Blog Single
Berita - PD

Presiden RI berkunjung ke Nusa Tenggara Timur

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (23/3/2022) dengan menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1, presiden beserta rombongan lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 18.15 WIB.
Setibanya di Bandara Udara International El Tari Kupang, Presiden menuju Hotel Aston tempatnya bermalam. Esok harinya, kamis (24/3/2022) mengawali agenda kunjungannya di NTT, Presiden di dampingi Menteri Sekertaris Negara Pratikno, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, meresmikan penataan kawasan Kota Kupang di Kelapa Lima ditandai dengan penandatanganan prasasti. 

Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), penataan kawasan Kota Kupang yang mencakup Pantai Kelapa Lima, Pantai LLBK/Kota Lama, dan Jalan Frans Seda, dilaksanakan pada rentang 2020-2021. Penataan kawasan mencakup area seluas 51.900 m3 dan memakan biaya 80 miliar rupiah.

Penataan kawasan Kota Kupang diharapkan akan memberikan sejumlah manfaat antara lain pemugaran kawasan Kota Lama sebagai ikon Kota Kupang, menjadi destinasi wisata kuliner yang akan menampung 140 pedagang lokal untuk meningkatkan daya tarik wisatawan, serta ruang terbuka publik untuk atraksi seni dan budaya Provinsi NTT.

Selanjutnya Presiden blusukan ke pasar Penfui Kupang. Dalam blusukannya presiden berinteraksi langsung dengan pedagang dan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar 1,2 juta rupiah dan juga membagikan sovenir kepada pedagang dan pengunjung pasar Penfui.

Dari Kupang, Presiden melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten TTS (Timur Tengah Selatan), untuk meninjau program percepatan penurunan kekerdilan atau stunting di Desa Kesetnana. Pada kunjungan ini Presiden ditemani oleh beberapa menteri, Kepala BKKBN dan Gubernur NTT.

Desa Kesetnana adalah gambaran umum dari 278 desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang memiliki prevalensi stunting yang tinggi. Angka prevalensi stunting di kabupaten ini 48,3 persen, tertinggi di NTT bahkan di Indonesia.

Pemerintah akan melakukan intervensi terhadap gizi anak, kondisi rumah, dan ketersediaan air, untuk mencapai target angka prevalensi kekerdilan atau stunting berada di 14% pada tahun 2024. Oleh karena itu Presiden meminta agar ada kerja terpadu antara Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Provinsi, dan seluruh masyarakat.

Masih di Kabupaten TTS Presiden melanjutkan kunjungannya di desa Nulle untuk meninjau lokasi pompa hidram yang mengalirkan air untuk kebutuhan 54 kepala keluarga yang telah terpasang di desa itu. 

Sebanyak 227 pompa hidram telah dibangun diseluruh Bali dan Nusa Tenggara Timur, 175 diantaranya di NTT. Pompa hidram ini di bangun oleh KODAM IX Udayana.

Presiden juga melakukan blusukan di pasar inpres Soe di Kabupaten TTS dan menyerahkan BLT dan sovenir berupa baju kaos kepada para pedagang kaki lima dan warung yang berjualan di pasar itu untuk meringankan dampak pandemi yang mereka alami. 

Selanjutnya Presiden terbang ke Kabupaten Belu untuk meresmikan Politeknik Dr. Aloysius Benedictus Mboi di Desa Fatuketi sekitar pukul 15.00 wita didampingi Menteri Sekertaris Negara dan Gubernur NTT. Setibanya disana presiden dan rombongan disambut oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

“Pendidikan merupakan kunci untuk membantu masyarakat ke luar dari kemiskinan. Dengan pendidikan dan keterampilan, kita dapat memiliki pekerjaan yang layak serta dapat menggerakkan ekonomi daerah.” Kata Jokowi dalam sambutannya.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan, “pembangunan SDM adalah pondasi untuk Indonesia maju, karena itu pelayanan pendidikan harus tersebar secara merata diseluruh penjuru tanah air, bisa diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, baik di kawasan perbatasan sampai dengan pulau-pulau terdepan dan juga memiliki kualitas yang baik.”

Sementara itu, Menteri Pertahanan dalam laporannya menyampaikan terimakasih kepada Bupati  Belu (2016-2021) Wilibrodus Lai yang telah menyediakan lahan seluas 141 ha untuk pendirian kampus Politeknik Ben Mboi.

Politeknik Ben Mboi saat ini memiliki kadet mahasiswa sebanyak 175 orang yang terdiri dari 79 putra dan 96 putri. Tujuh puluh persen mahasiswa berasal dari NTT dan tiga puluh persen dari provinsi diluar NTT. Serta jumlah dosen pengajar sebanyak 47 dosen.

Ada 7 prodi di Politeknik Ben Mboi yakni budi daya pertanian lahan kering, budidaya tanaman perkebunan, budidaya ternak, perikanan tangkap, pengolahan hasil laut/perikanan, permesinan kapal dan budi daya ikan.

“kerjasama perkuliahan sudah terjalin dengan 25 instansi dari perguruan tinggi serta dunia usaha dan dunia industri di seluruh Indonesia. Masa pendidikan perkuliahan akan ditempuh selama 3 tahun.” Jelas Menhan Prabowo Subianto.

Nama kampus tersebut diambil dari nama Gubernur NTT periode 1978-1988, almarhum Aloysius Benedictus (Ben Mboi). Kampus ini dibawah Universitas Pertahanan.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut isteri dari Ben Mboi, Nafsiah Mboi beserta anak-anak, Bupati Belu, Bupati TTU, Bupati Malaka, Dekan dan dosen Politeknik Ben Mboi, para tokoh agama serta undangan lainnya.

Mengakhiri kunjungan kerjanya, presiden  Jokowi bersama masyarakat melakukan penanaman jagung menggunakan mesin tanam jagung atau _planter_ dilahan seluas 53 hektar di kawasan lumbung pangan atau _food estate_ di desa Fatuketi Kabupaten Belu. Untuk jaringan irigasi _sprinkler_ kawasan ini memanfaatkan sumur air tanah dan aliran air dari bendungan Rotiklot yang telah beroperasi sejak tahun 2018 lalu. Apabila produksi yang dihasilkan di lahan tersebut bagus, maka lahannya akan diperluas sampai 500 hektar bahkan akan dikembangkan  di daerah lain.

Hadir mendampingi Presiden yaitu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Sekretaris Nrgara Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gundi Sadikin, Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Bupati Belu Agustinus Taolin. (ld)

Sumber :
1.  Sekretariat Presiden
2. Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Penulis: Linberthi Duma
Penyunting : Ita Kana


Anda Suka Berita Ini ?