena karnaval
berlangsung pada siang hari, antara lain dengan menyediakan air minum di
sejumlah titik sepanjang rute.
Menurut Gubernur, karnaval menjadi momentum untuk menampilkan
berbagai potensi NTT, mulai dari kekuatan instansi pemerintah, adat, budaya,
pakaian tradisional, hingga kreativitas masyarakat.
Gubernur juga mendorong pengembangan potensi daerah melalui
program One Village One Product (OVOP), One School One Product (OSOP), dan One
Community One Product (OCOP).
Karnaval secara resmi dimulai dengan pelepasan peserta oleh
Gubernur NTT bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melalui
prosesi pelepasan balon di garis start.
Selain melaksanakan pengamanan, Satpol PP Provinsi NTT turut
berpartisipasi sebagai peserta karnaval dengan nomor urut 25. Dalam
penampilannya, Satpol PP NTT mengangkat tema etnik dan budaya Sumba Barat Daya
serta menampilkan Tari Woleka.
Penampilan tersebut melibatkan penari perempuan yang
mengenakan kostum berwarna merah, sementara pendamping laki-laki mengenakan
pakaian setengah Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Satpol PP dengan kaus hitam.
Kepala Satpol PP Provinsi NTT, Drs. Yohan A. Bunmo Loban,
M.Si., mengatakan keikutsertaan Satpol PP dalam karnaval merupakan bentuk
komitmen untuk turut melestarikan budaya daerah sekaligus memeriahkan HUT ke-81
Kemerdekaan RI.
“Melalui tugas pengamanan dan partisipasi dalam karnaval, Satpol PP NTT hadir tidak hanya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum, tetapi juga merajut kebersamaan, mendukung program pemerintah daerah, serta mengangkat kekayaan budaya NTT,” ujar Yohan.
Penulis: Valentia Liliana
Sanam
Editor : Mardika L. Bnani
