Berita - Umum

Hari ke-7 NTT BaSTEL 2026: Berbagi Empati, Menguatkan Flores

KUPANG, 21 Agustus 2026 — Rasa empati terhadap masyarakat terdampak gempa Flores menjadi spirit utama dalam rangkaian Pameran Pembangunan NTT BaSTEL 2026, Jumat (21/8/2026). Pada hari ketujuh, pesan tersebut diwujudkan melalui kegiatan olahraga, seni, literasi, hingga aksi amal yang melibatkan pemerintah, ASN, pelajar, komunitas, dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WITA melalui lomba bulu tangkis antarsesama ASN Pemerintah Provinsi NTT di Mandala Badminton Center (MBC) Kupang). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian olahraga antarsesama ASN yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT. Sehari sebelumnya, rangkaian olahraga juga telah diisi dengan lomba tenis meja antarsesama ASN Pemprov NTT di GOR Oepoi Kupang.

Memasuki agenda di lokasi pameran, kegiatan diawali dengan pembukaan Kejuaraan Tinju Walikota Cup yang secara langsung dibuka oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Pembukaan kejuaraan berlangsung dalam suasana berbeda karena NTT masih berduka atas bencana gempa yang menimpa saudara-saudara di Flores.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengubah rasa empati menjadi tindakan nyata. Kejuaraan tinju yang dibuka pada hari itu dikhususkan sebagai kegiatan amal bagi korban bencana gempa Flores.

“Duka mereka adalah duka kita. Karena itu, momentum ini kita jadikan ruang untuk menunjukkan empati dan membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa di Flores,” ujar Wali Kota Kupang.

 

Setelah pembukaan Walikota Cup, kegiatan berlanjut di panggung utama melalui penampilan solo Aldrich Timor Saubaki, disusul SANTRES VOICE dari SMP Santa Theresia. Kehadiran pelajar dan seniman muda memberikan warna pada panggung BaSTEL sekaligus menghidupkan ruang kebersamaan di tengah suasana duka akibat bencana di Flores.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan agenda literasi Kementerian Keuangan NTT. Berdasarkan susunan acara, kegiatan diawali dengan video pembuka dan sapaan host, dilanjutkan sambutan Kepala Perwakilan, pengenalan unit Kementerian Keuangan, sesi lelang, serta sejumlah kuis interaktif dan Kahoot.

Agenda tersebut juga diselingi penampilan seni berupa tarian, pertunjukan, atau nyanyian. Salah satu bagian penting dalam rangkaian ini adalah penyerahan bantuan gempa dari Kemenkeu Satu Kupang, yang memperlihatkan bahwa empati terhadap masyarakat terdampak bencana tidak berhenti pada rasa simpati, tetapi diterjemahkan melalui dukungan nyata.

Rangkaian H-7 menunjukkan bahwa empati dapat hadir dalam banyak bentuk. Empati hadir melalui olahraga yang dijadikan ruang amal, melalui kreativitas anak muda, melalui literasi yang mempertemukan masyarakat dengan informasi, hingga melalui bantuan bagi warga yang terdampak gempa.

Di tengah suasana duka yang masih dirasakan masyarakat Flores, BaSTEL 2026 menghadirkan pesan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi dan capaian program, tetapi juga tentang kemampuan merasakan penderitaan sesama, berdiri bersama, dan mengambil bagian ketika saudara sendiri sedang menghadapi bencana.

Semangat tersebut sejalan dengan tema BaSTEL 2026, “Bangun SDM, Tumbuhkan Ekonomi, Lajukan NTT”. Pembangunan sumber daya manusia juga membutuhkan karakter kemanusiaan: empati, solidaritas, dan kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan Besi Tua sebagai home band, yang mengiringi suasana pameran hingga malam hari.

Pameran Pembangunan NTT BaSTEL 2026 masih berlangsung hingga 24 Agustus 2026 di halaman Hotel Harper Kupang, dengan rangkaian kegiatan yang terus membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi, berkarya, dan bersama-sama memperkuat gerakan Peduli Gempa Flores.

 

Penulis: Mardika L. Bnani

 

Anda Suka Berita Ini ?